Waspada Cedera Kepala dan Resiko Fatal Dibaliknya!

Waspada Cedera Kepala dan Resiko Fatal Dibaliknya!

08 September 2022

Pernah kah Sahabat Permata terbentur tembok atau bahkan pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kepala terbentur aspal atau benda padat lainnya? 

Kondisi ini dapat menyebabkan cedera kepala. 

Cedera kepala (trauma kepala) adalah masalah pada struktur kepala akibat mengalami benturan yang berpotensi menimbulkan gangguan pada fungsi otak.

Cedera kepala adalah segala jenis cedera yang terjadi di kepala, mulai dari kulit kepala, tengkorak, hingga otak. 

Masalah ini dapat berupa luka ringan, memar di kulit kepala, bengkak, perdarahan, patah tulang tengkorak, atau gegar otak.

Apa saja gejala yang ditimbulkan? 

Gejala yang dialami penderita cedera kepala berbeda-beda, tergantung pada keparahan kondisi dan lokasi benturan. Tidak semua gejala akan langsung dirasakan sesaat setelah cedera terjadi. Terkadang gejala baru muncul beberapa hari hingga beberapa minggu kemudian.

Cedera kepala terbagi menjadi cedera kepala ringan, sedang, dan berat

1. Cedera Kepala Ringan 

  • Benjolan atau bengkak di kepala
  • Luka kulit kepala yang tidak dalam
  • Linglung atau memiliki pandangan kosong
  • Pusing berputar atau sakit kepala
  • Mual
  • Mudah merasa lelah
  • Mudah mengantuk dan tidur lebih lama dari biasanya
  • Sulit tidur
  • Kehilangan keseimbangan
  • Sensitif terhadap cahaya atau suara
  • Penglihatan kabur
  • Telinga berdenging
  • Kemampuan mencium atau merasakan berubah
  • Kesulitan mengingat atau berkonsentrasi
  • Depresi
  • Perubahan suasana hati

2. Cedera Kepala Sedang & Berat 

  • Kehilangan kesadaran selama beberapa menit hingga jam
  • Terdapat luka pada kepala yang dalam
  • Terdapat benda asing yang menancap di kepala
  • Sakit kepala parah yang berkepanjangan
  • Mual atau muntah secara berkelanjutan
  • Kehilangan koordinasi tubuh
  • Kejang
  • Pelebaran pupil mata
  • Terdapat cairan yang keluar melalui hidung atau telinga
  • Sulit dibangunkan saat tidur
  • Jari-jari tangan dan kaki melemah atau kaku
  • Merasa sangat bingung
  • Perubahan perilaku yang drastis
  • Berbicara cadel
  • Koma

Gejala cedera kepala berat seperti di atas bisa dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Kendati demikian, gejala cedera kepala pada anak mungkin muncul dalam bentuk yang agak berbeda, misalnya menangis secara berlebihan, perubahan perilaku, kebingungan, sulit berkonsentrasi, dan mudah mengantuk.

Apakah berbahaya?

Risiko fatal atau mengancam nyawa biasanya terjadi pada kasus cedera kepala berat. Berikut adalah beberapa kondisi yang bisa terjadi akibat cedera kepala berat dan mengancam nyawa seseorang. 

  1. Hematoma, darah mengumpul atau membeku di celah antara otak dan tulang tengkorak
  2. Perdarahan otak 
  3. Pembengkakan otak
  4. Patah tulang tengkorak 
  5. Kerusakan jaringan otak menyeluruh

Kapan harus ke dokter? 

Segera ke dokter jika Sahabat Permata atau anak baru saja mengalami benturan keras pada kepala, meski tidak merasakan gejala apa pun.

Jika cedera diikuti oleh perubahan perilaku atau gejala-gejala di atas, termasuk gejala cedera kepala ringan, segera kunjungi dokter terdekat atau IGD untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

Perlu diketahui, 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gejala cedera kepala bisa saja baru muncul setelah beberapa hari atau minggu. Maka dari itu perlu pemantauan yang bertujuan untuk memastikan tidak ada gejala yang berkembang menjadi lebih parah atau baru muncul beberapa waktu setelah kejadian.

Nah, agar kita terhindari dari cedera kepala, beberapa pencegahan dapat kita lakukan terutama saat berkendara 

  • Kenakan helm setiap kali mengendarai motor, bersepeda, menggunakan sepatu roda, dan aktivitas sejenis lainnya. Pastikan helm yang Anda dan anak kenakan mengikuti standar keamanan dan terpasang dengan benar.
  • Kenakan sabuk pengaman saat berkendara di dalam mobil.
  • Ciptakan rumah yang aman untuk anak dan lansia.
  • Kenakan perlengkapan pengaman saat berolahraga dan berekreasi yang berisiko jatuh, seperti arung jeram dan flying fox.
  • Baca dan patuhi petunjuk standar keselamatan di mana saja, baik dalam perjalanan, di tempat rekreasi, maupun di tempat umum lainnya.
  • Lakukan latihan kekuatan otot dan keseimbangan untuk meningkatkan keseimbangan diri.
  • Periksa mata setidaknya setahun sekali dan perbarui kacamata bila diperlukan, untuk menghindari risiko jatuh atau kecelakaan.

Sebagai organ vital, sudah selayaknya kepala mendapat perlindungan dan perhatian yang lebih agar terhindar dari risiko yang berbahaya. Dengan senantiasa berperilaku hati-hati dan mengutamakan keselamatan, kita dapat mengurangi risiko fatal cedera kepala.

 

Sumber : 

  • A Major Referral Hospital Emergency Centre in Botswana. African Journal of Emergency Medicine, 8(3), pp 100−105.
  • Brain Injury & Concussion. TBI: Get the Facts.
  • Centers for Disease Control and Prevention CDC (2019). Traumatic Brain Injury & Concussion. Prevention.
  • WebMD (2020). Head Injury