Pelayanan RS Permata Depok dan Bekasi

Pelayanan RS Permata Depok dan Bekasi

02 June 2020

Pelayanan RS Permata Depok dan Bekasi selama Pandemi Covid-19

Kesehatan menjadi salah satu pokok bahasan utama dalam kehidupan. Tidak dipungkiri setiap harinya selalu ada yang sakit dan membutuhkan pertolongan rumah sakit. Kondisi Pandemi yang baru pertama kali masuk di Indonesia, membuat semua orang diharapkan tidak keluar rumah barang sedikit pun agar mampu menekan grafik kasus infeksi Covid-19 tetap melandai dibawah garis kemampuan pelayanan di Rumah Sakit.

Sakit dan membutuhkan pengobatan di rumah sakit tidak bisa digantikan dengan perawatan di rumah saja, usaha konsultasi kesehatan secara online menjadi solusi sementara ketika gejala gangguan kesehatan muncul pada seseorang, namun ada saatnya kebutuhan berobat menjadi solusi pertama dan tidak dapat ditunda. Maka dari itu, rumah sakit harus dapat beradaptasi dengan kondisi ini, rumah sakit harus mampu menerima pasien-pasien yang memang membutuhkan pengbatan di rumah sakit.

Rumah Sakit Permata Keluarga Husada Grup yang terdiri dari Rumah Sakit Permata Depok dan Rumah Sakit Permata Bekasi membentuk gugus tugas dari awal bulan Maret hingga sekarang untuk mendiskusikan dan membantuk alur pelayanan yang aman, nyaman dan sesuai protokol kesehatan selama Pandemi. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan pelayanan pengobatan, karena kesehatan salah satu hal pokok dalam kehidupan.

Rumah Sakit Permata Keluarga Husada Grup membentuk alur pelayanan yang aman dan nyaman antara lain sebagai berikut :

  • Seluruh pengunjung rumah sakit wajib bermasker termasuk karyawan
  • Dilakukan pemeriksaan skrining suhu tubuh
  • Cuci tangan sebelum dan sesudah dari rumah sakit
  • Memisahkan pelayanan infeksi (zona merah) dan non infeksi (zona hijau)
  • Penyediaan handsanitizer di berbagai lokasi untuk memudahkan mencuci tangan
  • Seluruh pasien diwajibkan mengisi kuesioner sekrining Covid-19
  • Meniadakan jam besuk sampai pandemi terkendali
  • Mengatur tempat duduk dan lift agar sesuai protokol physical distancing
  • Menyiapkan ruang isolasi bagi pasien dengan kecurigaan Covid-19, merujuk pasien jika terbukti Covid-19
  • Menyediakan pemeriksaan rapid test dan PCR Covid-19
  • Melakukan disinfeksi secara berkala di seluruh bagian rumah sakit
  • Menyediakan layanan Telemedicine bagi pasien yang belum perlu ke rumah sakit atau pasien yang kontrol pengobtannya bisa dilakukan dari rumah

 

Dengan beberapa hal ini, diharapkan pasien yang memang membutuhkan pelayanan pengobatan di rumah sakit tetap aman untuk berobat. Bagi Sahabat Permata semua, semoga selalu sehat, namun ketika memang kondisi tubuh membutuhkan pengobatan, datanglah ke rumah sakit dengan mengikuti protokol keluar rumah seperti :

  • Menggunakan masker
  • Menggunakan baju lengan panjang atau jaket
  • Tidak menggunakan asesoris termasuk jam tangan
  • Menjaga jarak
  • Menghindari keramaian
  • Gunakan transportasi pribadi lebih baik
  • Sebisa mungkin gunakan transaksi dengan e-money
  • Sering cuci tangan dan hindari menyentuh wajah

 

Jangan Takut Berobat ke Rumah Sakit di Masa Pandemi

Keselematan dan Kenyamanan Anda menjadi Prioritas Kami


Varises tungkai, apakah bisa dicegah?

09 July 2020

Varises tungkai merupakan pelebaran pembuluh darah balik (vena) di tungkai yang disebabkan oleh adanya penumpukan darah di dalam pembuluh tersebut. Pembuluh darah vena berfungsi untuk mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Pembuluh ini memiliki katup satu arah yang bekerja mencegah kembalinya darah ke tempat yang sudah dilewatinya (reflux). Apabila terjadi kelemahan atau rusak pada katup ini maka akan menyebabkan penumpukan darah pada pembuluh tersebut dan menyebabkan pembuluh vena melebar. Hal ini bisa ditandai dengan menonjolnya pembuluh darah yang berkelok-kelok berwarna ungu atau biru gelap.

Read more

Yang Mematikan Dalam Diam

07 July 2020

Penyakit Hipertensi sering kali disebut the silent killer karena sebagian besar penderitanya tidak mengalami gejala, sehingga tidak menyadari bahwa tubuhnya telah terkena hipertensi. Dalam beberapa kasus, penderita baru mengetahuinya setelah terjadi komplikasi seperti nyeri dada, sesak, kelumpuhan, dll.

Read more

Apakah Epilepsi penyakit kutukan?

29 June 2020

Epilepsi atau masyarakat banyak menyebutnya ayan merupakan gangguan yang terjadi pada sistem saraf pusat akibat pola aktivitas listrik yang abnormal. Epilepsi bisa menimbulkan kejang, sensasi dan perilaku yang tidak normal, sampai kehilangan kesadaran. Epilepsi juga merupakan salah satu penyebab terbanyak morbiditas di bidang saraf anak, yang berdampak terhadap tumbuh-kembang anak.

Read more