All You Need To Know About Novel Corona Virus 2019

All You Need To Know About Novel Corona Virus 2019

31 January 2020

Novel Coronavirus 2019 adalah virus RNA baru yang menyerang sistem pernafasan. Virus ini menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Virus ini dapat menular ke manusia. Nah, pada akhir Desember 2019 lalu, virus ini pertama kali dideteksi di kota Wuhan, Cina. Novel Coronavirus 2019 ini merupakan salah satu dari family coronavirus lainnya. Coronavirus sudah dikenal sebagai virus yang umum menginfeksi sistem pernafasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernafasan ringan, seperti flu, virus ini juga menyebabkan infeksi pernafasan berat, seperti MERS , SARS dan Pneumonia. Sampai saat ini, sekitar 638 kematian akibat infeksi Novel Coronavirus ini. 

Novel Coronavirus 2019

Virus merupakan parasite obligat intrasel. Sehingga hanya di dalam sel lah dia bisa hidup. Diluar sel dia tidak bisa hidup sama sekali. Virus dapat menginfeksi sebuah sel bila reseptor virus tersebut terkandung didalam sel. Dalam hal ini, virus corona memiliki reseptor ACE 2, yang terdapat pada sel – sel di beberapa organ tubuh manusia. Reseptor ACE 2 di tubuh manusia terdapat di mukosa oral dan nasal, nasofaring, paru, lambung, usus halus, usus besar, kulit, kelenjar limfe, timus, sumsum tulang, limpa, hati, ginjal, otak, sel epitel alveolar paru, sel enterosit usus halus, sel endotel arteri dan vena, sel otot polos. Reseptor ACE2 terbanyak terdapat di sel epitel paru dan usus halus. Hal ini akan berkaitan dengan gejala yang umum didapatkan ketika seseorang terinfeksi virus corona. Oleh karena itulah, gejalanya terkait dengan infeksi saluran napas dan beberapa keluhan pencernaan.

Penularan virus ini awalnya diketahui dari hewan ke manusia, namun perkembangan terkini penyebarannya adalah dari manusia ke manusia.

Penularan antar manusia ke manusia, dengan cara:

  • Menghirup percikan ludah dari bersin atau batuknya penderita virus Corona
  • Memegang mulut, hidung, mata, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, setelah menyentuh benda yang terkena liur penderita (virus corona dapat bertahan di 24 jam di benda)
  • Kontak jarak dekat dengan penderita seperti bersentuhan, berjabat tangan.
  • Kontak erat dengan penderita dalam waktu lama

Siapa yang beresiko terinfeksi?

Virus corona dapat menginfeksi siapa saja, namun akan lebih besar resiko  infeksinya pada orang dengan keadaan imun tubuh yang lemah, seperti orang tua, anak – anak, atau orang dengan Diabetes Mellitus, HIV/AIDS, kanker dan penyakit – penyakit penyerta lain yang dapat menurunkan imunitas tubuh.

Gejala Virus Corona

Virus ini umumnya menyerang sistem saluran pernafasan. Oleh karena itulah, seringkali terkait gejala saluran pernafasan, yakni:

  • Demam
  • Batuk
  • Sesak napas

Gejala umumnya muncul setelah melewati masa inkubasi 2-14 hari.

Diagnosis Virus Corona

Pasien yang diduga terinfeksi virus Corona, untuk mendiagnosis apakah pasien benar mengalami nya, maka akan dilakukan anamnesis gejala yang dialami pasien, termasuk menanyakan apakah pasien ada riwayat bepergian ke wilayah endemik dua minggu sebelumnya. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik terkait dan pemeriksaan penunjang seperti :

  • Uji sampel darah
  • Tes usap tenggorokan untuk meneliti sampel dahak
  • Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrat atau cairan di paru – paru

Pengobatan Virus Corona

Sampai saat ini belum ditemukan anti virus yang khusus menangani corona virus ini. Sejauh ini yang dapat dilakukan adalah :

  1. Memberikan obat pereda demam dan nyeri (obat simptomatik)
  2. Mandi air hangat dan menggunakan pelembab udara
  3. Istirahat yang cukup
  4. Minum banyak air putih

Komplikasi virus Corona

Selain gejala – gejala umum tersebut, infeksi virus Corona juga bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius, bila tidak tertangani dengan baik, yakni :

  • Pneumonia
  • Infeksi sekunder pada organ lain
  • Gagal ginjal
  • Acute cardiac injury
  • Acute respiratory distress syndrome
  • Kematian

Bagaimana pencegahannya ?

Sampai saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah virus Corona. Oleh karena itu, pencegahan terbaik adalah menghindari faktor yang menyebabkan virus ini, yaitu :

  • Hindari bepergian ke daerah endemis atau yang sudah diketahui ada penularan virus Corona
  • Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bila beraktivitas di tempat umum
  • Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun setelah beraktivitas di luar atau setelah memegang sesuatu
  • Hindari kontak terutama dengan hewan liar
  • Pastikan memasak makanan benar – benar matang terutama daging, ikan
  • Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah
  • Jangan menyentuh mata, mulut dan hidung sebelum mencucui tangan
  • Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit
  • Bila menggunakan masker, jangan gunakan berhari hari ya. penggunaan masker maksimal satu hari dan bila sudah terasa kotor harus dibuang
  • Jaga kebersihan benda yang sering disentuh dan kebersihan lingkungan

Editor : dr Nindia Latwo Septipa 

Sumber : 

- https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019

-http://infeksiemerging.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/info-corona-virus/tanya-jawab-novel-coronavirus-2019-ncov-faq-update-4-februari-2020/

- https://www.worldometers.info/coronavirus/


Apa itu Kanker?

05 February 2020

Sahabat Permata, tahukah Anda bahwa setiap tahunnya pada tanggal 4 Februari, diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia. Tentu saja momen memperingati ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global di seluruh dunia terhadap penyakit kanker, pembunuh nomor 2 di dunia.

Read more

Rekomendasi Aktivitas Fisik Untuk Osteoarthritis

29 January 2020

Sahabat Permata, aktivitas fisik merupakan komponen penting dalam kesehatan masyarakat. Terlebih pada pasien dengan Osteoarthritis. Namun, memilih aktivitas fisik yang tepatlah yang menjadi tantangannya.

Read more

Sayangi Ginjalmu Sejak Dini

20 January 2020

Sahabat Permata, Anda dapat membayangkan bila fungsi ginjal terganggu maka fungsi penyaringan dan pembuangan limbah juga terganggu, akan menumpuklah zat sisa limbah dan cairan dalam tubuh yang akan menyebabkan gejala pembengkakan kaki, mual, muntah, lemas, hingga sesak napas.

Read more