Siapkan Diri Anda untuk Menghadapi Ancaman Paling Berbahaya bagi Wanita!

Siapkan Diri Anda untuk Menghadapi Ancaman Paling Berbahaya bagi Wanita!

04 September 2018

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah pembunuh wanita kedua tertinggi di dunia, dan jumlah penderitanya di Indonesia mencapai angka 21.000 di setiap tahunnya. Angka tersebut adalah angka penderita kedua tertinggi di dunia. Seiring dengan pola hidup yang semakin tidak sehat, rokok, stres, dan usia berhubungan seksual yang dini, jumlah wanita penderita kanker leher rahim di Indonesia terus meningkat. Semakin lambat penyakit kanker ini dideteksi, semakin kecil pula kemungkinannya untuk bisa sembuh. Sebenarnya, siapa sajakah yang berisiko terkena penyakit kanker leher rahim? Dan bagiamana cara kita mempersiapkan diri menghadapi ancaman kanker leher rahim?

Apa Saja Penyebab Kanker Leher Rahim?

Serviks atau leher rahim adalah bagian penghubung rahim dengan vagina, saluran keluarnya bayi saat proses persalinan. Kanker leher rahim disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) yang menyebar lewat hubungan seksual. Virus tersebut akan menyebabkan sel-sel di leher rahim membelah secara tidak normal dan sel yang dihasilkan oleh proses pembelahan tersebut memiliki fungsi yang tidak normal. Proses dari sejak masuknya virus HPV ke leher rahim hingga munculnya kanker adalah proses yang panjang dan memakan waktu bertahun-tahun.

Sebelum menjadi kanker leher rahim, sel-sel akan memperlihatkan tanda pre-kanker berupa gambaran displasia atau Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN), dan sel-sel pada fase pre-kanker dapat dicegah sebelum berkembang menjadi sel-sel kanker. Cara yang dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya sel-sel yang berada dalam fase pre-kanker adalah tes pap smear.

Apa Saja Tanda dan Gejala Kanker Leher Rahim?

Penderita kanker leher rahim stadium awal sering kali tidak memperlihatkan tanda dan gejala, sehingga penderita sering tidak menyadari keberadaan penyakit ini. Padahal, kanker leher rahim stadium awal adalah waktu terbaik untuk dilakukannya pengobatan. Penderita baru menyadari tanda dan gejala yang mulai muncul pada stadium lanjut, seperti keluarnya darah dan rasa nyeri saat berhubungan seksual.

Apakah Kanker Leher Rahim dapat Diobati dan Sembuh?

Semakin dini sel-sel pre-kanker atau sel-sel kanker dideteksi dan diobati, semakin besar pula peluang bagi penderita untuk sembuh dari penyakit kanker leher rahim. 

Apakah Manfaat Dilakukannya Tes Pap Smear?

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pepatah inilah yang menggambarkan fungsi tes pap smear sebagai cara deteksi dini kanker leher rahim. Lebih baik mencegah perkembangan sel-sel pre-kanker daripada mengobati sel-sel yang sudah berkembang menjadi sel-sel kanker, apalagi sel-sel yang sudah berada dalam stadium lanjut. Lebih baik deteksi dan mengobati dini kanker leher rahim daripada mengobati kanker leher rahim yang sudah menyebar ke jaringan dan organ tubuh lain.

Apa Sajakah yang Harus Dipersiapkan untuk Tes Pap Smear dan Apakah Tes Pap Smear Terasa Sakit?

Sebelum dilakukannya tes pap smear, dokter akan memastikan beberapa hal kepada Anda lewat pertanyaan, yaitu:

  1. Tidak sedang menstruasi.
  2. Tidak melakukan hubungan seksual dalam 2 hari terakhir.
  3. Tidak menggunakan alat kontrasepsi dan obat-obatan di vagina dalam 2 hari terakhir.
  4. Tidak sedang hamil.
  5. Tidak memiliki masalah di saluran reproduksi dan saluran kencing yang ditandai dengan rasa gatal, keputihan dalam jumlah atau bau yang tidak biasa, luka, dan bengkak.

Selain itu, demi kenyamanan saat pemeriksaan, Anda sebaiknya mengosongkan kandung kemih sebelum dilakukannya pemeriksaan.

