Mengenal Radang Hati oleh Virus Hepatitis C

Mengenal Radang Hati oleh Virus Hepatitis C

08 April 2020

Hepatitis C

Pendahuluan :

Penyakit Hepatitis merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia. Termasuk di Indonesia, yang terdiri dari Hepatitis A, B, C, D, dan E. Hepatitis A dan E sering muncul sebagai kejadian luar biasa, ditularkan secara mudah melalui makanan dan minuman, biasanya berhubungan dengan perilaku bersih dan sehat. Bersifat akut (sementara) dan dapat sembuh dengan baik.

Sedangkan Hepatitis B, C, dan D (jarang sekali) ditularkan melalui darah, cairan tubuh, dan jarum suntik merupakan penyakit hepatitis yang lebih kronis dan dapat menimbulkan pengerasan hati (cirrhosis) dan lalu kanker hati. Hepatitis dipakai untuk semua jenis peradangan pada sel-sel hati. Bisa disebabkan oleh Infeksi (virus, bakteri, maupun parasit), obat-obatan (termasuk obat tradisional), konsumsi alkohol, lemak yang berlebih, dan penyakit autoimun.

Ada 5 jenis virus hepatitis yaitu A, B, C, D, dan E. Antara Hepatitis yang satu dengan yang lain tidak saling berhubungan.  Salah satu jenis yang berbahaya adalah virus Hepatitis C. Hepatitis C merupakan penyebab utama dari sirosis dan kanker hati.

Penyebab :

Virus Hepatitis C adalah virus yang masuk dalam golongan RNA (Ribo-Nucleic Acid)

Cara Penularan :

Penularan Hepatitis C melalui darah dan cairan tubuh, penularan dari ibu ke bayinya pada saat dilahirkan, melalui penggunaan jarum (jarum suntik bersamaan pada pengguna narkoba suntik, tato), transplantasi organ, kecelakaan kerja (pada petugas kesehatan) dan hubungan seksual yang berisiko. Hepatitis C tidak menyebar melalui makanan, air, atau kontak kasual lainnya.

Gejala dan Tanda :

Mayoritas penderita hepatitis C tidak memiliki gejala yang khas. Namun gejala-gejala berikut dapat ditemukan:

  • Jaundice (kondisi dimana kulit dan mata berwarna kuning, dan warna air kencing lebih gelap seperti teh)
  • Sakit perut
  • Penurunan Nafsu Makan
  • Mual
  • Mudah lelah

Screening :

Screening penyakit hepatitis C perlu dilakukan pada orang-orang pada keadaan berikut:

  • Menerima transfusi darah dari pendonor yang memiliki penyakit hepatitis C
  • Pernah mendapatkan obat-obatan yang di injeksi
  • Pasien-pasien yang melakukan hemodialisa (cuci darah)
  • Penderita HIV
  • Lahir dari ibu yang memiliki riwayat Hepatitis C
  • Memiliki gejala dan tanda penyakit liver

Pengobatan :

Pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan mengkonsumsi antivirus hepatitis C. Pengobatan memakan  waktu yang cukup lama sehingga dibutuhkan kesabaran dalam mengkonsumsi obat-obatan tersebut. Pengobatan akan disesuaikan dengan derajat keparahan penyakit hepatitis C. Standar terapi pada Hepatitis C di Indonesia adah kombinasi peginterferon dengan ribavirin.

Komplikasi :

Sangat penting bagi Hepatitis C untuk diobati hingga tuntas. Karena bila tidak diobati dengan baik dalam jangka waktu lama, sel-sel hati akan semakin rusak dan menjadi penyakit gagal hati, sirosis hati, dan kanker hati.

Editor :

dr. Kevin William Hutomo

Daftar Pustaka

1.Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Situasi dan Analisis Hepatitis, Pusat Data dan Informasi. (http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-hepatitis.pdf)

2.https://www.webmd.com/hepatitis/digestive-diseases-hepatitis-c#1 (accesed: February, 5th 2018. 12:00)

3.Omata, M et al. 2016. APASL consesus statements and recommendation on treatment of Hepatitis C. (http://apasl.info/apasl-hcv-guideline-treatment-2016.pdf)


Cegah HIV/AIDS Sebelum Terlambat

25 November 2020

Halo Sahabat Permata, seperti yang sudah kita ketahui bahwa setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari HIV/AIDS sedunia. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran diri terhadap HIV/AIDS di seluruh dunia serta sebagai bentuk dukungan kepada orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Read more

Sehat selama Menopause

18 November 2020

Menopause merupakan proses alami tubuh manusia. Menopause terjadi 12 bulan setelah periode menstruasi terakhir

Read more

Cegah Diabetes Tipe -2 Sejak Dini

11 November 2020

Anak kelebihan berat badan dan dikatakan dokter memiliki risiko diabetes?Apakah ada cara untuk menrunkan risiko dan mencegahnya?

Read more