Mengenal Abses Gigi Agar Kita Lebih Waspada!

Mengenal Abses Gigi Agar Kita Lebih Waspada!

14 September 2022

Masalah gigi seperti plak, bintik hitam, atau karies gigi (kondisi munculnya lubang pada gigi) pada dasarnya memang umum dialami anak-anak. Namun, bagaimana dengan kondisi gigi yang bernanah? Hmm, kalau sudah begini lain lagi ceritanya. Dalam dunia medis kondisi ini disebut dengan abses gigi, di mana nanah menumpuk di gigi akibat infeksi.

Apasih Penyebab Abses Gigi? 

Abses gigi terjadi akibat berkembangnya bakteri di rongga mulut. Bakteri bisa masuk ke dalam gigi melalui lubang atau retakan di gigi penderita, kemudian menyebabkan pembengkakan dan peradangan di ujung akar.

Abses gigi dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Abses periapikal, yaitu abses yang muncul di ujung akar gigi
  • Abses periodontal, yaitu abses yang muncul pada gusi di sebelah akar gigi dan bisa menyebar ke jaringan dan tulang sekitarnya
  • Abses gingiva, yaitu abses yang muncul di gusi

Siapa yang beresiko mengalaminya? 

Infeksi bakteri ini akan lebih rentan terjadi pada seseorang dengan kondisi di bawah ini:

  • Gigi yang kurang bersih, Tidak merawat gigi dan gusi dengan benar dapat meningkatkan risiko penyakit gigi dan mulut, termasuk abses gigi.
  • Makanan tinggi gula. Sering mengonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula tinggi dapat menyebabkan gigi berlubang dan berkembang menjadi abses gigi.
  • Mulut kering juga dapat mengganggu kesehatan gigi hingga menimbulkan infeksi dan abses gigi. Contohnya pada orang yang jarang mengkonsumsi air putih
  • Sistem kekebalan tubuh lemah. Biasanya, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes, kanker, atau pengidap Human Immunodeficiency Virus  (HIV). Seseorang yang sedang menjalani perawatan seperti obat steroid atau kemoterapi juga lebih rentan mengalami abses gigi.

Bagaimana gejalanya? 

Gejala utama dari abses gigi adalah munculnya rasa sakit di gigi atau gusi yang bisa datang tiba-tiba dan makin memburuk. Gejala lain yang bisa muncul pada penderita abses gigi adalah:

  • Demam
  • Gusi bengkak
  • Rasa sakit saat mengunyah dan mengigit
  • Sakit gigi yang menyebar ke telinga, rahang, dan leher
  • Gigi berubah warna
  • Sensitif pada makanan panas atau dingin
  • Bau mulut
  • Kemerahan dan pembengkakan pada wajah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau bawah rahang
  • Sesak napas

Apakah berbahaya? 

Penderita abses gigi yang tidak diobati berisiko mengalami beberapa komplikasi berupa:

  • Kista gigi
  • Sinusitis
  • Ostoemielitis atau infeksi tulang
  • Angina Ludwig atau phlegmon pada dasar mulut
  • Sepsis atau reaksi sistem imun yang mematikan akibat infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh

Abses Gigi Dapat Sembuh dengan Sendirinya, Benarkah?

Abses gigi tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Penanganan medis sangat dibutuhkan untuk membasmi kuman pada abses, mengeringkan nanah di dalamnya, hingga mencabut gigi yang mengalami infeksi. Nanah umumnya berwarna kekuningan, kehijauan, atau kecokelatan, dan memiliki bau yang sangat menyengat. Nanah sendiri merupakan cairan kental yang mengandung bakteri, serta jaringan atau sel-sel mati.

Jadi, kapan harus berobat ke dokter? 

Dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter saat gejala muncul agar abses gigi tidak makin parah. Selain itu, Pemeriksaan ke dokter gigi disarankan tiap 6 bulan sekali

 

Sumber : 

  • Haque, M., Sartelli, M., & Haque, S. (2019). Dental Infection and Resistance—Global Health Consequences. Dentistry Journal, 7(1), pp. 1–19. 
  • American Dental Association (2022). Mouth Healthy. Abscess (Toothache).
  • Mayo Clinic (2019). Diseases & Conditions. Tooth Abscess.