Isolasi Mandiri Anak dengan COVID-19: Apa yang Harus Diperhatikan?

Isolasi Mandiri Anak dengan COVID-19: Apa yang Harus Diperhatikan?

15 July 2021

Mendapati anak terkonfirmasi COVID-19 sudah tentu membuat orang tua khawatir. Jika anak tidak mengalami gejala atau bergejala ringan, anak direkomendasikan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Lalu apa saja yang perlu diperhatikan? Yuk simak selengkapnya!

Ketika anak terkonfirmasi COVID-19, pertama dan yang paling utama adalah memberikan akses terhadap fasilitas kesehatan untuk anak. Anak perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter, di mana dokter kemudian akan menentukan apakah anak boleh melakukan isolasi mandiri di rumah atau perlu mendapat perawatan di rumah sakit. Anak yang boleh melakukan isolasi mandiri di rumah adalah anak yang terkonfirmasi COVID-19 tanpa gejala atau dengan gejala ringan, misalnya batuk, pilek, demam, diare, muntah, dan ruam-ruam - tanpa sesak, serta anak bergerak aktif, bisa makan dan minum. Rumah juga harus sesuai syarat, yaitu memiliki ventilasi yang baik.

 

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, syarat isolasi mandiri untuk anak yaitu:

  1. Tidak bergejala
  2. Gejala ringan (batuk, pilek, demam, diare, muntah, ruam-ruam)
  3. Anak aktif, bisa makan & minum
  4. Menerapkan etika batuk
  5. Lingkungan rumah/kamar memiliki ventilasi baik
  6. Memantau gejala
  7. Memeriksa suhu tubuh pagi & malam

Anak yang mengalami COVID-19 boleh diasuh oleh orang tua, namun pengasuh tersebut disarankan yang memiliki risiko rendah terhadap gejala berat COVID-19 (tidak memiliki penyakit peserta seperti diabetes, darah tinggi, kanker). Jika orang tua dan anak berbeda status COVID-19, disarankan untuk tidur di kasur terpisah yang berjarak 2 meter.

 

Apa Saja Gejala COVID-19 pada anak?

  • Batuk
  • Demam
  • Pilek
  • Nyeri tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Mual/muntah
  • Diare
  • Lemas
  • Sesak nafas


Waspada Tanda Bahaya

Segera bawa anak ke rumah sakit bila menemukan tanda:

  • Laju napas cepat (tanda sesak)
    • <2 bulan lebih dari 60x/menit
    • 2-11 bulan lebih dari 50x/menit
    • 1-5 tahun lebih dari 40x/menit
    • >5 tahun lebih dari 30x/menit
  • Anak banyak tidur
  • Ada cekungan pada dada, hidung tampak kembang kempis
  • Saturasi oksigen <95%
  • Mata merah, ruam, leher bengkak
  • Demam >7 hari
  • Kejang
  • Tidak bisa makan & minum
  • Mata cekung
  • BAK berkurang
  • Penurunan kesadaran

 

Apa Saja Alat yang Perlu Disediakan di Rumah?

  • Termometer (pengukur suhu)
  • Oksimeter (pengukur saturasi oksigen)
  • Obat demam
  • Multivitamin (vitamin C, vitamin D3)
  • Zink

 

Apa Saja yang Perlu Dilakukan di Rumah

  • Tetap di rumah, tidak pergi ke luar rumah/bermain di luar
  • Menggunakan masker (anak usia > 2 tahun) dengan ukuran tepat, terpasang tepat. Tidak perlu digunakan jika anak berada di ruangan sendiri atau berjarak 2 meter dari pengasuh, atau saat anak tidur (tidur perlu berjarak 2 meter)
  • Menjaga jarak
  • Mencuci tangan
  • Menerapkan etika batuk
  • Periksa suhu pagi & sore
  • Periksa saturasi oksigen & laju nadi
  • Pantau laju napas
  • Berikan bayi ASI
  • Berikan anak makanan bergizi

Jadwal Dokter Anak RS Permata Depok

Jadwal Dokter Anak RS Permata Bekasi

 

Editor:

dr. Nayla Karima

Sumber:

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Buku diary panduan isolasi mandiri anak versi tanggal 28 Juni 2021. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2021 Jan.


Anemia Pada Ibu Hamil

16 September 2021

Anemia pada ibu hamil adalah kekurangan sel darah merah atau hemoglobin pada ibu hamil dengan kadar Hb< 11 g/dL pada trimester 1, <10,5 g/dL di trimester 2, dan <11 g/dL di trimester 3. Komplikasi yang dapat disebabkan oleh anemia pada ibu hamil meliputi abruptio placenta, abortus, kelahiran prematur, dan neural tube defect.

Read more

Semua Yang Kamu Harus Tahu: Jerawat

09 September 2021

Akne Vulgaris, merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri. Penyakit ini terjadi ketika peradangan kronis terjadi pada folikel pilosebasea. Gejala dari penyakit ini berbagai macam, dapat berupa komedo, tonjolan pada kulit, kista, hingga tonjolan berisi nanah yang biasa disebut oleh masyarakat sebagai jerawat. Tempat terjadinya penyakit ini bermacam-macam. Namun, umumnya tempat terjadinya penyakit ini adalah pada wajah dan leher (99%), punggung (60%), dada (15%), bahu, dan tangan atas. Umumnya penyakit ini menimbulkan rasa gatal dan nyeri. Biasanya kulit berminyak lebih sering mengalami penyakit ini.

Read more