Keputihan, Apakah Selalu Normal ?

Keputihan, Apakah Selalu Normal ?

06 November 2019

Sahabat Permata, setiap wanita pasti pernah mengalami keputihan. Minimal satu kali dalam hidup pernah mengalami hal ini. Ketika mengalami keputihan, variasi gejala yang dirasakan adalah keputihan yang jernih hingga berwarna hijau, tekstur yang lengket, jumlah yang sedikit hingga banyak, dari yang berbau hingga berbau busuk, dan gejala – gejala penyerta seperti gatal, terasa panas dan lainnya. Di Indonesia, sekitar 80% wanita mengalami keputihan patologis (abnormal).

Banyak dari wanita di Indonesia yang masih jarang memeriksakan masalah keputihan bahkan cenderung mengobati sendiri, sehingga sering kali tatalaksan tidak tepat dan memperburuk keluhan. Karena ini masalah yang sering dialami, penting sekali untuk kita tahu apakah keputihan yang kita alami adalah hal yang fisiologis (normal) atau bukan kan? Yuk, simak penjelasan lebih lanjut ya.

Keputihan merupakan sebuah gejala atau keluhan, bukan sebuah diagnosis. Keputihan bisa terkait dengan berbagai macam penyebab (etiologi) dengan karakteristik yang sesuai dengan penyebabnya. Keputihan atau juga sering disebut sebagai duh tubuh wanita atau fluor albus, atau vaginal discharge, merupakan cairan atau secret yang keluar dari vagina. Sekret ini mengandung flora normal di daerah vagina, elektrolit, dan epitel vagina dan serviks.

Fungsinya dan Produksi Duh Tubuh

Keputihan atau duh tubuh wanita  merupakan sekret yang fisiologis dihasilkan karena memiliki fungsi yakni :

  1. Lubrikasi
  2. Proteksi terhadap infeksi
  3. Proteksi terhadap iritasi
  4. Menjaga kesehatan jaringan daerah vagina

Dalam beberapa keadaan tubuh akan menghasilkan lebih banyak sekret atau duh tubuh ini. Walaupun dihasilkan lebih banyak, namun tetap dalam keadaan / ciri normal. Keadaan – keadaan seperti apa, duh tubuh akan dihasilkan lebih banyak? Yuk, dibaca.

  1. Waktu ovulasi (sel telur di lepas dari indung telur)
  2. Waktu menjelang dan setelah haid
  3. Rangsangan seksual
  4. Masa kehamilan
  5. Menggunakan alat kontrasepsi
  6. Stress

Klasifikasi

Keputihan atau duh tubuh wanita merupakan sekret yang dihasilkan dalam kondisi fisiologis (normal). Namun ada kalanya keputihan menjadi sebuah keluhan bila mengalami gejala – gejala tertentu yang mengganggu. Berdasarkan hal ini, secara umum kita dapat membagi keputihan menjadi dua yakni fisiologis (normal) dan patologis (abnormal). Berikut adalah ciri – cirinya.

Fisiologis (Normal)

  1. Sekret tidak berwarna, tidak gatal, tidak berbau
  2. Umumnya hanya di daerah porsio vagina
  3. Sekret mengandung flora bakteri, elektrolit, air, epitel vagina dan serviks, rendah leukosit

Patologis (Abnormal)

  1. Sekret dengan jumlah, bau dan konsistensi bervariasi sesuai penyebab
  2. Rasa gatal, rasa terbakar di sekitar kemaluan
  3. Rasa nyeri saat berkemih atau bersenggama
  4. Sekret mengandung leukosit tinggi.

Penyebab atau etiologi

Secara umum, penyebab keputihan atau duh tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni Non Infeksi dan Infeksi.

Penyebab non infeksi yakni :

  1. Keputihan fisiologis ( hamil, ovulasi, sebelum dan sesudah senggama)
  2. Kontrasepsi (AKDR, Hormonal)
  3. Cervical Ectopy
  4. Iritasi (detergen, parfum, sabun, cairan antiseptic)

Penyebab infeksi dapat dibagi lagi menjadi dua, yakni penyebab infeksi terkait Infeksi Menular Seksual (IMS) dan non- IMS. Penyebab terkait IMS ataupun Non IMS bisa terkait dengan bakteri,jamur dan parasit.

