Rekomendasi Aktivitas Fisik Untuk Osteoarthritis

Rekomendasi Aktivitas Fisik Untuk Osteoarthritis

29 January 2020

Sahabat Permata, aktivitas fisik  merupakan komponen penting dalam kesehatan masyarakat. Terlebih pada pasien dengan Osteoarthritis. Namun sebelum kita membahas mengenai aktivitas fisik yang disarankan, yuk kenali dulu apa sih Osteoarthritis itu.

Osteoarthritis (OA) dapat didefenisikan sebagai penyakit sendi degeneratif dan progresif yang mengenai mereka di usia lanjut, atau dewasa muda, dimana tulang rawan kartilago yang melindungi ujung tulang mulai rusak, disertai perubahan pada tepi sendi dan tulang. Biasanya OA ini mulai meningkat keluhannya pada usia 40 – 60 tahun, dan semakin tua akan semakin meningkat penderitanya. OA umumnya terkait dengan sendi yang menopang tubuh, diantaranya panggul, tulang belakang, bahu, lutut, dan sendi jari tangan. Nah, OA sendiri memiliki beberapa faktor resiko yang meningkatkan terjadinya OA. Faktor resiko tersebut yakni usia yang semakin tua, jenis kelamin perempuan, obesitas (meningkatkan 2,96 kali lebih tinggi meningkatkan resiko OA), faktor genetik, aktivitas fisik dengan dengan gerakan berulang pada sendi yang menopang berat tubuh, adanya riwayat cedera dan adanya kelemahan otot.

Bagi penderita OA, nyeri yang dirasakan dan keterbatasan aktivitas yang dirasakan bukan hanya sebatas penyakit, namun lebih jauh lagi dapat mempengaruhi kualitas hidup, kesehatan mental dan psikologis pasien. Penatalaksanaan nyeri akibat osteoarthritis harus dilakukan secara komprehensif dan holistik mencakup pemberian terapi obat nyeri yang adekuat dan rehabilitasi medis yang bertujuan untuk mengurangi nyeri akibat osteoarthritisnya, mengurangi komplikasi dan melakukan evaluasi aktivitas sehari hari yang dapat membuat nyeri berulang dan semakin memberat. Penanganan awal Osteoarthritis (OA) dapat dimulai dengan memilih dan melakukan aktivitas fisik yang cukup dan tidak membebani sendi. Apa saja rekomendasi aktivitas fisik untuk pasien OA? Yuk, kita bahas lebih lanjut.

Latihan Fisik yang disarankan seperti apa?

Pada pasien OA, paradigma melakukan aktivitas fisik dahulunya, merupakan sesuatu hal yang dilarang. Hal ini terkait dengan hipotesis fenomena wear and tear yakni semakin berat aktivitas fisik yang dilakukan, maka proses degenerasi akan semakin berat dan cepat. Tentu, bila dikaitkan dengan OA maka aktivitas fisik menjadi hal yang dilarang. Namun, paradigma ini kini sudah ditinggalkan, dimana aktivitas fisik sudah dianggap menjadi bagian dari terapi pada pasien OA. Aktivitas fisik dan latihan fisik sangat disarankan untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi sendi.

Secara umum, aktivitas yang bermanfaat untuk kesehatan sebaiknya memenuhi kriteria FITT (frequency, intensity, time, type). Frekuensi (frequency) adalah seberapa sering aktivitas dilakukan, Intensitas (intensity) adalah seberaa keras aktivitas dilakukan, biasanya dibagi menjadi intensitas rendah, sedang dan tinggi. Waktu (time) mengacu pada durasi kegiatan, dan jenis (type) aktivitas fisik yang dilakukan. Bagimana penerapan FITT terhadap rekomendasi latihan pada OA? Simak di bawah ini ya.

  • Frekuensi
    • Lakukan latihan minimal 3 kali seminggu untuk aerobik
    • Latihan resistensi dilakukan minimal 2 sampai 3 kali per minggu (jangan berurutan)
    • Latihan fleksibilitas dilakukan minimal setiap hari
  • Intensitas
    • Latihan aerobik sebaikny adilkaukan mulai dari intensitas rendah
    • Latihan resistensi dimulai dengan beban yang rendah dengan repetisi yang rendah pula, kemudian akan meningkat seiring dengan toleransi
  • Waktu
    • Latihan aerobik dimulai denggan durasi sekitar 5 – 10 menit hingga meningkat menjadi 20 – 30 menit setiap hari (sesuai toleransi), dengan target akhir adalah mencapai 150 menit dengan intensitas sedang setiap minggu.
    • Lakukan latihan resistensi minimal satu set, dengan 10 – 15 kali pengulangan
  • Jenis

Beberapa latihan yang disarankan, yakni :

    • Latihan Manual

Latihan manual merupakan latihan berupa  gerakan pasif yang dilakukan fisioterapis dengan tujuan meningkatkan gerakan sendi dan mengurangi kekakuan sendi. Tekni yang dipakai umumnya melatih ROM secara pasif, meltih jaringan sekitar sendi secara pasif, meregangkan otot atau mobilisasi jaringan lunak, dan massage .

