Dislipidemia, Lemak yang Sedikit Lama-lama Menjadi Bukit

Dislipidemia, Lemak yang Sedikit Lama-lama Menjadi Bukit

15 July 2020

Apakah sahabat permata mengetahui apa itu Dislipidemia? Dislipidemia adalah suatu gangguan kesehatan yang ditandai dengan kelebihan kadar lipid/lemak dalam darah. Lemak tersebut sering disebut dengan kolestrol, kolestrol beragam macamnya, yang dimaksud dengan seseorang memiliki penyakit dislipidemia ialah yang mengalami hal berikut ini :

  • kadar kolesterol total meningkat
  • kolesterol low density lipoprotein (LDL) meningkat
  • trigliserida meningkat
  • serta penurunan kolesterol high density lipoprotein (HDL)

Gambar 1 Klasifikasi kadar lipid dalam darah

Apa yang bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit dislipidemia?

Berikut faktor risiko yang bisa menyebabkan timbulnya kondisi dislipidemia yaitu :

  • Jenis kelamin à Laki-laki lebih sering daripada Perempuan
  • Usia à Semakin tua usia seseorang kadar kolestrol semakin meningkat
  • Keturunan/genetik
  • Pola makan yang buruk à sering mengkonsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah serat
  • Kegemukan/obesitas
  • Merokok
  • Perilaku Sedenter
  • Kurang olahraga
  • Penyakit kadar gula tinggi
  • Penyakit ginjal lama

 

Mengapa Dislipidemia berbahaya?

Mari kita simak penjelasan berikut ini :

Gambar 2 Pembuluh darah dan penumpukan kolestrol

https://lifepack.id/wp-content/uploads/2020/04/13_April_-_Arterosklerosis-1024x615.jpg

Kolestrol yang berlebih akan disimpan di jaringan tubuh menjadi cadangan lemak tubuh, namun kolestrol yang tinggi juga dapat menumpuk di pembuluh darah, penumpukan yang terus menerus inilah yang dapat menyempitkan ruang pembuluh darah sehingga aliran darah tidak lancar. Jika aliran darah tidak lancar akan menghambat proses metabolisme tubuh, meningkatkan tekanan darah, menghambat penghantaran komponen darah yang penting, merusak sel dan jaringan sekitarnya dan masih banyak lagi efek buruk yang ditimbulkan.

Mari kita membayangkan sejenak, bagaimana jika lemak yang menumpuk ini berada di pembuluh darah jantung (coroner) ? tentunya kerja jantung akan tidak optimal, kemudian bagaimana jika sumbatan yang terjadi menutup akses pembuluh darah secara total? Maka jantung tidak dapat memompa darah lagi, karena sel-sel jantungnya mati akibat kehabisan oksigen dan nutrisi yang harusnya didapatkan dari pembuluh darah. Inilah yang disebut dengan serangan jantung. Jantung tiba-tiba berhenti dan tidak berdetak lagi salah satunya disebabkan oleh lemak yang menutup pembuluh jantung secara total.

Selanjutnya, mari kita bayangkan jika lemak menghambat ke pembuluh darah otak. Tentunya peredaran darah menjadi tidak lancar menuju sel-sel otak, oksigen dan nutrisi otak untuk bekerja juga mengalami penurunan, biasanya jika ada masalah dengan pembuluh darah otak, maka tanda yang ditimbulkan mengarah pada penurunan kesadaran seseorang, bisa ditandai dengan mudah mengantuk, sulit fokus, kejang, hingga tidak sadarkan diri. Hambatan di pembuluh darah juga dapat menyebabkan kematian sel otak dan menyebabkan kelumpuhan atau dikenal dengan stroke iskemik.

Selanjutnya jika hambatan lemak terjadi di pembuluh darah yang lain, maka dapat menimbulkan gangguan hingga kematian jaringan yang dialiri pembuluh darah tersebut, sebagai contoh : jika ada hambatan pada pembuluh darah di bagian paha, berarti bagian kaki dibawahnya bisa terganggu, bisa menimbulkan warna pucat atau kemerahan, nyeri, bengkak, panas dan lain-lain sesuai dengan tipe pembuluh darah yang dihambat.

 

Ciri-ciri yang lain jika sumbatan terjadi di pembuluh darah perifer yaitu :

  • Nyeri saat aktivitas
  • Mati rasa atau kelemahan kaki
  • Rasa dingin di tungkai bawah atau kaki Luka pada jari kaki yang lama sembuh
  • Perubahan warna kaki
  • Rambut kaki rontok atau pertumbuhan rambut lebih lambat
  • Pertumbuhan kuku kaki Anda lebih lambat
  • Tidak ada nadi atau nadi lemah di kaki
  • Disfungsi ereksi pada pria

 

Apa gejala orang yang memiliki kolestrol tinggi?

TANDA dan GEJALA awal sering tidak bisa dirasakan/tidak khas/ tidak bergejala. Oleh sebab itu pemeriksaan secara rutin dan berkala sangat dianjurkan. Jika tidak terdapat Faktor resiko, maka pemeriksaan dipertimbangkan bagi semua pria ≥45 tahun dan wanita ≥55 tahun atau pascamenopause.

Pemeriksaan Skrining kolestrol ini sangat mudah dilakukan, bisa di puskesmas, klinik pratama, apotek, atau di lembaga-lembaga kesehatan yang menyediakan skrining kesehatan gratis.

Skrining dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari jari tangan menggunakan jarum yang kecil, darah diambil beberapa tetes, kemudian alat mendeteksi kadar kolestrol. Pemeriksaan yang lebih dianjurkan lagi ialah Medical Check Up di fasilitas kesehatan, tidak hanya memeriksa kadar kolestrol, anda bisa memeriksakan karakteristik darah (Hematologi darah), kadar gula darah, kadar asam urat, fungsi hati, ginjal dan lain-lain.

