Sayangi Tulangmu Sejak Dini

Sayangi Tulangmu Sejak Dini

01 April 2020

Sayangi Tulangmu Sejak Dini

Halo  sahabat Permata, masih ingat fungsi tulang dalam tubuh kita? Ya, tulang memiliki beberapa fungsi  dalam tubuh kita antara lain memberi bentuk tubuh, melindungi organ-organ dalam, tempat melekatnya otot dan tempat penyimpanan kalsium serta tempat pembentukan sel sel darah. Kalsium zat yang sangat berperan penting dalam kesehatan tulang, kalsium berfungsi untuk membuat tulang tetap kuat dan sehat. Tulang terus mengalami perubahan yaitu terus diperbaharui  dan terus menua. Tulang yang menua kemudian rusak dan digantikan dengan pertumbuhan sel tulang yang baru. Di usia muda, tulang yang rusak akan sangat cepat diperbaharui sedangkan semakin tua kemampuan itu semakin menurun.

Sahabat Permata, sebelum dijelaskan lebih lanjut, kita harus tahu terlebih dahulu mengapa penting menjaga kesehatan tulang sejak dini. Dilansir dari Industri.co.id disampaikan bahwa Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Gizi Departemen Kesehatan RI pada tahun 2005 melaporkan data Osteoporosis (pengeroposan tulang) di 16 wilayah Indonesia menunjukkan prevalensi osteopenia (pengeroposan tulang lebih  dini) mencapai 41,7% sedangkan prevalensi osteoporosis (pengeroposan tulang) mencapai 10.3%. Ditarik kesimpulan berarti 2 dari 5 penduduk Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis, dimana 41.2% dari sampel berusia kurang dari 55 tahun telah terdeteksi menderita osteopenia.

Lalu apakah bahaya ketika tulang sudah tidak sehat di kemudian nanti? Jawabannya tentu sangat mengganggu dan menjadi masalah bagi kehidupan, karena tulang yang mengalami pengeroposan berisiko tinggi untuk mengalami  patah tulang, jika patah tulang terjadi di usia tua, perbaikan tulang tidak sebagus ketika usia muda, maka aktifitas sehari-hari akan terbatas. Bayangkan jika seseorang terbatas aktifitasnya  seperti sedia kala? Sulit bukan? Maka selanjutnya disebut dengan daily activity terganggu. Tidak hanya itu, bahaya jatuh karena patah tulang juga bisa mengancam terjadinya cedera pada organ penting tubuh manusia, seperti kepala. Jika kepala cedera dan mengalami trauma otak, maka akan menyebabkan kelumpuhan, kehilangan kesadaran, gangguan berbicara, keseimbangan dan banyak lagi yang mungkin akan terganggu. Oleh karena itu, sedari dini, kita perlu untuk menjaga kesehatan tulang kita, agar hidup kita lebih berarti di masa tua.  

Lalu, bagaimana agar sahabat Permata tetap menjaga kesehatan tulang sebelum menua? Berikut beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga tulang tetap sehat dan kuat :

  • Mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi kalsium. Contoh makanan sumber kalsium yaitu : produk susu, kacang almond, yogurt, keju, brokoli, kangkung, salmon, sarden, produk kedelai seperti tahu. Jika kesulitan mendapatkan kalsium dari makanan, bisa ditambahkan suplemen kalsium dari dokter anda.
  • Aktifitas fisik diketahui mampu menurunkan risiko penyakit pengeroposan tulang.
  • Menghindari rokok, alkohol dan kafeinkarena ketiga hal ini berisiko meningkatkan penyakit pengeroposan tulang.
  • Perlunya menurunkan berat badan, terutama bagi yang memiliki berat badan mencapai BMI overweight/obese dan bagi yang berat badan sudah ideal perlu untuk tetap menjaganya.
  • Vitamin D juga diperlukan untuk menjaga tulang tetap sehat karena vitamin D membantu penyerapan kalsium kedalam tulang. Adapun makanan yang mengandung vitamin D antara lain : salmon, tuna, trout, dan bandeng. Selain itu bisa juga jamur, telur, dan makanan yang diperkaya susu dan sereal.
  • Menghindari obat-obatan yang tidak dianjurkan oleh dokter, terutama obat-obatan yang disebut dengan glucocorticoid, obat ini dapat mengurangi kepadatan tulang, biasanya obat-obatan ini hanya dipakai dengan dosis tertentu sesuai dengan ketentuan yang diberikan dokter terhadap suatu penyakit pasien.