Penyebab infeksi yang tidak terkait dengan IMS, yakni :

  1. Gardnerella vagina
  2. Candida albicans

Penyebab infeksi yang tidak terkait dengan IMS, yakni :

  1. Chalmydia trachomatis
  2. Neisseria gonorrhea
  3. Trichomonas vagonalis

Karakteristik Duh Tubuh Patologis Berdasarkan Etiologi

Ketika Sahabat Permata, mengalami keluhan – keluhan keputihan di atas, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Anjuran dan Pencegahan

Sahabat Permata, beberapa anjuran dan pencegahan yang bisa Sahabat Permata terapkan dalam aktivitas harian di rumah , yakni :

  1. Menjaga Kebersihan Daerah Genitalia
    1. Kebersihan organ kewanitaan dijaga setiap hari dan dijaga tetap kering
    2. Tidak menggunakan cairan pembersih kewanitaan
    3. Membersihkan organ kewanitaan dengan benar yakni dari arah depan ke belakang dan tidak dibolak balik
    4. Ganti pembalut saat menstruasi bila sudah terasa basah atau lembab
    5. Tidak menggunakan pantyliner, karena pemakaian pantyliner akan menyebabkan daerah kewanitaan lembab sehingga jamur atau bakteri anaerob akan semakin subur dan memicu munculnya keputihan.
  2. Memperhatikan pakaian organ kewanitaan kering dan tidak lembab
    1. Tidak menggunakan celana atau pakaian dalam yang terlalu ketat
    2. Disarankan penggunaan pakaian dalam dari katun agar menyerap keringat
    3. Bila pakaian dalam terasa lembab, ganti dengan yang kering dan basah
  3. Mengatur Pola Hidup Sehat
    1. Setialah pada pasangan untuk menghindari infeksi menular seksual
    2. Hindari seks bebas berganti – ganti pasangan tanpa menggunakan alat pelindung seperti kondom
    3. Menghindari stress, merokok dan alkohol
    4. Konsumsi makanan bergizi dan menjaga berat badan ideal
    5. Hindari penggunaan barang – barang pribadi dengan orang lain seperti handuk, pakaian dalam, dan lainnya

Jadi,kesimpulannya keputihan adalah hal normal bagi wanita. Namun harus diperhatikan karateristiknya ya apakah masih termasuk dalam kategori keputihan yang normal atau tidak. Bila Sahabat Permata ingin konsultasi lebih lanjut terkait keluhan keputihan yang dialami atau keluhan lain seputar Obstetri dan Ginekologi bisa berkonsultasi dengan dokter Obsgyn di RS Permata ya, Sahabat Permata. 

RS Permata Depok

RS Permata Bekasi

Narasumber : dr Dalri Nur Fidina, Sp.OG

Editor : dr. Nindia latwo Septipa


Osteoporosis, Si Silent Disease yang Mengancam Masa Tua

21 October 2019

Sahabat Permata, tulang kita merupakan salah satu investasi jangka panjang kita dalam kesehatan. Kesehatan tulang ini seringkali diabaikan oleh kita. Salah satu masalah kesehatan tulang yang sering dialami di usia senja adalah osteoporosis. Osteoporosis terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun tanpa gejala yang jelas. Biasanya baru terdeteksi setelah mengalami kerusakan tulang. Melihat gambaran seperti ini, setuju kan kalau Osteoporosis disebut si Silent Disease?

Read more

Menopause, Apakah itu?

16 October 2019

Setiap wanita akan mengalami satu fase dalam hidupnya dimana terjadi perubahan secara hormonal signifikan yang menyebabkan perubahan siklus menstruasi bulanan yang berhenti. Fase ini adalah fase menopause. Nah, bagaimana cara kita menghadapi menopause, apa saja tanda seseorang mengalami menopause dan apakah mungkin terjadi lebih dini? Hal - hal seputar menopause akan dibahas di artikel ini. Yuk, simak pembahasan lengkapnya.

Read more

Sering Pilek ? Yuk, Coba Cuci Hidung

01 October 2019

Sahabat Permata, rutinitas seperti menggosok gigi dua sampai tiga kali sehari atau sehabis makan dan rutinitas lainnya, bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kita. Namun, sadarkah kita terdapat satu sistem di tubuh yang selalu berhubungan dengan dunia luar dan sangat perlu dijaga kebersihan dan kesehatannya? Ya, sistem pernapasan. Bagaimana cara menjaga nya? Yuk, simak artikel ini.

Read more