Varises tungkai, apakah bisa dicegah?

Varises tungkai, apakah bisa dicegah?

09 July 2020

Varises tungkai, apakah bisa dicegah?

Apa itu varises tungkai?

Varises tungkai merupakan pelebaran pembuluh darah balik (vena) di tungkai yang disebabkan oleh adanya penumpukan darah di dalam pembuluh tersebut. Pembuluh darah vena berfungsi untuk mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Pembuluh ini memiliki katup satu arah yang bekerja mencegah kembalinya darah ke tempat yang sudah dilewatinya (reflux). Apabila terjadi kelemahan atau rusak pada katup ini maka akan menyebabkan penumpukan darah pada pembuluh tersebut dan menyebabkan pembuluh vena melebar. Hal ini bisa ditandai dengan menonjolnya pembuluh darah yang berkelok-kelok berwarna ungu atau biru gelap.

 

Varises bisa terjadi pada banyak pembuluh darah vena namun pembuluh darah yang tersering bisa mengalami varises adalah area tungkai karena tekanan yang kuat dan besar ketika berdiri dan berjalan.

Faktor risiko terjadinya varises antara lain :

  • usia (kejadian meningkat dengan bertambahnya usia),
  • gender (wanita lebih banyak dibandingkan laki-laki),
  • kehamian (karena volume darah dalam tubuh yang meningkat),
  • riwayat keluarga,
  • obesitas,
  • berdiri atau duduk dalam waktu yang lama.

Gejala yang bisa dialami bervariasi mulai dari tidak ada gejala hingga muncul nyeri. Gejala yang bisa timbul ketika sudah mulai berat adalah perasaan pegal atau berat dikaki, rasa terbakar, berdenyut, kram otot dan pembengkakan kaki bagian bawah, nyeri yang memburuk setelah berdiri atau duduk dalam waktu yang lama, gatal disekitar satu atau lebih dari pembuluh darah,

Diagnosis dari varises tungkai adalah dengan melakukan pemeriksaan riwayat kesehatan yang meliputi gaya hidup, kebiasaan, faktor risiko yang memicu terjadinya varises, sampai gejala yang dirasakan. Kemudian akan dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan USG pembuluh darah dan angiografi.

Varises tungkai memiliki tingkat keparahan penyakit yang berbeda mulai dari ringan hingga berat. Dokter akan melakukan tatalaksana sesuai dengan tingkat keparahannya. Tujuan dari pengobatan adalah meredakan gejala, mencegah perburukan dan menghindari terjadinya komplikasi yang bisa terjadi. Komplikasi yang mungkin terjadi diantaranya adalah ulkus (luka disekitar pembuluh darah), gumpalan darah, dan perdarahan.

Pengobatan yang bisa diberikan adalah dengan :

  • Perubahan gaya hidup
  • Terapi obat
  • Memakai stoking medis yakni stoking kompresi
  • Tindakan bedah: pangangkatan pembuluh darah vena, suntik zat sclerosis, hingga terapi laser juga bisa dilakukan oleh dokter dengan mempertimbangkan klinis pasien.

Pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari varises adalah dengan memperbaiki sirkulasi darah dan melatih tonus otot disekitar pembuluh darah. Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan cara :

  • rajin olahraga,
  • memperhatikan berat badan tubuh,
  • makan tinggi serat dan rendah garam,
  • menghindari penggunaan sepatu hak tinggi dan kaos kaki ketat,
  • elevasi tungkai bawah (menaikkan kaki ke atas),
  • banyak mengubah posisi duduk dan berdiri secara berkala.

Referensi:

  1. Varicose Veins: Mayo Clinic Radio Health Minute 21, 2018, 05:59 p.m. CDT. Accessed at 18th of June 2020
  2. Varicose vein. Reviewed by Debra Jaliman, MDon July 17, 2019 cited from: https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-varicose-veins-symptoms. Accessed at 18 th of June 2020.

Editor :

  1. Budhi Arifin Noor, SpB
  2. Fenti Erlianti

Jadwal Praktek :


Dislipidemia, Lemak yang Sedikit Lama-lama Menjadi Bukit

15 July 2020

• kadar kolesterol total meningkat • kolesterol low density lipoprotein (LDL) meningkat • trigliserida meningkat • serta penurunan kolesterol high density lipoprotein (HDL)

Read more

Tuberculosis ada di sekitarmu!

28 July 2020

Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh kuman bakteri Mycobacterium Tuberculosis . TBC merupakan penyait menular pembunuh nomor satu di Indonesia. Penyakit ini bisa ditularkan dari percikan ludah yang dikeluarkan oleh penderita TBC, saat bicara, batuk, dan bersin. Indonesia merupakan lima negara besar yang memiliki jumlah pengidap TBC terbanyak di dunia. Apabila tuberculosis tidak mendapatkan pengobatan, maka lebih dari 50 persen orang yang mengidap penyakit ini bisa meninggal dunia.

Read more

Yang Mematikan Dalam Diam

22 July 2020

Penyakit Hipertensi sering kali disebut the silent killer karena sebagian besar penderitanya tidak mengalami gejala, sehingga tidak menyadari bahwa tubuhnya telah terkena hipertensi. Dalam beberapa kasus, penderita baru mengetahuinya setelah terjadi komplikasi seperti nyeri dada, sesak, kelumpuhan, dll.

Read more