Ikterus pada Bayi

Ikterus pada Bayi

19 January 2018

Kuning pada bayi? Ikterus namanya! Secara umum ikterus ditemukan pada 60% bayi  sehat. Kapan harus waspada? Yuk simak artikel berikut ini!

 

Ikterus neonatus (Neonatal jaundice) atau hiperbilirubinemia adalah kondisi yang membutuhkan perhatian medis khusus. Jaundice diambil dari bahasa Perancis jaune yang artinya kuning, sedangkan ikterus diambil dari bahasa yunani icteros.

Manifestasi yang bisa Anda lihat adalah kuning pada kulit dan bagian putih mata. Hal ini terjadi karena penumpukan bilirubin yang belum terkonjugasi. Bilirubin adalah hasil metabolism hati yang berperan dalam pewarnaan urin dan feses. Bilirubin terdiri atas bilirubin terkonjugasi dan tak terkonjugasi. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor dengan banyak gejala. Ikterus pun bisa menjadi suatu hal yang wajar (fisiologis), bisa pula tidak (patologis).

Ikterus disebut normal (fisiologis) jika  muncul setelah  24–72 jam  dan menghilang sebelum usia 2 minggu. Pada kondisi ini, bilirubin yang belum terkonjugasi (Unconjugated bilirubin) terdeteksi kurang dari 15 mg/dl, namun menurut AAP masih dianggap normal jika di bawah  17–18 mg/dl. Pada ikterus jenis ini, penyebabnya adalah meningkatnya produksi bilirubin (hemolisis), kurangnya alat pengangkut bilirubin, penurunan ambilan bilirubin oleh hati, penurunan konjugasi bilirubin oleh hati, penurunan ekskresi bilirubin, dan peningkatan sirkulasi enterohepatik. Contoh penyebab yang sering dari ikterus jenis ini adalah kurangnya asupan ASI.

 

Kapan Dikatakan Tidak Normal (Patologis)?

  1. Timbul pada saat lahir atau kurang dari 24 jam setelah lahir
  2. Kenaikan kadar bilirubin yang berlangsung cepat (> 5 mg/dL per hari)
  3. Bayi premature
  4. Menetap bahkan setelah usia 2 minggu
  5. Peningkatan bilirubin terkonjugasi (conjugated bilirubin) > 2 mg/d.

Ikterus jenis ini juga dapat memiliki gejala lain misalnya kencing seperti teh dan BAB seperti dempul. Pada ikterus jenis ini dapat disebabkan oleh penyakit hemolitik, gangguan pada hatidan empedu, serta masalah lain yang butuh penanganan khusus.

 

Apa yang Bisa Anda Lakukan?

Jika anak Anda masih mengalami ikterus yang fisiologis, disarankan untuk menjemur bayi pada pagi hari. Jika ternyata penyebabnya adalah kurangnya asupan ASI, susui Anak Anda lebih sering lagi. The American Academy of Pediatrics (AAP) tidak menganjurkan utuk memberhentikan ASI dan justru merekomendasikan pemberian ASI minimal 8-10 kali dalam 24 jam. Ketika melihat bayi Anda kuning, jangan panik, dan bawa segera ke dokter.

 

Referensi:

IDAI. Indikasi terapi sinar pada bayi yang menyusui. [internet]. 2013. Available from http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/indikasi-terapi-sinar-pada-bayi-menyusui-yang-kuning


Kapan, ya, si kecil siap diberikan makanan pendamping ASI?

20 August 2018

Ayah-Bunda, sudahkah mengenal tanda-tanda kapan si kecil siap diberikan makanan pendamping ASI (MPASI)? MPASI harus diberikan di waktu yang tepat, dalam waktu, porsi, dan komposisi yang tepat. Cara pemberiannya juga harus tepat loh, Bun, karena MPASI yang tidak baik akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan si kecil yang kurang baik. Yuk, baca lebih jauh!

Read more

Osteoporosis: Cegah Sebelum Keropos

30 July 2018

Pernahkah Anda melihat kakek atau nenek sedang berjalan dengan membungkuk? Tahukan Anda bahwa salah satu penyebabnya adalah osteoporosis tulang belakang! Bagaimana cara mencegahnya? Yuk cegah sebelum keropos!

Read more

Kencing Bercabang dan Pancarannya Melemah, BPH Mengintai!

25 June 2018

Pernahkah di suatu malam, tiba-tiba Anda terbangun karena penuhnya kandung kemih Anda, sehingga timbul keinginan untuk BAK. Anda pun kemudian pergi ke toilet dan menemukan pancaran kencing yang melemah serta kencing yang bercabang. Hati-hati gejala yang Anda alami merupakan gejala BPH (Benign Prostate Hyperplasia)!

Read more