Berikut ini akan kami jabarkan beberapa faktor yang tidak bisa kita ubah namun mempengaruhi kesehatan tulang, yaitu :

  • Usia, semakin tua seseorang, kemampuan pembaharuan tulang juga semakin berkurang. Puncak pembaharuan tulang terbaik terjadi sekitar usia 30 tahun.
  • Jenis kelamin, dalam sebuah penelitian, perempuan memiliki risiko pengeroposan tulang lebih besar dibanding laki-laki. Hal ini disebabkan pengaruh hormonal yang menurun ketika sudah mengalami fase menopause.
  • Etnis, wanita berkulit putih dan wanita asia lebih tinggi risiko pengeroposan tulang dibanding  wanita afrika atau amerika.
  • Keturunan,memiliki keluarga yang menderita penyakit kepadatan tulang maka akan meningkatkan risiko menurunnya kesehatan tulang kita.

Penurunan kesehatan tulang juga dapat disebabkan oleh adanya penyakit lain yang mempengaruhi kepadatan tulang, maka sahabat permata yang memiliki kondisi penyakit berikut harus sering mengontrol penyakitnya kepada dokter terkait karena dapat melibatkan kesehatan tulang, adapun penyakit tersebut antara lain :

· Anorexia nervosa

· Asma/alergi

· Kanker

· Cushing’s disease

· Diabetes

· Hiperparatiroid

· Hipertiroid

· Inflammatory bowel disease

· Intoleransi laktosa

· Lupus

· Penyakit hati atau ginjal

· Penyakit paru

· Multiple sclerosis

· Rematik

Oleh karena itu, bagi sahabat Permata, masih belum terlambat untuk menjaga tulang kita tetap sehat, karena penurunan kepadatan tulang sifatnya irreversible (tidak dapat kembali lagi), selagi masih memiliki waktu untuk menjaga kesehatan tulang kita, maka sebaiknya kita maksimalkan dengan melakukan hal-hal yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Bagi orang tua atau pasien dengan masalah penurunan kepadatan tulang, mencegah untuk perburukan lebih lanjut tetap dapat melakukan hal-hal yang telah disebutkan di atas, kemudian bisa ditambah dengan aktifitas senam osteoporosis (menghindari aktifitas fisik yang berat), memantau risiko jatuh (dengan menurunnya kepadatan tulang maka risiko jatuh menjadi kekhawatiran yang tinggi, sebab jika jatuh pasien berisiko mendapatkan penyakit lain seperti patah tulang, trauma dada maupun trauma kepala), yang bisa dilakukan lagi yaitu meningkatkan paparan sinar  matahari /sinar ultra violet. Selanjutnya bisa ditambahkan obat-obatan dari dokter yang menangani penyakit pasien.

 

editor :

  1. Agus Maruli, SpOT
  2. Fenti Erlianti

Sumber :

  1. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/bone-health/art-20045060
  2. https://www.bones.nih.gov/health-info/bone/bone-health/bone-health-life-health-information-basics-you-and-your-familyv
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6683260/
  4. https://www.aafp.org/afp/2015/0815/p261.html

Varises tungkai, apakah bisa dicegah?

09 July 2020

Varises tungkai merupakan pelebaran pembuluh darah balik (vena) di tungkai yang disebabkan oleh adanya penumpukan darah di dalam pembuluh tersebut. Pembuluh darah vena berfungsi untuk mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Pembuluh ini memiliki katup satu arah yang bekerja mencegah kembalinya darah ke tempat yang sudah dilewatinya (reflux). Apabila terjadi kelemahan atau rusak pada katup ini maka akan menyebabkan penumpukan darah pada pembuluh tersebut dan menyebabkan pembuluh vena melebar. Hal ini bisa ditandai dengan menonjolnya pembuluh darah yang berkelok-kelok berwarna ungu atau biru gelap.

Read more

Yang Mematikan Dalam Diam

07 July 2020

Penyakit Hipertensi sering kali disebut the silent killer karena sebagian besar penderitanya tidak mengalami gejala, sehingga tidak menyadari bahwa tubuhnya telah terkena hipertensi. Dalam beberapa kasus, penderita baru mengetahuinya setelah terjadi komplikasi seperti nyeri dada, sesak, kelumpuhan, dll.

Read more

Apakah Epilepsi penyakit kutukan?

29 June 2020

Epilepsi atau masyarakat banyak menyebutnya ayan merupakan gangguan yang terjadi pada sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik yang abnormal. Epilepsi bisa menimbulkan kejang, sensasi dan perilaku yang tidak normal, sampai kehilangan kesadaran. Epilepsi juga merupakan salah satu penyebab terbanyak morbiditas di bidang saraf anak, yang berdampak terhadap tumbuh-kembang anak.

Read more