Nyeri Pinggang dan Saraf Terjepit, Mirip Namun Tak Sama!

Nyeri Pinggang dan Saraf Terjepit, Mirip Namun Tak Sama!

27 April 2019

Saat mendengar keluhan nyeri pinggang, banyak orang beranggapan keluhan tersebut disebabkan oleh saraf terjepit. Apakah setiap nyeri pinggang pasti karena saraf terjepit? Bagaimana cara membedakannya? Yuk, kita cari tahu jawabannya dengan membaca artikel di bawah ini!

Pada awalnya pinggang terasa pegal, lama kelamaan muncul rasa sakit yang menusuk hingga sulit untuk bergerak dan berdiri tegak merupakan ciri khas nyeri pinggang yang disebabkan oleh otot yang kaku dan tegang. Hal ini dapat terjadi setelah melakukan pekerjaan berat, misalnya mengangkat barang berat, terlalu lama duduk atau berdiri. Nyeri pinggang akibat kekakuan dan ketegangan otot ini dapat membaik dengan sendirinya dalam hitungan hari.

Lain halnya dengan nyeri pinggang yang disebabkan oleh saraf terjepit atau disebut juga dengan Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Keluhan nyeri pinggang yang muncul dapat berlangsung lebih lama, disertai dengan penjalaran dari pinggang hingga seluruh bagian kaki, kesemutan, mati rasa atau kebas, dan kelemahan. Nyeri tersebut dapat timbul karena penekanan saraf akibat penonjolan bantalan sendi tulang belakang. Penekanan bantalan sendi tulang belakang yang terjadi pada saraf motorik akan berdampak pada kelemahan bagian tubuh yang dipersarafi, jika terjadi pada saraf sensori akan berdampak pada mati rasa atau kebas bagian tubuh yang dipersarafi.

Penegakkan diagnosis untuk HNP ini tidak hanya didasarkan pada keluhan saja, namun diperlukan pemeriksaan kemampuan gerak tulang belakang, pemeriksaan saraf sensoris, dan pemeriksaan refleks. Pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan, seperti EMG (elektromiografi), MRI, dan CT scan sehingga gambaran lebih jelas dan dapat diberikan tatalaksana yang tepat. Tatalaksana untuk kasus HNP, mulai dari pemberian obat, fisioterapi, radiofrekuensi, hingga pembedahan.

Bagi Sahabat Permata yang ingin terhindar dari keluhan nyeri pinggang dapat melakukan tips-tips berikut ini:

  • Menggunakan teknik yang aman untuk mengangkat barang yang berat, yakni menekuk lutut terlebih dahulu kemudian angkat barang. Hindari langsung mengangkat barang dengan posisi tubuh membungkuk karena meningkatkan risiko saraf terjepit
  • Peregangan secara berkala jika duduk atau berdiri terlalu lama
  • Latihan fisik untuk menguatkan otot punggung dan kaki
  • Mempertahankan berat badan tetap ideal

Mulailah lakukan tips-tips di atas agar dapat melakukan aktivitas dengan prima tanpa nyeri pinggang yang mengganggu!

 

Referensi:

  1. Narasumber dr Prima Heptayana, SpS
  2. Editor dr Erina Nindya Lestari
  3. https://www.webmd.com/back-pain/ss/slideshow-low-back-pain-overview
  4. https://www.ninds.nih.gov/Disorders/Patient-Caregiver-Education/Fact-Sheets/Low-Back-Pain-Fact-Sheet
  5. https://emedicine.medscape.com/article/1263961-overview

Yuk, Ajak Si Kecil Berpuasa!

24 May 2019

Di suasana Ramadhan ini, banyak hal seputar puasa yang menjadi pertanyaan Si Kecil. Mulai dari keingintahuannya mengenai sahur dan berbuka puasa, hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama puasa, dan lain-lain. Sebenarnya sejak kapan Si Kecil boleh berpuasa? Bagaimana caranya agar puasa bagi Si Kecil terasa menyenangkan?

Read more

Tangkal Kekhawatiran Pasien Maag untuk Berpuasa

18 May 2019

Sudah menjadi kewajiban bagi pasien maag untuk menjaga keteraturan makan. Namun, jika sudah memasuki bulan Ramadhan tentunya, pasien maag juga ingin berpuasa. Baca informasi selengkapnya mengenai tips agar pasien maag dapat berpuasa tanpa khawatir maagnya kambuh....

Read more

Bau Mulut Saat Puasa? Ini Solusinya!

11 May 2019

Saat puasa tentunya aktivitas tetap berjalan seperti biasa, komunikasi menjadi salah satu aktivitas yang rutin kita lakukan. Namun, ada satu hal yang sering menjadi kekhawatiran bagi kita semua untuk berkomunikasi di saat berpuasa. Ya, bau mulut! Bagaimana caranya agar kita terhindar dari bau mulut saat puasa? Yuk, cari tahu solusinya!

Read more