Mengenal Hepatitis Virus dan Pencegahannya!

Mengenal Hepatitis Virus dan Pencegahannya!

28 July 2022

Hepatitis virus adalah infeksi yang menyebabkan peradangan di hati. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus hepatitis yang bereplikasi di dalam sel hati. Sejauh ini ada lima jenis virus yang menyebabkan penyakit hepatitis, yaitu Hepatitis A, B, C, D dan E.

Kelima virus umumnya menunjukkan gejala yang sama dalam tahap infeksi yang berlangsung dalam waktu kurang dalam 6 bulan. 

Namun, sebagian infeksi virus hepatitis seperti HBV, HCV, dan HDV dapat berkembang ke tahap kronis sehingga memberi komplikasi atau dampak kesehatan yang lebih parah.

Hepatitis A 

Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A (HAV). Penularan jenis hepatitis ini dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus hepatitis A.

Hepatitis B 

Jenis hepatitis ini disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B dapat ditularkan melalui hubungan seksual tanpa alat pengaman dan transfusi darah. Pada kasus yang jarang terjadi, ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B bisa menularkan virus ini ke janinnya.

Hepatitis C 

Hepatitis C disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). Penularan hepatitis C dapat melalui hubungan seksual tanpa kondom atau penggunaan jarum suntik yang tidak steril.

Sama seperti hepatitis B, virus ini bisa menular dari ibu yang terinfeksi hepatitis C ke janinnya.

Hepatitis D

Hepatitis D adalah peradangan hati akibat infeksi virus hepatitis D (HDV). Jenis hepatitis ini jarang terjadi, tetapi bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Seseorang bisa tertular hepatitis D bila memiliki riwayat penyakit hepatitis B. Penularan virus ini bisa melalui penggunaan jarum suntik yang tidak steril atau transfusi darah.

Hepatitis E 

Hepatitis E disebabkan oleh infeksi virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E ditularkan melalui air atau makanan yang terkontaminasi virus ini. Oleh karena itu, hepatitis E mudah menular di lingkungan dengan sanitasi yang buruk.

Apa Faktor Resiko Hepatitis? 

Terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita hepatitis, yaitu:

  • Tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet, sebelum mengolah makanan atau sebelum makan
  • Mengonsumsi makanan yang terkontaminasi virus hepatitis atau makanan yang tidak diolah hingga matang
  • Berbagi barang pribadi, seperti pisau cukur atau gunting kuku
  • Berhubungan seksual dengan penderita hepatitis, memiliki lebih dari satu pasangan seksual, atau lelaki seks lelaki (LSL)
  • Menderita penyakit HIV
  • Bekerja sebagai tenaga kesehatan atau di pusat pengolahan air dan limbah
  • Sering menerima transfusi darah, terutama bila darah pendonor tidak melalui pemeriksaan ketat atau alat yang digunakan tidak higienis
  • Mengonsumsi beberapa jenis obat yang mengandung paracetamol, atau minum obat herbal tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter

Bagaimana gejalanya? 

Penyakit ini tak selalu menunjukan gejala. Gejalanya baru timbul setelah tubuh terjadinya kerusakan yang dapat memengaruhi fungsi hati. Apabila bersifat akut, tanda dan gejalanya dapat muncul dengan cepat. Adapun sejumlah gejala yang umumnya dialami pengidapnya yaitu:

  • Mengalami gejala seperti flu, mual, muntah, demam, dan lemas.
  • Feses berwarna pucat.
  • Mata dan kulit berubah menjadi kekuningan.
  • Nyeri di bagian perut.
  • Turun berat badan.
  • Urine menjadi gelap seperti teh.
  • Kehilangan nafsu makan.

Bagaimana mencegahnya? 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah atau menurunkan risiko untuk terserang penyakit ini. Namun, semua ini tergantung dari jenis penyakit ini yang menyerang.

Berikut ini pencegahan kondisi ini yang dapat dilakukan:

  • Melakukan vaksinasi. Sekarang ini sudah ada vaksin yang bisa mencegah hepatitis A dan B, tapi belum ada vaksin untuk hepatitis C. 
  • Mengurangi konsumsi alkohol.
  • Menjaga kebersihan sumber air.
  • Mencuci bahan makanan yang dikonsumsi, terutama kerang dan tiram, sayuran, serta buah-buahan.
  • Tidak berbagi pakai sikat gigi, pisau cukur, atau jarum suntik dengan orang lain.
  • Tidak menyentuh darah tanpa sarung tangan pelindung.
  • Melakukan hubungan seksual yang aman. Misalnya, menggunakan kondom atau tidak berganti-ganti pasangan (setia pada satu pasangan).

Untuk mencegah hepatitis akut misterius, pastikan anak Anda rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengonsumsi makanan yang dimasak hingga matang, tidak berbagi alat makan bersama dengan orang lain, dan menghindari kontak dengan orang sakit.

 

sumber : 

  • Baker, J., et al. (2022). Acute Hepatitis and Adenovirus Infection Among Children — Alabama, October 2021–February 2022.
  • World Health Organization (2019). Q&A Detail. What is Hepatitis? 
  • Centers for Disease Control and Prevention (2021). What is Viral Hepatitis?
  • National Health Service UK. (2021). Health A to Z. Hepatitis.