Mengenal Global Developmental Delay (Keterlambatan Perkembangan Umum) Pada Anak

Mengenal Global Developmental Delay (Keterlambatan Perkembangan Umum) Pada Anak

18 November 2021

Perkembangan buah hati adalah hal yang paling di nantikan oleh para orang tua. Namun seringkali orang tua tidak menyadari ketika buah hatinya mengalami keterlambatan perkembangan. Perkembangan setiap anak memiliki keunikan tersendiri dan kecepatan pencapaian perkembangan tiap anak berbeda, sehingga seringkali terjadi perbedaan perkembangan di antara anak yang seusia. Pada umumnya anak memiliki pola perkembangan normal yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih banyak mengenai Global Development Delay atau Keterlambatan Perkembangan Umum Pada Anak.

Apa itu keterlambatan perkembangan umum?

Global development delay (GDD) ialah kecacatan perkembangan dalam arti terdapat adanya penundaan yang signifikan pada dua/lebih domain perkembangan antara lain : personal sosial, gross motor (motorik kasar), fine motor (motorik halus), bahasa, kognitif dan aktivitas sehari-hari. Global development delay menjadi faktor utama dari sebagian besar neurodevelopmental disorder. Pada anak dengan global development delay umumnya terjadi pada umur dibawah 5 tahun. Keterlambatan perkembangan umum merupakan kelainan perkembangan yang dapat ditemukan, dan di definisikan bila terdapat adanya keterlambatan yang signifikan dari paling sedikit 2 aspek perkembangan.

Apa Penyebab Keterlambatan Perkembangan Umum?

Pada umumnya anak memiliki pola perkembangan normal yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Faktor-faktor tersebut adalah faktor genetik dan faktor lingkungan diantaranya bio-fisiko-psikososial, yang bisa menghambat dan mengoptimalkan perkembangan anak.

Pengaruh lingkingan terhadap tumbuh kembang anak sangat kompleks, tidak hanya keluarga, melainkan juga masyarakat disekitar anak, lingkungan biologis, lingkungan fisik, ekonomi-politik, serta sosial budaya.3Perkembangan anak juga mengacu pada terpenuhinya kebutuhan anak akan ASUH, ASIH, dan ASAH.

 

 

 

Bagaimana kita mengetahui bahwa si kecil mengalami keterlambatan dalam perkembangan nya?

            Secara umum, orang tua sebaiknya mengenal tanda-tanda keterlambatan perkembangan anak yang sederhana. Jika orang tua menemukan salah satu tanda bahaya di bawah ini, sebaiknya jangan menunda dan segeralah memeriksakan buah hatinya ke tenaga kesehatan terdekat :

  1. Anak belum mampu duduk mandiri/tanpa bantuan
  2. Belum mampu merangkak pada usia 12 bulan
  3. Kekampuan sosial/interaksi yang buruk
  4. Umur 6 bulan belum mampu berguling secara mandiri
  5. Memiliki masalah komunikasi
  6. Masalah pada erkembangan motoric kasar dan halus.

 

Bagaimana cara orang tua untuk mencegah terjadinya keterlambatan perkembangan pada anak?

Untuk mengatasi kelainan tumbuh kembang pada anak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pasangan suami istri yang belum memiliki keturunan dapat melaksanakan berbagai upaya pencegahan, ibu hamil seyogyanya melakukan pencegahan dan pemeriksaan terpadu, ibu bersalin sebaiknya ditolong oleh paramedis terlatih di tempat pelayanan kesehatan, serta perawatan dan pemeliharaan anak-anak dengan optimal pada fase tumbuh kembang.

Untuk mendapatkan pertumbuhan dan perkembangan terutama otak yang optimal, anak-anak perlu:

  • mendapat ASI yang cukup
  • makanan yang bergizi
  • imunisasi sesuai yang dianjurkan
  • diawasi hati-hati jangan sampai jatuh, kejedug, tenggelam, dan sejenisnya
  • penggunaan obat bila sakit harus seijin dokter
  • pantau terus lingkar kepala anak (2 cm tiap 3 bulan pertama, 1 cm tiap 3 bulan kedua, dan 0,5 cm tiap 6 bulan berikutnya)
  • Komunikasi dan kehangatan interaksi anak-orang tua harus dipelihara
  • Pengasuh anak sebaiknya sehat dan terlatih jika anak terpaksa diasuh orang lain karena ibu bekerja

Pencegahan selalu lebih baik sebelum terlambat, namun jika sudah terjadi mengacuhkan anak tidak menyelesaikan masalah. Dibutuhkan kesabaran dan kasih sayang untuk merawat dan menjaga anak dengan kelainan tumbuh kembang, namun peneliitian menunjukkan bahwa anak berkelainan yang tumbuh di lingkungan asah, asih, asuh yang hangat akan menunjukkan kemajuan luar biasa dan kemandirian.

Sumber :

  1. Soetjiningsih, AK. Tumbuh Kembang Anak. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana – Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 1995
  2. Van, I., Colla, S., Leeuwen, K. Van, Vlaskamp, C., Ceulemans, E., Hoppenbrouwers, K., ... Maes, B. 2017. “Developmental Delay”. Research in Developmental Disabilities, 64(April), 131–142. https://doi.org/10.1016/j.ridd.2017.04.002
  3. Shields, M. A. 2009. “Childhood Development “, 46(2), 281–301.
  4. Medise, Bernie Endyarni. 2013. Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum Pada Anak. IDAI Jakarta. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan- anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak.

Kenali Berbagai Macam Infeksi Menular Seksual dan Bagaimana Mencegahnya!

02 December 2021

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual. Semua teknik hubungan seksual baik melalui vagina, dubur, atau mulut baik berlawanan jenis kelamin maupun dengan sesama jenis kelamin bisa menjadi sarana penularan penyakit kelamin.

Read more

Kekerasan Terhadap Perempuan: Apa Yang Harus Dilakukan dan Bagaimana Mencegahnya?

25 November 2021

Kekerasan terhadap perempuan adalah setiap ??tindakan publik atau pribadi dari kekerasan berbasis gender yang telah mengakibatkan, atau kemungkinan besar dapat mengakibatkan, kesengsaraan atau penderitaan perempuan, baik secara fisik, seksual, dan/atau psikologis. Sebanyak 1 dari 5 perempuan yang berusia 15-64 tahun mengalami kekerasan setiap tahunnya di Indonesia.

Read more

Jenis-Jenis Luka Diabetes

11 November 2021

Gangren adalah kondisi matinya jaringan tubuh karena tidak mendapat pasokan darah yang cukup. Gangren merupakan kondisi serius dapat berujung amputasi hingga kematian, sebagai komplikasi dari penyakit yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan aliran darah, seperti diabetes. Gangren yang disebabkan oleh diabetes disebut sebagai luka diabetes. Kondisi ini umumnya terjadi di tungkai, jari kaki, atau jari tangan, tetapi juga bisa terjadi pada otot serta organ dalam tubuh. Luka diabetes pada kaki disebut juga ulkus kaki diabetes.

Read more