Merawat Tali Pusat

Merawat Tali Pusat

16 February 2018

Setelah si kecil lahir, dokter/ bidan Anda akan melakukan pengguntingan pada tali pusat. Bekas guntingan tersebut tentu menimbulkan luka. Bagaimana cara merawat luka tersebut agar tetap bersih dan tidak terinfeksi? Yuk simak artikel berikut!

 

Dr. Ackni Hartati, SpA, MKes

 


Apa Itu Tali Pusat?

Tali pusat atau umbilical cord adalah penghubung antara ibu dan janin di masa kehamilan. Melalui tali pusat, oksigen dan nutrisi penting yang dibutuhkan akan dialirkan dari tubuh ibu ke tubuh si kecil melalui struktur ini. Setelah lahir, tali pusat tidak lagi dibutuhkan, sehingga dokter atau bidan Anda akan memotong dan menjepitnya. Proses ini tentu menimbulkan luka yang harus Anda rawat agar tidak terkena infeksi.

Bagaimaa Cara Merawatnya?

Tali pusat si kecil akan berubah dari putih kebiruan menjadi cokelat kehitaman hingga akhirnya puput dan lepas dengan sendirinya dalam 3 minggu. Selama menunggu proses penyembuhan luka hingga mengering dan terlepas, Anda dapat melakukan hal-hal berikut ini:

      1. Menjaga Tetap Bersih

Seringkali, Anda para orang tua, diinstruksikan untuk membersihkan tali pusat si kecil dengan kapas alkohol setiap ganti popok. Namun, penelitian terbaru menunjukan luka pada tali pusat akan lebih cepat kering jika didiamkan begitu saja. Oleh karena itu, jika tali pusat terlihat kotor dan lengket, bersihkan dengan air bersih (Anda bisa menggunakan cotton bud yang telah dibasahi), kemudian keringkan dengan kain di sekitar tali pusat.

Tetap jaga agar tali pusat tidak basah baik terkena pipis maupun tinja si kecil. Jika tali pusat terlihat kotor, segera cuci dengan air dan sabun lalu keringkan dengan kain bersih ya!   Eits! Jangan lupa cuci tangan sebelum membersihkan tali pusat si kecil!

      2. Menjaga Tetap Kering

Paparkan tali pusat ke udara terbuka agar pangkalnya mudah mengering. Hindarkan tertutupnya  tali pusat dari popok si kecil. Pakaian si kecil sebaiknya terbuat dari kaos sehingga sirkulasi udara terjaga baik.

      3. Sponge Bath

 Sudah tidak sabar ingin memandikan dan merendam si kecil di bak mandi atau baby tub? Eits! Tunggu dulu, untuk sementara ini, mandikan dengan teknik  Sponge Bath dahulu ya! Dengan teknik ini, Anda dianjurkan membersihkan bagian tubuh si kecil dari ujung kepala sampai kaki dengan membasuh tanpa dimasukan ke dalam bak mandi. Ketika tali pusat sudah puput dan terlepas, Anda boleh berpindah ke baby tub.

      4. Biarkan Tali Pusat Lepas dengan Sendirinya

Meskipun sudah terlihat cokelat dan mengerig, tahan keinginan Anda untuk menarik dan melepas secara manual tali pusat si kecil.

Kapan Harus Waspada?

Anda tidak perlu khawatir jika melihat beberapa titik berdarahan di sekitar tali pusat selama proses penyembuhan luka. Titik perdarahan ini sama halnya seperti titik perdarahan yang muncul ketika keropeng bekas luka yang Anda pernah miliki mulai terlepas.

Anda justru harus khawatir jika terlihat adanya nanah dan bau atau pus (cairan berwarna kuning) di sekitar tali pusat atau tali pusat yang terlihat membengkak dan merah. Segera hubungi dokter Anda karena itulah tanda infeksi! Infeksi pada tali pusat harus segera diobati karena dikhawatirkan menyebar ke area lainnya.

Yuk, rawat tali pusat, si jembatan kenangan yang telah membantu menyalurkan nutrisi dan oksigen selama di dalam kandungan!


 

 

 


Puasa Ramadhan untuk Pasien Diabetes, Bolehkah?

04 June 2018

Di Bulan Ramadhan, setiap umat muslim tentu menginginkan puasa yang mabrur, termasuk umat muslim yang memiliki Diabetes. Namun, amankah pasien Diabetes berpuasa? Bagaimana tips agar pasien Diabetes tetap dapat berpuasa? Yuk, simak artikel berikut!

Read more

Sehat Selama Puasa Ramadhan

29 May 2018

Selama bulan Ramadhan, umat muslim melakukan Ibadah puasa dengan tidak makan dan minum apapun sejak terbit matahari hingga terbenam matahari. Adaptasi apa yang dilakukan tubuh dan bagaimana tips berpuasa secara sehat?

Read more

Endometriosis Biang Keladi Gangguan Haid dan Kesuburan

26 April 2018

Seringkali, nyeri perut sebelum atau saat haid dianggap sebagai sesuatu yang wajar. Namun, jika nyeri tersebut sampai mengganggu Anda dalam beraktivitas, masihkah Anda menganggap...

Read more