Kiat Sehat Menyambut Lebaran

Kiat Sehat Menyambut Lebaran

05 June 2019

Lebaran menjadi momen untuk bersilaturahmi dan berkumpul bersama keluarga. Tak ketinggalan makanan-makanan khas Lebaran yang pastinya sudah dinanti-nanti. Hmm, bagaimana caranya tetap sehat dan menjaga pola makan di tengah menggiurkannya camilan khas Lebaran? Yuk cari tahu lewat artikel ini!

  1. Tidak berlebihan (sesuaikan jadwal, jumlah, dan jenis)

Lebaran bukan berarti menjadi ajang balas dendam setelah menahan diri dari makan dan minum selama sebulan. Justru bulan Ramadhan adalah bulan pelatihan bagi diri kita masing-masing untuk hidup yang lebih sehat. Berpuasa adalah proses pembersihan fisik terutama saluran cerna (detoksifikasi) dan pembersihan hati/ruh kita. Allah melatih kita dengan puasa tersebut untuk tidak berlebihan dan mengendalikan diri.

Sahabat Permata harus tetap memperhatikan jadwal, jumlah dan jenis makanan. Jadwal makan besar cukup 2-3 kali dalam sehari dengan memerhatikan interval waktu minimal 4 jam. Jumlahnya tidak melebihi 1/3 isi perut, ingatlah hadits Nabi bahwa isi perut sebaiknya cukup terisi dengan 1/3 makanan, 1/3 minuman, dan 1/3 udara. Jenis makanan yang dikonsumsi pun memenuhi gizi seimbang dalam satu piring, yakni terdapat karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Camilan cukup 2x/hari, paling baik mengonsumsi buah dan sayur.

  1. Makan dengan porsi kecil

Ketupat, opor ayam, rendang daging, dan masih banyak lagi makanan lainnya menggugah selera makan saat Lebaran. Namun, hati-hati Sahabat Permata kenikmatan yang dirasakan hanya sementara, kita harus cerdas dalam mengatur pola makan. Berhentilah makan sebelum kenyang, seperti sabda Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, Sahabat Permata dapat menyiasatinya dengan mengisi piring dengan makanan yang benar-benar ingin dikonsumsi dan jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan, makanlah secara perlahan. Jika sudah selesai makan, segera jauhkan piring kosong agar tidak menambah makanan lain lagi. Sebagian besar makanan yang disajikan di Hari Raya berkalori tinggi, jadi dengan makan dalam porsi kecil sudah cukup ya.

  1. Seimbangkan dengan penetralisir lemak

Sayur dan buah yang kaya akan serat dapat mengikat lemak yang banyak terkandung dalam sajian Lebaran. Kedua jenis makanan tersebut juga dapat memperlancar sistem pencernaan tubuh kita. Upayakan konsumsi sayuran dan buah minimal 3 porsi/hari. Perbanyak konsumsi air putih yang juga dapat berperan sebagai penetralisir makanan berlemak serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

  1. Batasi kue dan minuman manis

Kue lebaran, seperti nastar, putri salju, dan kastengel tentunya tak pernah absen menjadi camilan yang dihidangkan di waktu Lebaran. Rasanya nikmat jika dikonsumsi bersama dengan sirup yang manis. Makanan dan minuman tersebut mengandung kalori yang tinggi terutama dari gula dan lemak. Sahabat Permata dapat tetap mengonsumsinya, namun perhatikan jumlahnya ya.

  1. Mengubah cara memasak

Memilih minyak zaitun atau minyak jagung daripada minyak kelapa atau mentega untuk memasak di Hari Lebaran patut untuk dipertimbangkan oleh Sahabat Permata karena kandungan lemak baik yang lebih tinggi. Hindari juga memanaskan makanan berulang-ulang.

  1. Jangan lupa konsumsi obat rutin

Hari libur Lebaran bukan berarti libur pula meminum obat rutin. Bagi Sahabat Permata yang mengalami sakit darah tinggi, gula, kolesterol, maupun asam urat, semua penyakit tersebut dapat dipengaruhi oleh pola makan sehingga obat rutin yang dianjurkan oleh dokter harus tetap dikonsumsi.

  1. Tetap aktif

Setelah makan, hindari posisi berbaring atau langsung tidur karena dapat menyebabkan asam lambung naik ke atas kerongkongan. Sahabat Permata dapat beraktivitas ringan, misalnya merapihkan peralatan makan dan mencucinya sesudah makanan.

Itulah kiat-kiat yang dapat diterapkan oleh Sahabat Permata agar silaturahmi lancar, tubuh tidak melebar di Hari Lebaran. Untuk konsultasi lebih lanjut mengenai diet yang tepat bagi Sahabat Permata dapat menemui Dokter Spesialis Gizi Klinik kami dengan jadwal praktik sebagai berikut:

 

RS Permata Depok

Referensi:

  1. Narasumber dr Fitriyani, SpGK
  2. Editor dr Erina Nindya Lestari
  3. http://www.cdc.fk.ui.ac.id/_UPLOAD_/_ARTICLE_/Artikel%20Kesehatan%20,%20Tetap%20Sehat%20Setelah%20Lebaran%20Usai.pdf
  4. https://www.canyons.edu/Offices/Health/Documents/HolidayEating.pdf
  5. http://www.webmd.com/diet/ss/slideshow-naughty-list-of-holiday-foods

Yuk, Ajak Si Kecil Berpuasa!

24 May 2019

Di suasana Ramadhan ini, banyak hal seputar puasa yang menjadi pertanyaan Si Kecil. Mulai dari keingintahuannya mengenai sahur dan berbuka puasa, hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama puasa, dan lain-lain. Sebenarnya sejak kapan Si Kecil boleh berpuasa? Bagaimana caranya agar puasa bagi Si Kecil terasa menyenangkan?

Read more

Tangkal Kekhawatiran Pasien Maag untuk Berpuasa

18 May 2019

Sudah menjadi kewajiban bagi pasien maag untuk menjaga keteraturan makan. Namun, jika sudah memasuki bulan Ramadhan tentunya, pasien maag juga ingin berpuasa. Baca informasi selengkapnya mengenai tips agar pasien maag dapat berpuasa tanpa khawatir maagnya kambuh....

Read more

Bau Mulut Saat Puasa? Ini Solusinya!

11 May 2019

Saat puasa tentunya aktivitas tetap berjalan seperti biasa, komunikasi menjadi salah satu aktivitas yang rutin kita lakukan. Namun, ada satu hal yang sering menjadi kekhawatiran bagi kita semua untuk berkomunikasi di saat berpuasa. Ya, bau mulut! Bagaimana caranya agar kita terhindar dari bau mulut saat puasa? Yuk, cari tahu solusinya!

Read more