Kencing Manis dan COVID-19

Kencing Manis dan COVID-19

12 August 2021

Seperti yang kita ketahui, penyakit komorbid dapat memperburuk kondisi COVID-19 seperti rawat inap, perawatan ICU, penggunaan ventilator, bahkan merupakan penyebab kematian pada pasien-pasien COVID-19. Penyakit komorbid tersebut meliputi kanker, penyakit ginjal kronik, asma, penyakit pernapasan kronik, demensia, kencing manis, down syndrome, penyakit jantung, HIV, penyakit autoimun,  penyakit hati, obseitas, kehamilan, talasemia, merokok, transplantasi, stroke, dan gangguan penggunaan zat. Pada artikel ini akan dibahas bagaimana kencing manis atau diabetes memperburuk penyakit COVID-19.

 

Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah dalam waktu yang lama. Hal tersebut terjadi karena gangguan pada sekresi insulin atau kerja insulin maupun keduanya. Pasien COVID-19 dengan diabetes memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami komplikasi dari COVID-19. Meski begitu, apabila kadar gula darah terkontrol dengan baik melalui patuh pengobatan, kemungkinan gejala COVID19 untuk memburuk semakin kecil. Diabetes dapat menyebabkan peningkatan peradangan dan pembengkakan di dalam tubuh, hal tersebutlah yang meningkatkan memperburuk kondisi COVID-19.

 

Diabetes terbagi menjadi tiga, yaitu Diabetes Mellitus Tipe 1, Diabetes Mellitus Tipe 2, dan Diabetes Mellitus Gestasional. Tipe 1 terjadi pada 5-10% pasien diabetes. Tipe 1 ini terjadi karena kerusakan pada sel beta pankreas sehingga tidak dapat menghasilkan hormon insulin. Padahal fungsi dari hormon insulin adalah memecah gula di dalam darah sehingga kadar gula di dalam darah tinggi. Sedangkan, Tipe 2 terjadi karena resistensi insulin. Tipe ini merupakan tipe yang paling sering terjadi. Faktor risiko utama terjadinya tipe ini adalah obesitas. Resistensi insulin terjadi ketika kadar insulin dalam tubuh normal atau tinggi, tapi tidak dapat bekerja. Hal ini kemudian menyebabkan tubuh terus meningkatkan kerja sel beta pankreas memproduksi insulin sehingga berujung pada kerusakan sel beta pankreas. Oleh karena itu, tipe ini dapat berkembang dan berubah menjadi tipe 1. Untuk tipe gestasional, tipe ini merupakan diabetes mellitus yang terjadi pada ibu hamil.

 

Seluruh tipe diabetes dapat memperburuk kondisi COVID-19. Hal tersebut karena infeksi virus dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya ketoasidosis diabetik pada pasien diabetes. Ketoasidosis diabetik terjadi ketika tubuh terlalu banyak memecah lemak, sehingga terbentuk keton yang membuat darah tubuh asam. Hal ini disebabkan karena gula darah tidak dapat dipecah, sehingga tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi. Apabila ketoasidosis diabetik terjadi, maka akan sulit untuk mengontrol penggunaan cairan dan level elektrolit tubuh yang sebenarnya sangat penting dalam menangani infeksi COVID-19 yang terjadi. Apabila keadaan ini terus berlanjut, maka dapat berujung pada syok atau syok sepsis. Meski begitu, perburukan kondisi pasien COVID-19 dengan diabetes dipengaruhi juga dengan faktor-faktor lain seperti terkontrol tidaknya kadar gula darah melalui patuh pengobatan, usia, dan komplikasi lain.

 

Oleh karena itu, taat pengobatan diabetes merupakan hal yang penting dalam menjaga kadar gula darah yang normal. Selain itu, dapat pula dilakukan pemeriksaan gula darah mandiri menggunakan glukosameter di rumah, olahraga rutin, dan pola makan sehat. Pasien diabetes juga harus lebih ketat mewaspadai terjadinya infeksi COVID-19, melalui penerapan protokol kesehatan.

Jadwal Dokter Penyakit Dalam RS Permata Depok

 

Jadwal Dokter Penyakit Dalam RS Permata Bekasi

 

Sumber:

  1. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/need-extra-precautions/people-with-medical-conditions.html
  2. https://www.diabetes.org/coronavirus-covid-19/how-coronavirus-impacts-people-with-diabetes
  3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4478580/
  4. https://medlineplus.gov/ency/article/000320.htm

Anemia Pada Ibu Hamil

16 September 2021

Anemia pada ibu hamil adalah kekurangan sel darah merah atau hemoglobin pada ibu hamil dengan kadar Hb< 11 g/dL pada trimester 1, <10,5 g/dL di trimester 2, dan <11 g/dL di trimester 3. Komplikasi yang dapat disebabkan oleh anemia pada ibu hamil meliputi abruptio placenta, abortus, kelahiran prematur, dan neural tube defect.

Read more

Semua Yang Kamu Harus Tahu: Jerawat

09 September 2021

Akne Vulgaris, merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri. Penyakit ini terjadi ketika peradangan kronis terjadi pada folikel pilosebasea. Gejala dari penyakit ini berbagai macam, dapat berupa komedo, tonjolan pada kulit, kista, hingga tonjolan berisi nanah yang biasa disebut oleh masyarakat sebagai jerawat. Tempat terjadinya penyakit ini bermacam-macam. Namun, umumnya tempat terjadinya penyakit ini adalah pada wajah dan leher (99%), punggung (60%), dada (15%), bahu, dan tangan atas. Umumnya penyakit ini menimbulkan rasa gatal dan nyeri. Biasanya kulit berminyak lebih sering mengalami penyakit ini.

Read more