Selama tes pap smear, dokter akan memasukkan spekulum yang terbuat dari besi atau plastik untuk melihat leher rahim Anda, kemudian mengambil sediaan leher rahim Anda dengan spatula dan cytobrush. Anda mungkin akan merasakan sedikit sakit dan rasa tidak nyaman, tetapi apalah arti rasa sedikit sakit dibandingkan dengan hidup Anda yang terbebas dari kanker leher rahim.   

Siapa Saja yang Harus Melakukan Tes Pap Smear?

Setiap wanita yang sudah melakukan hubungan seksual, sudah menikah, dan sudah memasuki usia reproduksi (21 tahun), adalah wanita yang berisiko untuk terkena penyakit kanker leher rahim, dan disarankan untuk rutin melakukan tes pap smear setiap 3 tahun. Selain itu, wanita dengan faktor risiko tinggi lainnya untuk terkena penyakit kanker leher rahim adalah wanita dengan:

  1. Riwayat penyakit kanker leher rahim di keluarga.
  2. Kebiasaan merokok.
  3. Riwayat terkena penyakit menular seksual.
  4. HIV/AIDS.
  5. Riwayat berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seksual.
  6. Melakukan hubungan seksual pada usia dini.

Mengapa Tes Pap Smear Harus Rutin Dilakukan?

Seperti yang sudah dijelaskan di bagian sebelumnya, dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi HPV untuk menimbulkan kanker leher rahim. Dibutuhkan tes pap smear rutin untuk segera mengantisipasi kemunculan sel-sel pre-kanker maupun sel-sel kanker di tahun-tahun berikutnya.

Bagaimana Jika Hasil Tes Pap Smear Positif?

Hasil tes pap smear positif membuktikan keberadaan sel-sel tidak normal di leher rahim Anda. Oleh karena itu, dokter akan meminta Anda melakukan pemeriksaan biopsi/kolposkopi untuk memastikan sel-sel tersebut apakah memang benar sel-sel kanker atau bukan. Dokter juga akan meminta Anda untuk melakukan tes pap-smear ulang 4-6 bulan kemudian.

 

Referensi:

  1. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170827161551-255-237610/jumlah-kasus-kanker-serviks-indonesia-tertinggi-ke-2-di-dunia
  2. http://www.neraca.co.id/article/83971/penderita-kanker-serviks-di-indonesia-semakin-banyak
  3. https://emedicine.medscape.com/article/1947979-overview#a2
  4. https://www.cancer.org.au/about-cancer/early-detection/early-detection-factsheets/understanding-your-pap-smear-results.html

 


LAKUKAN INI UNTUK TULANG KUAT ANDA!

24 September 2018

Selamat hari osteoporosis sedunia, Sahabat Permata! Semakin tua usia seseorang, tulangnya akan semakin sedikit, dan mengalami kerapuhan atau osteoporosis. Apalagi, kalau makanan yang dikonsumsi sehari-hari tidak mengandung kalsium yang cukup. Eits, ternyata selain makanan yang rendah kalsium, malas bergerak atau kurang olahraga juga meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis, loh! Karena menurut penelitian, kurang olahraga membuat densitas atau kepadatan tulang berkurang.

Read more

DI HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA INI, YUK LAKUKAN DIGITAL DETOX!

15 October 2018

Di zaman kekinian, tidak bisa dipungkiri bahwa smartphone yang canggih dengan berbagai aplikasi dan kemampuannya untuk menghubungkan kita ke dunia online telah menjadi teman kita sehari-hari. Mulai dari bangun tidur, di sela-sela jam belajar atau jam bekerja, hingga sebelum tidur. Berbagai macam informasi terkait edukasi, hubungan pertemanan, dan hiburan memang sangat banyak ditawarkan lewat akses smartphone, tetapi tahukah Anda bahwa terlalu lama dan terlalu banyak menggunakan smartphone dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan jiwa Anda?

Read more

CT-Scan, Alat Pemeriksaan Canggih untuk Pengobatan yang Lebih Cepat dan Tepat

08 October 2018

Apa saja kegunaan dan manfaat pemeriksaan dengan CT-Scan? Seberapa membantu kah gambaran hasil pemeriksaan CT-Scan terhadap diagnosis Dokter? Dan apa saja hal-hal yang harus diketahui oleh pasien sebelum melakukan pemeriksaan CT-Scan?

Read more