Kekerasan Terhadap Perempuan: Apa Yang Harus Dilakukan dan Bagaimana Mencegahnya?

Kekerasan Terhadap Perempuan: Apa Yang Harus Dilakukan dan Bagaimana Mencegahnya?

25 November 2021

Apa yang dimaksud kekerasan terhadap perempuan?

Kekerasan terhadap perempuan adalah setiap ??tindakan publik atau pribadi dari kekerasan berbasis gender yang telah mengakibatkan, atau kemungkinan besar dapat mengakibatkan, kesengsaraan atau penderitaan perempuan, baik secara fisik, seksual, dan/atau psikologis. Sebanyak 1 dari 5 perempuan yang berusia 15-64 tahun mengalami kekerasan setiap tahunnya di Indonesia.

Apa dampak dari kekerasan terhadap perempuan?

Kekerasan terhadap perempuan memiliki berbagai dampak bagi para korban, secara kesehatan fisik dan psikis. Dari segi kesehatan psikis, korban umumnya mengalami kepercayaan diri yang menurun, perasaan bersalah dan cenderung untuk menyalahkan diri sendiri, perasaan sedih yang mendalam hingga perasaan tidak ingin menjalani hidup (depresi) hingga mengalami gangguan stres pasca trauma. Di sisi lain, dampak psikis ini menyebabkan risiko kecanduan obat-obatan seperti narkotika, merokok, dan alkohol juga meningkat. Dari segi kesehatan fisik, korban dapat mengalami kehamilan yang tidak diinginkan hingga penyakit menular seksual.

Apakah kekerasan dapat terjadi saat menjalani hubungan percintaan?

Sekitar 9-38% pasangan muda yang menjalani hubungan percintaan terlibat dalam kekerasan yang tidak disadari. Beberapa perilaku yang termasuk kekerasan atau toxic relationship yang dijalani, antara lain (1) melacak seluruh tempat dan kegiatan yang dilakukan oleh pasangan, (2) adanya kewajiban untuk segera membalas pesan atau telefon dari pasangan, (3) rasa cemburu yang berlebihan, (4) tuduhan menjalani hubungan dengan orang lain, serta (5) melakukan atau ancaman akan melakukan kekerasan fisik dan psikis dalam hubungan.

Apa saja berbagai jenis kekerasan terhadap perempuan?

Berbagai jenis kekerasan terhadap perempuan, antara lain kekerasan fisik, psikis/secara verbal, dan seksual. Contoh kekerasan fisik adalah penganiayaan, kekerasan psikis/secara verbal adalah perilaku intimidatif, dan kekerasan seksual adalah pemerkosaan. Contoh lain adalah perundungan (bullying), pernikahan dini, dan perdagangan manusia.

Apa yang harus dilakukan jika menemukan kekerasan terhadap perempuan?

Hal yang harus dilakukan jika menemukan kekerasan terhadap perempuan, antara lain:

  1. Mendengarkan cerita dan perasaan korban

Korban akan merasa sedih, khawatir, tidak percaya diri, cemas, dan menyalahkan diri sendiri, sehingga penting untuk percaya kepada cerita dan perasaan korban.

  1. Menghargai kerahasiaan korban

Kejadian yang dialami korban cenderung tidak mengenakkan, terkadang korban tidak ingin menceritakan kepada orang lain. Apabila kita dipercaya sebagai orang yang mendengarkan cerita korban, sebaiknya hargai kerahasiaan dari cerita tersebut.

  1. Bantu korban untuk mendapatkan pertolongan professional dan pihak terkait

Beberapa korban dapat mengalami depresi, gangguan stres pasca trauma, dan kecenderungan untuk bunuh diri, sehingga penting untuk berusaha mengajak korban mendapatkan pertolongan dari tenaga professional, seperti psikolog atau dokter spesialis kejiwaan. Bantu korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak terkait, misalnya komnas perlindungan perempuan.

  1. Bantu korban untuk menjalani hidup di masa depan

Ajak korban untuk melakukan aktivitas positif yang membuat dirinya self-worth dan merasa kompeten untuk menjalani kehidupan di masa mendatang.

Bagaimana mencegah kekerasan terhadap perempuan?

UN menyatakan RESPECT sebagai salah satu pencegahan kekerasan terhadap perempuan:

R –elationship skills strengthened (menguatkan hubungan antara korban dan orang lain)

E –mpowerment of women (memberdayakan perempuan)

S –ervices ensured (memastikan pelayanan terkait aduan kekerasan pada perempuan)

P –overty reduced (mengurangi angka kemiskinan)

E –nvironments made safe (membuat lingkungan menjadi aman)

C –hild and adolescent abuse prevented (mencegah kekerasan pada anak dan remaja)

T –ransformed attitudes, beliefs, and norms (perubahan sikap, kepercayaan, dan norma di masyarakat)

Sumber :

  • Netto LA, Moura MAV, Queiroz ABA, et al. Acta Paul Enferm. 2014; 27(5):458-64.
  • Ekoh PC, Agha AA, Ejimkaraonye C. Nig J Psycho Res. 2019;15:1-8.

Website :







Kenali Berbagai Macam Infeksi Menular Seksual dan Bagaimana Mencegahnya!

02 December 2021

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual. Semua teknik hubungan seksual baik melalui vagina, dubur, atau mulut baik berlawanan jenis kelamin maupun dengan sesama jenis kelamin bisa menjadi sarana penularan penyakit kelamin.

Read more

Mengenal Global Developmental Delay (Keterlambatan Perkembangan Umum) Pada Anak

18 November 2021

Perkembangan buah hati adalah hal yang paling di nantikan oleh para orang tua. Namun seringkali orang tua tidak menyadari ketika buah hatinya mengalami keterlambatan perkembangan. Perkembangan setiap anak memiliki keunikan tersendiri dan kecepatan pencapaian perkembangan tiap anak berbeda, sehingga seringkali terjadi perbedaan perkembangan di antara anak yang seusia. Pada umumnya anak memiliki pola perkembangan normal yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih banyak mengenai Global Development Delay atau Keterlambatan Perkembangan Umum Pada Anak.

Read more

Jenis-Jenis Luka Diabetes

11 November 2021

Gangren adalah kondisi matinya jaringan tubuh karena tidak mendapat pasokan darah yang cukup. Gangren merupakan kondisi serius dapat berujung amputasi hingga kematian, sebagai komplikasi dari penyakit yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan aliran darah, seperti diabetes. Gangren yang disebabkan oleh diabetes disebut sebagai luka diabetes. Kondisi ini umumnya terjadi di tungkai, jari kaki, atau jari tangan, tetapi juga bisa terjadi pada otot serta organ dalam tubuh. Luka diabetes pada kaki disebut juga ulkus kaki diabetes.

Read more