Kapan, ya, si kecil siap diberikan makanan pendamping ASI?

Kapan, ya, si kecil siap diberikan makanan pendamping ASI?

20 August 2018

Setelah diberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, si kecil sudah mulai harus diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) nih Bun, untuk melengkapi kebutuhan gizinya dan membantu proses pertumbuhan dan perkembangannya. Tapi ternyata tidak semua anak mulai bisa diberikan MPASI di usia 6 bulan, tergantung dari kesiapan sistem pencernaan si kecil, mulai dari mulut, gigi, lidah, lambung, hingga usus, dan kesiapan psikologis si kecil untuk mengenali makanan. Si kecil harus belajar mengubah kebiasaan menghisap menjadi mengunyah, menerima makanan dari suapan, menggerakkan lidah, dan mengenali rasa makanan di lidahnya. Apa saja ya tanda-tanda si kecil siap diberikan MPASI?

Mulai memperlihatkan tanda-tanda ketertarikan terhadap makanan

Nah, untuk Ayah dan Bunda, ketika si kecil mulai memperlihatkan wajah “mupeng”, memajukan kepala dan tubuh ke arah makanan, menepukkan kedua telapak tangan ketika melihat iklan suatu makanan, atau membuka mulut, itu berarti si kecil sudah mulai mengenal rasa “ingin makan”. Rasa inilah yang harus disambut oleh Ayah dan Bunda dengan pemberian MPASI, terutama makanan yang sepertinya menarik perhatian si kecil. Ketika si kecil sudah kenyang, atau tidak tertarik dengan makanan yang diberikan, biasanya si kecil akan menjauh dari makanan, atau menarik kepala dan tubuh ke belakang.

Si kecil mau membuka mulut dengan lebar ketika disuapi makanan.

Bun, yang biasanya si kecil sulit membuka mulut dan hanya mau minum ASI, ketika si kecil sudah mulai memasuki masa “aku ingin makan” maka si kecil akan dengan senang hati membuka mulut ketika disuapi makanan. Tapi, suapannya jangan terlalu besar dan banyak ya, nanti si kecil tersedak!

Mulai memperlihatkan perkembangan postur tubuh

Ketika sudah siap untuk menerima MPASI, si kecil sudah semakin jago duduk nih Bun, duduknya sudah lebih seimbang, dan sudah lebih pandai menegakkan kepala-leher. Ditambah lagi, si kecil mulai belajar untuk memindahkan makanan ke depan dan ke belakang mulutnya dengan menggerakkan lidahnya, dan sudah lebih jarang menjulurkan lidah keluar.

Nah, Ayah-Bunda harus bisa memperhatikan dan memilihkan MPASI yang tepat nih untuk si kecil, karena masa-masa pemberian MPASI adalah masa pembentukan pola makan si kecil hingga dewasa nantinya. Dan, masa si kecil berusia 0-2 tahun adalah golden period atau masa terbaik untuk mendorong proses pertumbuhan dan perkembangan si kecil, termasuk kecerdasan. Ayah-Bunda pasti ingin si kecil yang bisa tumbuh dengan baik, aktif, dan cerdas, dong, oleh karena itu pemberian MPASI yang tepat secara jenis, jumlah, dan komposisi adalah bekal yang harus dimiliki oleh Ayah-Bunda.

MPASI harus memiliki kandungan nutrisi yang baik, kandungan protein yang tinggi, kandungan vitamin dan mineral yang baik, memiliki variasi rasa, dan bisa diterima oleh sistem pencernaan si kecil. MPASI dengan komposisi yang tidak tepat, misalnya terlalu banyak gula atau terlalu banyak lemak, bisa jadi membuat si kecil menjadi obesitas atau “terlalu gendut”. MPASI dengan porsi lauk yang terlalu sedikit, bisa jadi membuat si kecil menjadi “kurang darah” atau anemia. MPASI dengan porsi yang terlalu sedikit bisa membuat si kecil menjadi terlalu kurus dan pertumbuhannya berada di bawah garis normal.

Selain jenis dan komposisi makanan, Ayah-Bunda juga harus memperhatikan cara-cara yang tepat di dalam memberikan MPASI kepada si kecil. Menyuapi si kecil tentu membutuhkan cara yang berbeda dengan menyuapi anak yang sudah berusia lebih dari 5 tahun, harus perlahan-lahan, harus sesuai waktunya ketika si bayi lapar, dan peningkatan porsi yang harus diberikan secara perlahan dari hari pertama hingga hari-hari berikutnya. Jenis, komposisi, dan cara pemberian MPASI untuk si kecil di setiap usia akan berbeda loh, Bun, jadi Ayah-Bunda harus tahu nih jenis, komposisi, dan cara pemberian MPASI saat si kecil berusia 6 bulan, 9 bulan, dan 1 tahun.

Agar bisa lebih paham cara-cara memilihkan dan membuatkan MPASI untuk si kecil, yuk Ayah-Bunda ikut seminar “Bagaimana Membuat MPASI yang Baik dan Bergizi?” bersama dr. Asti Praborini, Sp.A, IBCLC dan tim Dokter Konselor Laktasi RS Permata Depok di hari Minggu, 2 September 2018 jam 08.00-12.30 WIB.


LAKUKAN INI UNTUK TULANG KUAT ANDA!

24 September 2018

Selamat hari osteoporosis sedunia, Sahabat Permata! Semakin tua usia seseorang, tulangnya akan semakin sedikit, dan mengalami kerapuhan atau osteoporosis. Apalagi, kalau makanan yang dikonsumsi sehari-hari tidak mengandung kalsium yang cukup. Eits, ternyata selain makanan yang rendah kalsium, malas bergerak atau kurang olahraga juga meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis, loh! Karena menurut penelitian, kurang olahraga membuat densitas atau kepadatan tulang berkurang.

Read more

DI HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA INI, YUK LAKUKAN DIGITAL DETOX!

15 October 2018

Di zaman kekinian, tidak bisa dipungkiri bahwa smartphone yang canggih dengan berbagai aplikasi dan kemampuannya untuk menghubungkan kita ke dunia online telah menjadi teman kita sehari-hari. Mulai dari bangun tidur, di sela-sela jam belajar atau jam bekerja, hingga sebelum tidur. Berbagai macam informasi terkait edukasi, hubungan pertemanan, dan hiburan memang sangat banyak ditawarkan lewat akses smartphone, tetapi tahukah Anda bahwa terlalu lama dan terlalu banyak menggunakan smartphone dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan jiwa Anda?

Read more

CT-Scan, Alat Pemeriksaan Canggih untuk Pengobatan yang Lebih Cepat dan Tepat

08 October 2018

Apa saja kegunaan dan manfaat pemeriksaan dengan CT-Scan? Seberapa membantu kah gambaran hasil pemeriksaan CT-Scan terhadap diagnosis Dokter? Dan apa saja hal-hal yang harus diketahui oleh pasien sebelum melakukan pemeriksaan CT-Scan?

Read more