Tersedak? Mengancam nyawa! Yuk, lakukan pertolongan ini!

Tersedak? Mengancam nyawa! Yuk, lakukan pertolongan ini!

04 November 2021

Tersedak terjadi ketika benda asing terjebak di dalam tenggorokan atau trakea sehingga menghalangi jalan napas. Apabila terjadi, tubuh kita mengkompensasi dengan terbatuk. Namun, ancaman nyawa akan terjadi apabila batuk tidak berhasil mengeluarkan benda tersebut. Hal ini karena apabila jalan napas terhalang, seseorang akan mengalami gagal napas.

Tanda-tanda dari tersedak meliputi ketidakmampuan berbicara, sulit bernapas, napas yang berisik, sesak, batuk, kulit atau bibir berwarna biru, hingga menurunnya kesadaran. Ketika seseorang tersedak dan masih bisa batuk, usahakan untuk terus terbatuk sekuat mungkin. Apabila tersedak dan tidak bisa berbicara, minta korban untuk tertawa sekencang-kencangnya. Apabila benda asing tersebut masih tidak bisa keluar,  lakukan 5 dan 5 langkah, yang terdiri atas 5 Dorongan Punggung dan 5 Hentakan Perut. Lakukan secara bergantian 5 dan 5 sampai benda asing keluar. 

Cara melakukan 5 dorongan punggung adalah dengan berdiri tepat di belakang korban. Apabila korban anak-anak, dapat dengan berlutut. Taruh satu tangan pada dada korban, bungkukkan pinggang korban agar sejajar lantai, berikan dorongan kuat menggunakan pangkal telapak kanan pada punggung korban di antara 2 tulang belikat.

Sedangkan, cara melakukan hentakan perut adalah dengan cara berdiri di belakang korban, posisikan satu kaki di depan kaki lain untuk keseimbangan yang baik, lingkarkan lengan di sekitar pinggang dengan satu kepalan tangan di atas pusar, miringkan badan korban sedikit ke depan, gunakan tangan lain untuk mendorong kepalan tangan ke atas dengan satu hentakan kuat seolah-olah akan mengangkat tubuh korban.

Apabila korban adalah bayi, maka bisa dilakukan dorongan punggung dengan posisi penolong duduk, kemudian pangku bayi dengan satu jari telunjuk di mulut bayi dan posisi bayi telungkup dengan kepala miring ke bawah. Lakukan dorongan di antara 2 belikat bayi dengan pangkal telapak tangan penolong.

Pada korban obesitas, hentakan perut dilakukan lebih atas dari korban normal, yaitu tepat di bawah persatuan tulang iga terakhir. Sedangkan, pada korban tidak sadarkan diri, baringkan korban terlebih dahulu pada lantai. Lalu, lihat mulut pasien untuk mencari benda asing, apabila terlihat, keluarkan benda tersebut dengan jari. Jangan lakukan apabila penolong tidak dapat melihat benda tersebut. Apabila tidak terlihat dan pasien tidak memberikan respon, dapat dilakukan resusitasi jantung. Resusitasi jantung mungkin dapat membantu mengeluarkan benda asing tersebut.


Sumber:

  • Oregon. First Aid of Chhocking. [Guideline] Oregon.
  • American National Red Cross. Conscious Chocking. [Guideline] America: American Red Cross; 2011

Kenali Berbagai Macam Infeksi Menular Seksual dan Bagaimana Mencegahnya!

02 December 2021

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual. Semua teknik hubungan seksual baik melalui vagina, dubur, atau mulut baik berlawanan jenis kelamin maupun dengan sesama jenis kelamin bisa menjadi sarana penularan penyakit kelamin.

Read more

Kekerasan Terhadap Perempuan: Apa Yang Harus Dilakukan dan Bagaimana Mencegahnya?

25 November 2021

Kekerasan terhadap perempuan adalah setiap ??tindakan publik atau pribadi dari kekerasan berbasis gender yang telah mengakibatkan, atau kemungkinan besar dapat mengakibatkan, kesengsaraan atau penderitaan perempuan, baik secara fisik, seksual, dan/atau psikologis. Sebanyak 1 dari 5 perempuan yang berusia 15-64 tahun mengalami kekerasan setiap tahunnya di Indonesia.

Read more

Mengenal Global Developmental Delay (Keterlambatan Perkembangan Umum) Pada Anak

18 November 2021

Perkembangan buah hati adalah hal yang paling di nantikan oleh para orang tua. Namun seringkali orang tua tidak menyadari ketika buah hatinya mengalami keterlambatan perkembangan. Perkembangan setiap anak memiliki keunikan tersendiri dan kecepatan pencapaian perkembangan tiap anak berbeda, sehingga seringkali terjadi perbedaan perkembangan di antara anak yang seusia. Pada umumnya anak memiliki pola perkembangan normal yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih banyak mengenai Global Development Delay atau Keterlambatan Perkembangan Umum Pada Anak.

Read more