Tangkal Kekhawatiran Pasien Maag untuk Berpuasa

Tangkal Kekhawatiran Pasien Maag untuk Berpuasa

18 May 2019

Sudah menjadi kewajiban bagi pasien maag untuk menjaga keteraturan makan. Namun, jika sudah memasuki bulan Ramadhan tentunya, pasien maag juga ingin berpuasa. Bagaimana caranya agar pasien maag dapat berpuasa tanpa mengkhawatirkan maagnya kambuh? Baca informasi selengkapnya pada artikel di bawah ini…

Saat puasa, pola makan menjadi dua kali sehari, yakni saat sahur dan berbuka. Hal tersebut berdampak pada fungsi fisiologis tubuh sehingga dapat menyebabkan peningkatan asam lambung saat perut kosong di siang hari. Asam lambung yang berlebihan dapat menimbulkan peradangan pada lambung yang dikenal dengan maag. Pembahasan lebih lanjut mengenai gejala maag dapat Sahabat Permata baca di https://rspermata.co.id/articles/read/dispepsia-primadona-yang-dikenal-dengan-mag.

Maag terdiri dari fungsional dan organik, penegakkan diagnosis untuk membedakan kedua jenis maag tersebut melalui pemeriksaan teropong saluran pencernaan atas yang disebut dengan endoskopi. Bagi pasien maag organik akan ditemukan gangguan pada organ pencernaan, misalnya luka pada lambung dan usus halus sehingga diperlukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter jika ingin berpuasa. Lain halnya dengan pasien maag fungsional, tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan endoskopi sehingga tetap diperbolehkan berpuasa.

Untuk itu, pasien maag perlu memerhatikan beberapa hal di bawah ini agar dapat tetap melaksanakan puasa dengan tenang:

  • Saat sahur, mengonsumsi karbohidrat kompleks yang lebih lambat dicerna tubuh agar tidak mudah lapar dan lemas. Makan mendekati waktu imsak. Usahakan untuk selalu sahur setiap harinya.
  • Saat maghrib segera berbuka, jangan menunda waktu makan. Hindari langsung makan dalam porsi besar. Makan sedikit, namun sering dengan membagi waktu makan antara buka puasa hingga sahur.
  • Hindari makanan yang dapat meningkatkan asam lambung, seperti coklat, makanan berlemak, gorengan serta makanan yang dapat merusak dinding lambung, misalnya cuka dan makanan pedas.
  • Minum air putih 8 gelas per hari saat sahur dan berbuka untuk mencukupi kebutuhan cairan selama berpuasa. Konsumsi jus buah diperbolehkan namun hindari buah yang asam. Hindari minuman yang mengandung kafein, seperti kopi, soda, dan minuman berenergi.
  • Minum obat lambung sesuai anjuran dokter saat sahur dan berbuka. Hindari obat yang dapat mengiritasi lambung, yakni obat nyeri non steroid.
  • Hindari kebiasaan langsung tidur setelah makan sahur atau makan malam karena dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke daerah kerongkongan dan menyebabkan GERD (gastroesophageal reflux disease).
  • Hindari stress yang dapat pula memicu peningkatan asam lambung.

Sahabat Permata, maag bukan menjadi penghalang untuk memaksimalkan ibadah selama bulan Ramadhan, khususnya puasa. Dengan memperhatikan hal-hal yang telah disebutkan di atas, Sahabat Permata dapat menjalankan puasa tanpa khawatir maagnya akan kambuh kembali. Untuk berkonsultasi lebih lanjut mengenai keluhan maag yang dirasakan oleh Sahabat Permata dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter kami pada jadwal berikut ini :

RS Permata Depok

RS Permata Bekasi

Di rumah Sakit Permata Depok tersedia pemeriksaan endoskopi untuk memastikan gejala maag yang Sahabat Permata rasakan merupakan jenis fungsional atau organik. Selain itu, dapat pula menjadi evaluasi pengobatan bagi Sahabat Permata yang menderita maag organik. Segera konsultasikan dengan Dokter kami, ya..

 

Referensi:

  1. Narasumber dr Taufan Harun H., SpPD
  2. Editor dr Erina Nindya Lestari
  3. http://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-gastritis
  4. http://www.emedicinehealth.com/gastritis/article_em.htm
  5. http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/08/Brosur-Diet-Lambung.pdf
  6. Sadeghpour S, Keshteli AH, Daneshpajouhnejad P. Ramadan fasting and digestive disorders: SEPAHAN systematic review. Journal of Research in Medical Sciences; 2012; 7(1): S150-7.

Sunblock Versus Sunscreen, Samakah ?

10 September 2019

Tahukah Sahabat Permata, bahwa kulit kita sangat butuh proteksi, terutama dari sinar matahari ? Pertanyaannya, bagaimana cara kita untuk proteksi kulit kita? Di pasaran, beredar produk sunblock dan sunscreen yang memiliki klaim proteksi pada kulit. Dua istilah ini apakah merujuk pada fungsi proteksi yang sama ? Ataukah berbeda? Yuk, simak penjelasan selanjutnya.

Read more

Angin Duduk, Berbahayakah ?

10 September 2019

Siapa yang tidak pernah mendengar angin duduk? Bila seseorang mengalami angin duduk, tidak jarang kita melihat bahwa sekitarnya akan menyarankan untuk di urut atau pijat untuk mengeluarkan angin duduk tersebut. Namun, tahukah Anda angin duduk bisa menjadi alarm bahaya bagi kita?

Read more

Stroke, Cari Tahu Gejala dan Pencegahannya Sejak Dini!

15 June 2019

Serangan stroke yang terjadi secara tiba-tiba, tubuh lemas satu sisi, bicara pelo, hingga mulut mencong tentunya menimbulkan kekhawatiran bagi Sahabat Permata. Yuk, kenali gejalanya lebih dalam melalui pembahasan dalam artikel di bawah iniā€¦

Read more