Artikel kesehatan : Penyebab Migrain dan Hal Yang Dapat Memicu Serangannya!

Artikel kesehatan : Penyebab Migrain dan Hal Yang Dapat Memicu Serangannya!

22 September 2022

Pasti sudah banyak dari Sahabat Permata yang pernah merasakan sakit kepala, bukan? 

Salah satu jenis sakit kepala adalah Migrain. 

Migrain adalah sakit kepala yang terasa berdenyut dan biasanya terjadi pada salah satu sisi kepala. Migrain dapat berlangsung selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari.

Menurut hasil penelitian WHO, dari total kelompok usia 18–65 tahun yang pernah menderita sakit kepala, 30 persen di antaranya adalah penderita migrain.

Umumnya, gejala migrain pertama kali muncul pada masa pubertas, kemudian memburuk saat memasuki usia 35–45 tahun.

Migrain lebih banyak diderita oleh wanita, karena diduga terkait dengan perubahan hormon. Meski demikian, migrain juga dapat diderita oleh pria dan anak-anak.

Sebenarnya apa sih penyebab timbulnya Migrain? 

Penyebab migrain belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga terjadi akibat sel-sel saraf terlalu aktif mengirimkan sinyal ke otak sehingga memicu saraf trigeminal.

Meski penyebabnya masih belum bisa dipastikan, tetapi migrain juga bisa terjadi karena beberapa faktor berikut ini : 

  • Perubahan kadar hormon pada wanita, terutama estrogen, seperti saat sebelum atau selama menstruasi, selama masa kehamilan, atau setelah menopause
  • Makanan dan minuman tertentu, seperti makanan asin, makanan olahan, makanan yang mengandung aspartam atau MSG, dan minuman beralkohol atau berkafein
  • Paparan dari lingkungan sekitar, seperti asap rokok, aroma parfum, aroma penghapus cat, atau suara bising
  • Faktor emosi, seperti stres, gelisah, tegang, atau depresi
  • Faktor fisik, seperti kelelahan, kualitas tidur yang kurang baik, postur tubuh yang buruk, jet lag, olahraga dalam intensitas berat, atau kadar gula yang rendah (hipoglikemia)
  • Efek samping konsumsi obat, seperti pil KB atau terapi pengganti hormon 

Migrain memiliki beberapa jenis yang perlu

kami ketahui, yaitu : 

  1. Migrain tanpa Aura 
  2. Migrain dengan Aura 
  3. Aura Migrain tanpa sakit kepala 

Aura itu apa ya? 

Aura adalah tanda-tanda yang timbul sebelum/sesudah muncul nya sakit kepala. Tanda-tanda yang dirasakan sebelum terjadi migrain ini umumnya berupa masalah penglihatan (kilatan cahaya pada mata), kekakuan pada leher dan kesemutan pada anggota tubuh.

Fase aura dapat berlangsung selama 5-60 menit.

Lalu apa yang bisa dilakukan ketika mengalami hal ini? 

Penanganan mandiri yang dapat dilakukan oleh penderita migrain antara lain:

  • Beristirahat atau tidur di kamar yang sepi, gelap, dan sejuk
  • Mengompres dingin dagu atau bagian belakang leher
  • Memijat kepala atau pelipis
  • Melakukan relaksasi otot
  • Minum banyak cairan
  • Menjalani meditasi atau yoga
  • Mengonsumsi kafein dalam jumlah sedikit
  • Menghirup aromaterapi

Penggunaan obat-obatan yang dapat membantu mengurangi gejala adalah dengan mengkonsumsi obat pereda nyeri, Tapi, Sebelum mengonsumsi obat-obatan tersebut, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. 

Bagaimana pencegahannya? 

Migrain tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi frekuensi serangan penyakit ini. Hindari faktor-faktor pemicu yang bersifat multifaktorial, antara lain:

  • Faktor hormonal.
  • Diet (alkohol, daging yang mengandung nitrat, monosodium glutamat, aspartam, cokelat, keju yang sudah lama atau basi, tidak makan, puasa, dan minuman mengandung kafein).
  • Psikologis (stres, kondisi setelah stres atau liburan akhir minggu, cemas, takut, depresi).
  • Lingkungan fisik (cahaya menyilaukan, cahaya terang, stimulasi visual, dan sinar berpendar).

Migrain umumnya dapat diatasi dengan penanganan mandiri. Namun, jika Sahabat Permata mengalami migrain yang sering kambuh, disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter. 

Perlu diingat! 

Segera ke IGD jika Sahabat Permata mengalami gejala gawat darurat migrain, seperti:

  • Sakit kepala tidak tertahankan yang terjadi secara tiba-tiba
  • Sakit kepala yang bersamaan dengan demam, kejang, leher kaku, linglung, penglihatan ganda, atau kemunculan ruam di kulit
  • Lemas atau lumpuh pada lengan atau satu sisi wajah
  • Bicara menjadi cadel atau tidak jelas

Nah, sudah paham kan? 

Sumber : 

  1. World Health Organization (2016). Newsroom. Headache Disorders.
  2. P2PTM. Kemenkes RI. (2018). Beberapa Jenis Migrain Yang Perlu Anda Ketahui
  3. Nall, Rachel. Healthline (2021). Everything You Want to Know About Migraine.