    • Latihan Aerobik

Latihan aerobik seperti berjalan dapat disarankan untuk pasien OA. Latihan aerobik dengan intensitas  sedang sampai berat, disarankan seara rutin 3- 60 menit/hari selama >5 hari minggu, dimana aktivitas yang dapat dilakukan seperti jalan pelan, renang cepat dan bersepeda santai. Sedangkan intensitas berat, disarankan seperti 20-60 menit selama 3-5 hari/minggu, seperti jogging, renang cepat dan bersepeda cepat.

    • Latihan resistensi

Latihan resistensi merupakan latihan yang bertujuan untuk meningkatkan massa, tonus, kekuatan, dan daya tahan otot dengan mengkontraksikan otot. Cara yang umum digunakan adalah dengan angkat beban. Latihan resistensi ini dapat dilakukan 2-3 hari/minggu dengan intensitas sedang – berat dan diulang minimal 6 – 12 kali, setiap sesinya.Contohnya :

Straight Leg Test : Duduk tegak, luruskan dan angkat satu tungkai sampai maksimal. Tahan sekitar 10 detik, turunkan, dan ulangi pada tungkai yang lain. Lakukan pengulangan 10 kali.

    • Latihan Fleksibilitas

Latihan ini adalah latihan yang bertujuan untuk meningkatkan ruang gerak sendi, kekuatan, keseimbangan dan daya tahan pasien. Latihan yang disarankan seperti yoga, stretching, pilates. Latihan ini dapat dilakukan lebih dari 2 – 3 hari/minggu dengan waktu peregangan 10-30 detik. Pada usia lanjut, durasi peregangan disarankan lebih lama, sekitar 30-60 detik. Contoh gerakan untuk meningkatkan ruang gerak sendi seperti dibawah ini:

    • Latihan Neuromotor

Latihan ini bertujuan untuk melatih keseimbangan, koordinasi, cara jalan dan propioseptif. Latihan yang disarankan seperti Tai chi, sapat dilakukan setiap 20-30 menit/hari , selama 2-3 hari per minggu.

Pada penerapannya, latihan fisik yang disarankan adalah kombinasi dari keempat komponen di atas. Namun, pelaksanaannya tetap mempertimbangkan usia, mobilitas dan komorbiditas pada masing – masing pasien.

Selain itu, terdapat hal – hal yang harus diperhatikan dalam memulai latihan fisik, yakni :

  1. Hindari latihan yang berlebihan/berat pada saat sedang peradangan
  2. Peningkatan durasi dari aktivitas fisik harus sejalandengan peningkatan intensitas aktivitas fisik
  3. Lakukan pemasanan dan pendinginan yang cukup minimal 5 -10 menit setiap kali memulai latihan
  4. Ketidaknyamanan di awal saat melakukan aktivitas fisik adalah hal yang biasa, tetap lakukan dengan intensitas dan durasi yang rendah terlebih dahulu sangat disarankan.
  5. Gunakan sepatu yang memiliki “shock absorbtion” yang akan membantu dalam pergerakan
  6. Tetap lakukan diet untuk menurunkan berat badan bagi pasien OA.

Pasien OA dengan obesitas, lebih disarankan melakukan aktivitas di air seperti berenang. Hal ini bertujuan untuk mengurangi gaya yang dibebankan pada sendi. Latihan resistensi yang disarankan bisa dengan posisi duduk, latihan resistensi akan sangat diperlukan bila pasien sedang menjalani program diet, untuk menghindari hilangnya massa otot tanpa lemak yang akan menyebabkan kelemahan otot.

Editor : dr. Nindia Latwo Septipa 

Narasumber : dr. Evi Rachmawati, Sp.KFR

Sumber

https://www.versusarthritis.org/about-arthritis/conditions/osteoarthritis-of-the-knee/

https://www.webmd.com/osteoarthritis/features/oa-knee-hip-exercises#3

https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/exercise-rx-for-overcoming-osteoarthritis


USG 4D Deteksi Janin Dalam Rahim

22 April 2020

Tak asing rasanya mendengar pemeriksaan USG (Ultrasonografi) pada ibu hamil. Namun tahukah Anda bahwa USG memiliki bermacam jenis, salah satunya adalah USG 4D atau USG 4 Dimensi?

Read more

Pelayanan RS Permata Depok dan Bekasi

02 June 2020

Rumah Sakit Permata Depok dan Rumah Sakit Permata Bekasi membentuk gugus tugas dari awal bulan Maret hingga sekarang untuk mendiskusikan dan membantuk alur pelayanan yang aman, nyaman dan sesuai protokol kesehatan selama Pandemi. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan pelayanan pengobatan, karena kesehatan salah satu hal pokok dalam kehidupan.

Read more

Computer Vision Syndrome ( CVS )

06 May 2020

Pengaruh pemakaian gadget yang lama dan sering bisa meningkatkan gejalaComputer Vision Syndrome ( CVS ).

Read more