Osteoporosis: Cegah Sebelum Keropos

Osteoporosis: Cegah Sebelum Keropos

30 July 2018

Pernahkah Anda melihat kakek atau nenek sedang berjalan dengan membungkuk? Tahukan Anda bahwa salah satu penyebabnya adalah osteoporosis tulang belakang! Bagaimana cara mencegahnya? Yuk cegah sebelum keropos!

  1. Memastikan Asupan Kalsium dan Vitamin D yang Cukup

Selain penting untuk mempertahankan bentuk dan kepadatan tulang, kalsium berperan dalam kontraksi otot, penghantaran sinyal saraf, pembekuan darah, dan hal lainnya. Tulang kita mengandung 99% kebutuhan kalsium tubuh. Ketika tubuh sedang kekurangan kalsium, kalsium tulang akan diambil dan ditransfer ke darah. Bayangkan jika kadar kalsium kita tidak mencukupi kebutuhan? Kalsium tulang akan terus di-”keruk” untuk ditransfer ke darah, sehingga tulang makin keropos. Nahloh! Agar tidak keropos, rekomendasi asupan kalsium per harinya adalah 1200mg/hari (National Osteoporosis Foundation). Anda bisa mendapatkan kalsium tersebut dengan konsumsi produk berbahan susu yang rendah lemak, sarden, salmon, seta ikan yang bisa dimakan bersama tulang, dan sayuran berwarna hijau gelap seperti brokoli.

 

Berperan seperti sahabat kalsium, vitamin D berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium di usus kita. Untuk memperkaya vitamin D, Anda dapat mengkonsumsi ikan dengan kadar lemak yang cukup tinggi (salmon, tuna), hati, kuning telur, dan keju. Kulit Anda pun secara natural membentuk vitamin D ketika terpapar sinar matahari, sehingga Anda bisa memanfaatkan sinar matahari pagi untu menabung vitamin D. Akan tetapi,  jangan terlalu berlebihan karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit lho!

 

  1. Latihan Fisik

Latihan fisik direkomendasikan untuk pencegahan osteoporosis . Mengapa? Karena latihan beban memaksimalkan agility (kelincahan), postur tubuh, keseimbangan, dan kekuatan untuk mencegah jatuh. Akan tetapi, jenis latihan fisik tidaklah sama pada setiap orang dan harus disesuaikan berdasarkan status kesehatannya. Pada beberapa orang, latihan fisik yang salah menyebabkan risiko jatuh dan patah tulang. Lalu, latihan fisik yang bagaimana kah yang terbaik? Menurut penelitian, latihan fisik jenis high force dan non weight bearing adalah latihan fisik paling sesuai untuk tulang paha (tempat terjadinya osteoporosis paling bayak).

Seperti otot, tulang juga butuh Anda latih. Weight bearing exercise adalah latihan yang cocok untuk menguatkan tulang. Latihan seperti apa sajakah itu?Aerobik, naik turun tangga, menari, jogging, lari, berjalan, dan yoga. Latihan kekuatan seperti angkat beban, workout dengan tali elastis, serta latihan kekuatan lainnya juga bisa Anda lakukan untuk memperkuat tulang dan otot sekaligus. Ketika Anda mengkontraksikan otot Anda, otot akan meraik tulang, sehingga kekuatan tulang pun ikut terlatih. Latihan kekuatan juga meningkatkan fleksibilitas Anda, sehingga Anda pun tidak mudah jatuh.

 

  1. Stop Rokok dan alkohol, serta kurangi soda!

Menurut penelitian, rokok dan alkohol berlebihan  tidak baik untuk kesehetana tulang. Tidak hanya untuk tulang, secara umum, rokok dan alcohol tidak baik untuk kesehatan Anda lho! Minuman berkarbonasi atau bersoda pun juga meningkatkan risiko pengeroposan tulang. Hal ini disebabkan oleh kandungan fosfat di dalam minuman berkarbonasi yang menurunkan penyerapan kalsium tubuh.

 

Ya! Itulah 3 hal yang patut Anda perhatikan untuk mencegah osteoporosis. Yuk cegah sebelum keropos dan cari tahu lebih lanjut dengan ikuti seminarnya dengan dokter spesialis kami, dr. Demy Faheem, SpOT pada Sabtu 25 Agustus 2018 di RS Permata Bekasi. See ya!

 

Sumber:
1. King JM, Clarke BL, Shandu MP. Osteoporosis Prevention, Screening, and Treatment: A Review J Womens Health (Larchmt). 2014 Jul 1; 23(7): 563–572.
2. https://www.webmd.com/osteoporosis/guide/osteoporosis-prevention#2    

Kapan, ya, si kecil siap diberikan makanan pendamping ASI?

20 August 2018

Ayah-Bunda, sudahkah mengenal tanda-tanda kapan si kecil siap diberikan makanan pendamping ASI (MPASI)? MPASI harus diberikan di waktu yang tepat, dalam waktu, porsi, dan komposisi yang tepat. Cara pemberiannya juga harus tepat loh, Bun, karena MPASI yang tidak baik akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan si kecil yang kurang baik. Yuk, baca lebih jauh!

Read more

Kencing Bercabang dan Pancarannya Melemah, BPH Mengintai!

25 June 2018

Pernahkah di suatu malam, tiba-tiba Anda terbangun karena penuhnya kandung kemih Anda, sehingga timbul keinginan untuk BAK. Anda pun kemudian pergi ke toilet dan menemukan pancaran kencing yang melemah serta kencing yang bercabang. Hati-hati gejala yang Anda alami merupakan gejala BPH (Benign Prostate Hyperplasia)!

Read more

Puasa Ramadhan untuk Pasien Diabetes, Bolehkah?

04 June 2018

Di Bulan Ramadhan, setiap umat muslim tentu menginginkan puasa yang mabrur, termasuk umat muslim yang memiliki Diabetes. Namun, amankah pasien Diabetes berpuasa? Bagaimana tips agar pasien Diabetes tetap dapat berpuasa? Yuk, simak artikel berikut!

Read more