Pernah mengalami Abses Perianal (nanah sekitar anus) ?

Pernah mengalami Abses Perianal (nanah sekitar anus) ?

17 June 2020

Abses (nanah) perianal ialah abses yang berada di sekitar masuknya lubang anus sampai di dalam anus manusia. Abses merupakan suatu kondisi yang menandakan adanya infeksi membentuk suatu rongga yang diisi dengan cairan purulen (kuning kental-nanah). Abses perianal merupakan abses yang paling sering terjadi di sekitaran anorektal (anus-rektum). Kondisi ini tentunya membuat sangat tidak nyaman bagi pasien.  Jika kondisi ini terlambat ditatalaksana maka bisa menjalar di daerah sekitarnya.

90% penyabab dari abses perianal ini ialah disebabkan adanya obstruksi (hambatan) yang tidak spesifik dan juga adanya infeksi di daerah anus atau rektum. Menjaga kebersihan anus sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi atau abses perianal. Penyebab lain bisa juga karena penyakit  inflammatory bowel diseases (IBD), trauma, atau kanker.  Penyakit ini terjadi rata-rata pada orang usia 40 tahun, laki-laki dua kali lebih sering berkembang menjadi abses dibanding perempuan.

Tanda dan gejala :

  • Nyeri yang sedang hingga berat di daerah anus
  • Karakter nyeri bisa tumpul, tajam, tertarik atau berdenyut
  • Dapat disertai demam, menggigil, sembelit, atau diare
  • Nyeri sekitar lubang anus
  • Adanya cairan nanah berbau yang mengalir/keluar terkadang juga disertai darah

Pemeriksaan fisik biasanya cukup untuk mendiagnosis penyakit ini, namun jika kondisinya terdapat massa yang besar atau berfluktuasi maka pemeriksaan penunjang lain dibutuhkan. Selulitis bisa menjadi diagnosis banding biasanya ditandai denagn area peradangan yang menyebar, area berfluktuasi dan batas terlihat jelas. CT Scan atau MRI digunakan jika penyebab tidak jelas diketahui, dan pada pasien-pasien dengan immunocompromised yang tidak menunjukkan gejala karena tidak adanya peradangan. USG Anorektal dibutuhkan walaupun penggunaanya bisa menimbulkan sakit yang berlebih.

Gambar USG abses perianal

https://prod-images-static.radiopaedia.org/images/5668490/5501c3c714cfc631db09209511025d_big_gallery.jpg

 

Pengobatan :

Abses perianal, keadaan yang diindikasikan untuk dilakukan insisi drainase (pengeluaran nanah). Pemberian antibiotik tanpa adanya pembedahan tidak efektif. Jika sudah dikeluarkan nanah dengan bersih antibiotik tidak diperlukan kecuali ada keadaan tertentu seperti adanya penyakit katub jantung, immunocompromised, Diabetes mellitus, atau kondisi jatuh sepsis. Antibiotik juga diindikasikan jika pasien memiliki infeksi sistemik yang serius atau kondisi selulitis yang signifikan.

Pengeluaran nanah dapat dilakukan di ruang bedah atau di instalasi gawat darurat, pembiusan lokal 1% lidocain dapat diberikan terlebih dahulu sebelum dilakukan tindakan. Setelah tindakan edukasi sitz bath dapat menjadi solusi untuk menghilangkan nyerinya.

Jika abses sudah terlalu besar, dibutuhkan ruang operasi dengan peralatan yang lebih lengkap, termasuk obat-obatan anastesi yang memadai.

Abses perianal dapat disembuhkan sesuai dengan waktu pembedahannya. Semakin cepat diketahui dan ditatalaksana maka penyembuhan semakin baik, sebaliknya semakin terlambat maka risiko penyebaran abses semakin meluas.

Sumber :

Edittor :

  1. dr. Ignatius Widijatno P. N., SpB
  2. dr. Fenti Erlianti

Jadwal Praktek RS Permata Bekasi


Varises tungkai, apakah bisa dicegah?

09 July 2020

Varises tungkai merupakan pelebaran pembuluh darah balik (vena) di tungkai yang disebabkan oleh adanya penumpukan darah di dalam pembuluh tersebut. Pembuluh darah vena berfungsi untuk mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Pembuluh ini memiliki katup satu arah yang bekerja mencegah kembalinya darah ke tempat yang sudah dilewatinya (reflux). Apabila terjadi kelemahan atau rusak pada katup ini maka akan menyebabkan penumpukan darah pada pembuluh tersebut dan menyebabkan pembuluh vena melebar. Hal ini bisa ditandai dengan menonjolnya pembuluh darah yang berkelok-kelok berwarna ungu atau biru gelap.

Read more

Yang Mematikan Dalam Diam

07 July 2020

Penyakit Hipertensi sering kali disebut the silent killer karena sebagian besar penderitanya tidak mengalami gejala, sehingga tidak menyadari bahwa tubuhnya telah terkena hipertensi. Dalam beberapa kasus, penderita baru mengetahuinya setelah terjadi komplikasi seperti nyeri dada, sesak, kelumpuhan, dll.

Read more

Apakah Epilepsi penyakit kutukan?

29 June 2020

Epilepsi atau masyarakat banyak menyebutnya ayan merupakan gangguan yang terjadi pada sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik yang abnormal. Epilepsi bisa menimbulkan kejang, sensasi dan perilaku yang tidak normal, sampai kehilangan kesadaran. Epilepsi juga merupakan salah satu penyebab terbanyak morbiditas di bidang saraf anak, yang berdampak terhadap tumbuh-kembang anak.

Read more