Sekilas Tuberkulosis, Selamat Hari Tuberkulosis se-Dunia!

Sekilas Tuberkulosis, Selamat Hari Tuberkulosis se-Dunia!

24 March 2018

Selamat Hari Tuberkulosis se-Dunia!

Tanggal 24 Maret ini diperingati sebagai hari Tuberkulosios se-Dunia. Namun, sebelum “Stop TB” bersama-sama, yuk kenali apa itu Tuberkulosis?

 

 

Tuberkulosis atau TB adalah penyakit lama yang masih menjadi bahan perbincangan hangat kancah kesehatan Indonesia hingga saat ini. Bagaimana tidak, tahukah Anda bahwa Indonesia berada di peringkat ke-2 TB dunia!

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis yang 85%-nya menyerang paru-paru. Tidak hanya paru-paru, organ lain seperti otak dan tulang belakang juga bisa ikut terkena! Meskipun TB pernah menjadi penyebab kematian nomor satu di Amerika pada abad ke-20, saat ini  hampir seluruh kasus dapat diatasi dengan antibiotik.

Terinfeksi TB, belum tentu sakit TB!

Terinfeksi TB bukan berarti Anda akan sakit TB saat itu juga. Mengapa? Setelah masuk ke dalam tubuh Anda, kuman TB tidak langsung menyebabkan penyakit, melainkan dapat menjadi TB laten! Seseorang disebut mengalami TB laten jika terinfeksi TB namun tidak sakit TB ataupun infeksius (tidak berpotensi menularkan orang lain). Meskipun tidak menimbulkan penyakit, kuman TB yang ada dalam tubuh seorang TB laten dapat aktif suatu waktu akibat kondisi tertentu. Kondisi tersebut misalnya Diabetes, HIV, pemakaian obat tertentu, dan kondisi lain yang menyebabkan rendahnya  sistem imun Anda. Beda cerita jika saat kuman TB masuk, Anda langsung sakit dan berpotensi menularkan kepada orang lain. Jika hal ini terjadi, Anda berstatus TB aktif.

 

Gejala TB

Secara umum, gejala yang dapat Anda rasakan meliputi demam hilang timbul, hilang nafsu makan, hingga penurunan berat badan. Gejala lain yang dapat Anda rasakan adalah:

  1. batuk lebih dari 3 minggu,
  2. batuk darah,
  3. keringat malam,
  4. nyeri dada,
  5. merasa cepat lelah.

 

Siapa yang Berisiko?

Siapapun Anda, Anda berisiko terkena TB!

Memiliki teman dan keluarga berstatus TB aktif merupakan salah satu faktor risiko tuberkulosis .  Selain itu, lingkungan kerja yang berhubungan dengan pasien TB seperti rumah sakit, memperbesar peluang kuman tuberkulosis masuk ke saluran pernapasan Anda. Faktor risiko tesebut menjadi lebih besar jika kondisi imun/pertahanan tubuh Anda lemah akibat:

  1. HIV/AIDS,
  2. Diabetes,
  3. penyakit ginjal kronis,
  4. kemoterapi,
  5. malnutrisi,
  6. Konsumsi obat-obatan golongan steroid yang biasa digunakan saat post transplant organ, terapi Psoriasis, Penyakit Chrone, dan Rheumatoid Arthritis.

Menular melalui Udara

Sama seperti infeksi saluran napas lainnya, TB ditularkan melalui  udara. Artinya, jika Anda bernapas di sekitar pasien TB yang sedang batuk, bersin, ataupun berbicara tanpa masker, Anda berisiko tertular Mycobacterium tuberkulosis. Meskipun TB dapat menular, bakteri ini lambat dalam berkembang biak, selain itu, bakteri TB mudah mati akibat sinar matahari. Anda pun butuh waktu kontak udara yang cukup lama dengan pasien TB untuk tertular. Hal inilah yang menyebabkan TB biasanya ditularkan melalui teman dan keluarga yang berada dalam lingungan dekat. TB tidak ditularkan melalui kontak kulit, sehingga Anda tidak perlu menghindari jabat tangan, kontak kulit langsung, ataupun menggunaan peralatan makan yang sama

 

Menular namun Dapat Dicegah

Pencegahan penularan TB dapat dimulai dari diri Anda sendiri. Jika Anda telah terdiagnosis TB sebelumnya, berobat secara rutin dapat membatu mengeradikasi kuman dalam tubuh Anda. Dengan begitu, jumlah kuman yang keluar dari tubuh Anda saat Anda bersin ataupun batuk berkurang. Pakailah masker saat kontak udara dengan orang lain, terutama di fase awal pengobatan. Selain itu penting untuk selalu tutup mulut dan hidung dengan tissue ketika Anda bersin atau batuk. Tissue tersebut sebaiknya dibungkus terlebih dahulu dengan plastik sebelum Anda membuangnya. Jangan lupa cuci tangan setelah Anda bersin/ batuk. Selain itu, bukalah jendela Anda lebar-lebar sehingga sinar matahari mudah masuk. Kuman TB mati akibat sinar matahari, sehingga penting untuk menjaga pencahayaan rumah dan lingkungan kerja Anda. Untuk mencegah tertularnya generasi muda, jangan lupakan vaksin BCG!

 

Pengobatan yang Butuh  Ketelatenan

Jika Anda terdiagnosis Tuberkulosis, dokter Anda akan memberikan antibiotik dalam jangka waktu cukup lama, yaitu 6-9 bulan.  Obat-obatan tersebut wajib Anda habiskan tepat waktu. Jika tidak, Anda berisiko resisten terhadap lini 1 obat TB sehingga butuh obat lain untuk mematian kuman TB yang sudah resisten.


Tuberulosis bukanlah penyakit yang perlu ditakutkan dan dapat disembuhkan. Jadi, apakah Anda siap memerangi tuberkulosis?

Referensi:

  1. Herchline TE. Tuberculosis . [internet]. 2017 [cited on March 2018]. Available from https://emedicine.medscape.com/article/230802-overview
  2. What is tuberculosis. [internet]. 2018 [cited on March 2018]. Available from https://www.webmd.com/lung/understanding-tuberculosis-basics
  3. Putra FM. Indonesia peringkat 2 TBC di dunia. [internet]. 2018 [cited on March 2018]. Available from https://sains.kompas.com/read/2018/01/17/070700923/indonesia-peringkat-kedua-tbc-di-dunia-waspadai-gejalanya

ASI Eksklusif? Yes! Bekerja? Yes!

11 April 2018

Setelah melahirkan, tentu Anda menginginkan nutrisi terbaik untuk sang buah hati. ASI Eksklusif pun sudah pasti tak luput dari to do list Anda. Namun, ...

Read more

Ikterus pada Bayi

19 January 2018

Kuning pada bayi? Ikterus namanya! Secara umum ikterus ditemukan pada 60% bayi sehat. Kapan harus waspada?...

Read more

Diabetes Mellitus Tidak Semanis Namanya

23 March 2018

Diabetes Mellitus atau sering disebut dengan penyakit gula/kencing manis adalah suatu penyakit kronik yang disebabkan oleh kekurangan...

Read more