Apa yang Harus Orang Tua Lakukan bila Anak Memiliki Gejala COVID-19?

Apa yang Harus Orang Tua Lakukan bila Anak Memiliki Gejala COVID-19?

22 July 2021

Mendapati anak yang sakit pasti menyebabkan rasa khawatir yang tidak terkira pada orang tua, terutama di masa pandemi. Orang tua akan bertanya-tanya apakah anak mengalami COVID-19? Bagaimana membedakan gejala COVID-19 dengan gejala sakit lainnya? Bila benar anak mengalami gejala COVID-19, apa yang harus dilakukan?

Mengenali COVID-19 dan Gejalanya

COVID-19 atau yang memiliki kepanjangan coronavirus disease-19 adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-COV-2 yang pertama kali ditemukan pada akhir tahun 2019 dan menyebabkan pandemi hingga saat ini. COVID-19 menular melalui droplets. Beberapa gejala COVID antara lain:

  • Demam
  • Batuk
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek / hidung tersumbat
  • Sesak nafas
  • Diare
  • Mual/muntah/penurunan nafsu makan
  • Penurunan kesadaran

Gejala COVID-19 pada anak tidak jauh berbeda dengan gejala COVID-19 pada dewasa. Namun pada anak, dapat terjadi gejala sistemik di luar gejala sistem pernapasan yang disebut multi system inflammatory syndrome pada COVID-19 (MIS-C), yaitu ditandai dengan demam sedikitnya 3 hari yang disertai diare, muntah, ruam, syok, keterlibatan jantung atau organ lain.

Ayah & Bunda mungkin bingung membedakan gejala di atas yang disebabkan oleh COVID-19 atau yang disebabkan penyakit lainnya. Contohnya, gejala batuk dan kesulitan bernapas pada anak usia 2 bulan - 5 tahun dapat disebabkan oleh infeksi paru, infeksi saluran napas atas (ISPA), asma, atau penyakit jantung. Infeksi saluran napas atas ataupun infeksi paru (pneumonia) sendiri dapat disebabkan oleh virus, jamur, maupun bakteri. Diare pun dapat disebabkan oleh bakteri seperti kolera, virus seperti rotavirus, maupun parasit seperti amoeba. Lalu, bagaimana membedakan gejala saluran napas yang disebabkan oleh SARS-COV-2?

Untuk memahami hal tersebut, terdapat 2 hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:

  1. Gejala
  2. Kontak dengan pasien COVID-19

Meskipun begitu, untuk benar-benar mengetahui apakah gejala tersebut disebabkan oleh SARS-COV-2 memerlukan pemeriksaan COVID-19.

 

Pemeriksaan COVID-19

Bila terdapat kecurigaan anak mengalami COVID-19, untuk mengonfirmasi penyebabnya adalah dengan melakukan pemeriksaan swab, baik menggunakan swab rapid antigen maupun swab PCR COVID-19. Pemeriksaan ini bersifat spesifik, artinya, hasil yang positif memiliki arti kemungkinan besar benar tubuh seseorang tersebut terinfeksi oleh virus SARS-COV-2.

Adapun gejala MIS-C umumnya muncul setelah 2-4 minggu pasca munculnya gejala COVID-19 dan pemeriksaan yang dianjurkan adalah pemeriksaan rapid antibodi (rapid antibodi menilai ada-tidaknya antibodi terhadap COVID-19. Seseorang yang terinfeksi COVID-19 atau pernah terinfeksi COVID-19 akan memiliki antibodi, yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan ini).

 

Lalu, apa yang dapat orang tua lakukan?

  1. Membawa anak ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan swab antigen/swab PCR. Hal ini berguna untuk mengonfirmasi apakah penyebab gejala yang dialami anak disebabkan oleh SARS-COV-2 atau bukan. Dokter juga akan menilai apakah gejala anak merupakan gejala ringan yang mampu dirawat di rumah atau gejala sedang-berat yang perlu perawatan di rumah sakit. Bila terkonfirmasi bahwa gejala pada anak tidak disebabkan oleh SARS-COV-2, dokter akan memberikan penanganan yang sesuai dengan penyebab penyakit
  2. Bila anak terkonfirmasi COVID-19 melalui pemeriksaan swab antigen/PCR dan dapat di rumah, orang tua dapat menjaga anak di rumah selama anak melakukan isolasi mandiri. Perawat anak sebaiknya seseorang yang tidak memiliki masalah kesehatan khusus seperti diabetes, darah tinggi, atau dengan penyakit penyerta lainnya. Lakukan pemantauan gejala pada anak di rumah setiap hari dan suhu setiap pagi dan malam.
  3. Bila anak terkonfirmasi COVID-19 melalui pemeriksaan swab antigen/PCR dan perlu perawatan di rumah sakit, maka anak sebaiknya dirawat di rumah sakit.
  4. Perawat tetap perlu menjaga dirinya dengan menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, rutin mencuci tangan dengan sabun, dan memantau gejala sendiri
  5. Segera ke UGD bila menemukan tanda bahaya pada anak, yaitu napas cepat, dada cekung, anak tidak bisa makan/minum, saturasi oksigen <95%, kejang, mata cekung, BAK berkurang, dan terjadi penurunan kesadaran

 

Jadwal Dokter Anak RS Permata Bekasi

Jadwal Dokter Anak RS Permata Depok

 

Editor:

dr. Nayla Karima

Sumber:

  • World Health Organization. Buku saku pelayanan kesehatan anak di rumah sakit: Pedoman bagi rumah sakit rujukan tingkat pertama di kabupaten/kota. Jakarta: World Health Organization; 2005.
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. Buku Diary panduan isolasi mandiri anak (Living document). Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2021
  • PDPI, PERKI, PAPDI, PERDATIN, IDAI. Pedoman Tata Laksana COVID-19. 3rd ed. Jakarta: Desember 2020

Anemia Pada Ibu Hamil

16 September 2021

Anemia pada ibu hamil adalah kekurangan sel darah merah atau hemoglobin pada ibu hamil dengan kadar Hb< 11 g/dL pada trimester 1, <10,5 g/dL di trimester 2, dan <11 g/dL di trimester 3. Komplikasi yang dapat disebabkan oleh anemia pada ibu hamil meliputi abruptio placenta, abortus, kelahiran prematur, dan neural tube defect.

Read more

Semua Yang Kamu Harus Tahu: Jerawat

09 September 2021

Akne Vulgaris, merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri. Penyakit ini terjadi ketika peradangan kronis terjadi pada folikel pilosebasea. Gejala dari penyakit ini berbagai macam, dapat berupa komedo, tonjolan pada kulit, kista, hingga tonjolan berisi nanah yang biasa disebut oleh masyarakat sebagai jerawat. Tempat terjadinya penyakit ini bermacam-macam. Namun, umumnya tempat terjadinya penyakit ini adalah pada wajah dan leher (99%), punggung (60%), dada (15%), bahu, dan tangan atas. Umumnya penyakit ini menimbulkan rasa gatal dan nyeri. Biasanya kulit berminyak lebih sering mengalami penyakit ini.

Read more