Gambar 3 Pemeriksaan Skrining Kolestrol

https://www.medicalogy.com/blog/wp-content/uploads/2016/12/kolesterol.jpg

 Penyakit penyerta yang membuat kondisi Dislipidemia semakin berbahaya yaitu :

  • Hipertensi
  • Diabetes mellitus
  • Obesitas
  • Penyakit pembuluh darah yang lain

Bagaimana mencegah penyakit Dislipidemia?

Ada kondisi yang tidak bisa diubah yaitu :

  • Jenis kelamin
  • Usia
  • Genetik atau keturunan

Sedangkan kondisi yang bisa diubah yaitu :

  • Pola makan yang buruk
  • Kegemukan/obesitas
  • Merokok
  • Perilaku Sedenter
  • Kurang olahraga

Apa yang harus dilakukan?

  • Dianjurkan mengkonsumsi diet rendah kalori yang terdiri dari buah-buahan dan sayuran (≥ 5 porsi/hari), biji-bijian (≥ 6 porsi/hari), ikan dan daging tanpa lemak. Asupan lemak jenuh, lemak trans, dan kolestrol harus dibatasi.
  • Hindari junk food dan minuman berwarna (yang bukan organik)
  • Menurunkan berat badan bagi pasien dengan BMI overweight atau obesitas.
  • Berhenti merokok, merokok diketahui dapat mempercepat pembentukan plak pada pembuluh darah jantung dan dapat menyebabkan pecahnya plak sehingga sangat berbahaya bagi orang-orang dengan aterosklerosis pembuluh darah jantung yang luas.
  • Olahraga 30-50 menit/hari dengan tipe olahraga intensitas sedang, olahraga dengan intensitas sedang dapat ditandai dengan “dapat berbicara tetapi kesulitan bernyanyi saat berolahraga”. Contoh : jalan cepat, berspeda statis atau berenang.

Pengobatan

Pengelolaan pasien dislipidemia terdiri dari terapi non farmakologis dan farmakologis. Terapi non farmakologis meliputi perubahan gaya hidup, termasuk aktivitas fisik, terapi nutrisi medis, penurunan berat badan dan penghentian merokok. Sedangkan terapi farmakologis dengan memberikan obat anti lipid. Apa saja terapi lipid tersebut?

Terapi lipid hanya boleh digunakan sesuai resep dokter, berikut salah satu obat yang dianjurkan :

Statin direkomendasikan sebagai pilihan utama untuk mencapai target LDL yang diinginkan. Golongan statin pada umumnya diminum sekali sehari pada waktu malam hati. Sediaan statin yang saat ini tersedia dipasaran adalah simvastatin 5-80mg, atorvastatin 10-80mg, rosuvastatin 5-40mg, pravastatin 10-80mg, fluvastatin 20-40mg (80 mg extended release), lovastatin 10-40mg (10-60mg extended release) dan pitavastatin 1-4mg.

Lampiran

Gambar 3 Daftar makanan dan kadar kolestrolnya

https://jombangraya.files.wordpress.com/2010/05/kandungankolestroldalammakanan.png

Sumber :

  1. https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2019/12/Panduan-pengelolaan-dislipidemia-2019.pdf
  2. https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2019/01/3.-Panduan-Pengelolaan-Dislipidemia-PERKENI-2015.pdf
  3. https://www.researchgate.net/publication/42321431_Dislipidemia_Sebagai_Faktor_Resiko_Penyakit_Jantung_Koroner

 

Editor :

  1. Winda Permata Bastian, Sp.PD
  2. Fenti Erlianti

Jadwal Praktek


Tuberculosis ada di sekitarmu!

28 July 2020

Tuberculosis (TBC) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh kuman bakteri Mycobacterium Tuberculosis . TBC merupakan penyait menular pembunuh nomor satu di Indonesia. Penyakit ini bisa ditularkan dari percikan ludah yang dikeluarkan oleh penderita TBC, saat bicara, batuk, dan bersin. Indonesia merupakan lima negara besar yang memiliki jumlah pengidap TBC terbanyak di dunia. Apabila tuberculosis tidak mendapatkan pengobatan, maka lebih dari 50 persen orang yang mengidap penyakit ini bisa meninggal dunia.

Read more

Varises tungkai, apakah bisa dicegah?

09 July 2020

Varises tungkai merupakan pelebaran pembuluh darah balik (vena) di tungkai yang disebabkan oleh adanya penumpukan darah di dalam pembuluh tersebut. Pembuluh darah vena berfungsi untuk mengalirkan darah dari seluruh tubuh ke jantung. Pembuluh ini memiliki katup satu arah yang bekerja mencegah kembalinya darah ke tempat yang sudah dilewatinya (reflux). Apabila terjadi kelemahan atau rusak pada katup ini maka akan menyebabkan penumpukan darah pada pembuluh tersebut dan menyebabkan pembuluh vena melebar. Hal ini bisa ditandai dengan menonjolnya pembuluh darah yang berkelok-kelok berwarna ungu atau biru gelap.

Read more

Yang Mematikan Dalam Diam

22 July 2020

Penyakit Hipertensi sering kali disebut the silent killer karena sebagian besar penderitanya tidak mengalami gejala, sehingga tidak menyadari bahwa tubuhnya telah terkena hipertensi. Dalam beberapa kasus, penderita baru mengetahuinya setelah terjadi komplikasi seperti nyeri dada, sesak, kelumpuhan, dll.

Read more