Semua Yang Kamu Harus Tahu: Jerawat

Semua Yang Kamu Harus Tahu: Jerawat

09 September 2021

Akne Vulgaris, merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri. Penyakit ini terjadi ketika peradangan kronis terjadi pada folikel pilosebasea. Gejala dari penyakit ini berbagai macam, dapat berupa komedo, tonjolan pada kulit, kista, hingga tonjolan berisi nanah yang biasa disebut oleh masyarakat sebagai jerawat. Tempat terjadinya penyakit ini bermacam-macam. Namun, umumnya tempat terjadinya penyakit ini adalah pada wajah dan leher (99%), punggung (60%), dada (15%), bahu, dan tangan atas. Umumnya penyakit ini menimbulkan rasa gatal dan nyeri. Biasanya kulit berminyak lebih sering mengalami penyakit ini.

Umumnya, Akne Vulgaris dimulai pada usia 12-15 tahun, puncak keparahannya adalah usia 17-21 tahun. Penyakit ini merupakan penyakit tersering yang dialami oleh remaja usia 15-18 tahun. Penyebab pasti dari Akne Vulgaris belum diketahui secara pasti. Namun, proses pasti yang dapat menimbulkan penyakit ini adalah produksi sebum yang meningkat, hiperproliferasi dari folikel pilosebasea, kolonisasi Propionibacterium acnes, dan proses inflamasi.

Hormon androgen berfungsi untuk menghasilkan sebum. Apabila meningkat, maka akan dihasilkan sebum yang berlebih. Sebum yang menumpuk menjadi komedo akan memicu proses peradangan sehingga terjadilah jerawat. Meski begitu, tidak semua pasien yang mengalami masalah jerawat mengalami masalah hormon. Bisa jadi terdapat kelainan pada respon sel terhadap hormon androgen sehingga terjadi peningkatan sebum berlebih. Kelainan pada folikel pilosebasea berujung pada penebalan lapisan granulosum, penumpukan lemak dan membuat sumbatan yang disebut sebagai komedo. Komedo kemudian akan memacu terjadinya peradangan sehingga munculah jerawat. Bakteri P. Acnes merupakan bakteri utama pada infra infundibulum dan menghampiri kulit melalui aliran sebum. Apabila bakteri meningkat, berkumpul, dan berkoloni maka akan berujung pada peradangan hingga terjadinya jerawat.

Meskipun penyakit ini dapat sembuh sendiri, tatalaksana dapat dilakukan untuk mempercepat penyembuhan, mencegah pembentukan akne baru, serta mencegah kerusakan jaringan pasca jerawat yang permanen. Pengobatan dari penyakit ini adalah dengan mencuci wajah minimal 2 kali sehari dengan sabun wajah. Selain itu, dapat diberikan obat sesuai

Hormon androgen berfungsi untuk menghasilkan sebum. Apabila meningkat, maka akan dihasilkan sebum yang berlebih. Sebum yang menumpuk menjadi komedo akan memicu proses peradangan sehingga terjadilah jerawat. Meski begitu, tidak semua pasien yang mengalami masalah jerawat mengalami masalah hormon. Bisa jadi terdapat kelainan pada respon sel terhadap hormon androgen sehingga terjadi peningkatan sebum berlebih. Kelainan pada folikel pilosebasea berujung pada penebalan lapisan granulosum, penumpukan lemak dan membuat sumbatan yang disebut sebagai komedo. Komedo kemudian akan memacu terjadinya peradangan sehingga munculah jerawat. Bakteri P. Acnes merupakan bakteri utama pada infra infundibulum dan menghampiri kulit melalui aliran sebum. Apabila bakteri meningkat, berkumpul, dan berkoloni maka akan berujung pada peradangan hingga terjadinya jerawat.

Meskipun penyakit ini dapat sembuh sendiri, tatalaksana dapat dilakukan untuk mempercepat penyembuhan, mencegah pembentukan akne baru, serta mencegah kerusakan jaringan pasca jerawat yang permanen. Pengobatan dari penyakit ini adalah dengan mencuci wajah minimal 2 kali sehari dengan sabun wajah. Selain itu, dapat diberikan obat sesuai.

Hormon androgen berfungsi untuk menghasilkan sebum. Apabila meningkat, maka akan dihasilkan sebum yang berlebih. Sebum yang menumpuk menjadi komedo akan memicu proses peradangan sehingga terjadilah jerawat. Meski begitu, tidak semua pasien yang mengalami masalah jerawat mengalami masalah hormon. Bisa jadi terdapat kelainan pada respon sel terhadap hormon androgen sehingga terjadi peningkatan sebum berlebih. Kelainan pada folikel pilosebasea berujung pada penebalan lapisan granulosum, penumpukan lemak dan membuat sumbatan yang disebut sebagai komedo. Komedo kemudian akan memacu terjadinya peradangan sehingga munculah jerawat. Bakteri P. Acnes merupakan bakteri utama pada infra infundibulum dan menghampiri kulit melalui aliran sebum. Apabila bakteri meningkat, berkumpul, dan berkoloni maka akan berujung pada peradangan hingga terjadinya jerawat.

Meskipun penyakit ini dapat sembuh sendiri, tatalaksana dapat dilakukan untuk mempercepat penyembuhan, mencegah pembentukan akne baru, serta mencegah kerusakan jaringan pasca jerawat yang permanen. Pengobatan dari penyakit ini adalah dengan mencuci wajah minimal 2 kali sehari dengan sabun wajah. Selain itu, dapat diberikan obat sesuai dengan derajat penyakit yang diresepkan oleh dokter. Obat-obat tersebut meliputi retinoid, antimikroba, hingga isotretinolin.

 

 

Referensi:

  1. Akne Vulgaris. Buku Ajar Kulit Kelamin FKUI 2019. Jakarta: Penerbit FKUI; 2019.
  2. Sitohang IBS. Patofisiologi terkini akne vulgaris. MDVI; 2011. 38(3):149-52
  3. Gollnick H et al, Management of acne: a report from a Global Alliance to Improve Outcomes in Acne. J Am Acad Dermatol. 2003 Jul; 49 (1 Suppl): S1-37.

Anemia Pada Ibu Hamil

16 September 2021

Anemia pada ibu hamil adalah kekurangan sel darah merah atau hemoglobin pada ibu hamil dengan kadar Hb< 11 g/dL pada trimester 1, <10,5 g/dL di trimester 2, dan <11 g/dL di trimester 3. Komplikasi yang dapat disebabkan oleh anemia pada ibu hamil meliputi abruptio placenta, abortus, kelahiran prematur, dan neural tube defect.

Read more

Baby Blues: Gangguan Mood Pada Ibu Yang Baru Melahirkan

26 August 2021

Baby Blues atau postpartum blue seringkali disamakan dengan depresi postpartum. Meski begitu, sebenarnya Baby Blues merupakan gangguan yang berbeda dengan depresi postpartum. Baby blue merupakan kejadian yang lebih ringan dan lebih sering terjadi.

Read more