TB bisa menyerang Nasofaring (?)

TB bisa menyerang Nasofaring (?)

24 June 2020

Tuberkulosis Nasofaring disertai Limfadenopati Servikal

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit tertua pada manusia, bahkan sampai saat ini masih merupakan penyakit dengan insidens tertinggi dan menjadi penyebab utama kematian manusia. TB merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis.

TB ini dapat menyerang paru-paru, tulang, sistem syaraf pusat, jantung, dan kelenjar getah bening. Penyakit ini dominan terdapat di paru, meskipun hampir semua organ dan sistem dapat diserang oleh bakteri mycobacterium tuberculosis melalui penyebaran secara hematogen.

TB yang terisolasi pada saluran nafas atas ( bagian kepala dan leher ) jarang dijumpai dan biasanya dikaitkan dengan penyakit paru primer. Dengan kemajuan pengobatan tuberkulosis, infeksi mycobacterium tuberculosis pada nasofaring sudah jarang dijumpai. Gejala yang paling sering dijumpai adalah limfadenopati servikal ( benjolan atau massa di area leher ) sehingga seringkali di diagnosis banding dengan keganasan kepala dan leher.

Diagnosis dapat dibuat melalui pemeriksaan histopatologi spesimen jaringan dengan menggunakan media khusus, atau lebih dikenal dengan biopsi. TB nasofaring merupakan jenis yang langka, dijumpai hanya kurang dari 1% dari jumlah tuberkulosis yang ditemukan. TB nasofaring yang disertai limfadenopati servikal hanya ditemukan sekitar 0,12% dari semua jenis tuberkulosis. Selain kasusnya yang langka, bahkan kejadiannya di daerah endemik, TB jenis ini pun sangat jarang dijumpai. Hal ini disebabkan oleh efek inhibitor saliva dan saprophytes pada bakteri mycobacterium tuberculosis, yang artinya efek dari air liur dan bakteri baik yang ada dirongga mulut dapat memperlambat atau menurunkan laju penyerangan dari bakteri mycobacterium tuberculosis.

Tanda yang paling umum muncul dari keterlibatan nasofaring yaitu benjolan di leher yang dapat terjadi pada sekitar 70% kasus, dan gejala lain yang dapat dijumpai adalah batuk kronis, mimisan, hidung tersumbat, telinga berdenging, gangguan pendengaran, infeksi telinga dan bahkan keterlibatan saraf seperti penglihatan ganda. Selain itu dapat juga dijumpai kasus TB nasofaring tanpa keterlibatan kelenjar getah bening ataupun TB paru atau bahkan mungkin benar-benar asimptomatik (tanpa gejala), dengan demikian diagnosis hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan secara histopatologi ( biopsi ).

Pengobatan untuk tuberkulosis paru dan extra-paru ( TB nasofaring ) memiliki kesamaan, yaitu tetap menggunakan terapi dengan obat anti tuberkulosis selama kurun waktu tertentu. Yang perlu diperhatikan adalah perhatian terhadap daya tahan tubuh yang memiliki peranan penting dalam hal ini. Perlu dicatat, kekuatan sistem imun dipengaruhi pola hidup yang dijalankan setiap hari. Kecukupan nutrisi, olahraga, tidak merokok dan menjaga kebersihan tangan bisa membantu melindungi tubuh dari infeksi.

 

Edittor :

Linda Herliana Departemen Ilmu Penyakit Telinga Hidung Tenggorok Rumah Sakit Permata Depok

Jadwal Praktek RS Permata Depok :


Varises tungkai, apakah bisa dicegah?

09 July 2020

Varises tungkai merupakan pelebaran pembuluh darah balik (vena) di tungkai yang disebabkan oleh adanya penumpukan darah di dalam pembuluh tersebut. Pembuluh darah vena berfungsi untuk mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Pembuluh ini memiliki katup satu arah yang bekerja mencegah kembalinya darah ke tempat yang sudah dilewatinya (reflux). Apabila terjadi kelemahan atau rusak pada katup ini maka akan menyebabkan penumpukan darah pada pembuluh tersebut dan menyebabkan pembuluh vena melebar. Hal ini bisa ditandai dengan menonjolnya pembuluh darah yang berkelok-kelok berwarna ungu atau biru gelap.

Read more

Yang Mematikan Dalam Diam

07 July 2020

Penyakit Hipertensi sering kali disebut the silent killer karena sebagian besar penderitanya tidak mengalami gejala, sehingga tidak menyadari bahwa tubuhnya telah terkena hipertensi. Dalam beberapa kasus, penderita baru mengetahuinya setelah terjadi komplikasi seperti nyeri dada, sesak, kelumpuhan, dll.

Read more

Apakah Epilepsi penyakit kutukan?

29 June 2020

Epilepsi atau masyarakat banyak menyebutnya ayan merupakan gangguan yang terjadi pada sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik yang abnormal. Epilepsi bisa menimbulkan kejang, sensasi dan perilaku yang tidak normal, sampai kehilangan kesadaran. Epilepsi juga merupakan salah satu penyebab terbanyak morbiditas di bidang saraf anak, yang berdampak terhadap tumbuh-kembang anak.

Read more