DI HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA INI, YUK LAKUKAN DIGITAL DETOX!

DI HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA INI, YUK LAKUKAN DIGITAL DETOX!

15 October 2018

Smartphone yang digenggam terus-menerus oleh pemiliknya kian menjadi pemandangan sehari-hari, mulai dari rapat di kantor, meja makan, kendaraan umum, bahkan hingga acara berkumpul bersama keluarga tercinta dan teman-teman terdekat. Smartphone menjadi bagian penting dari hidup Anda, catatan rapat, catatan keuangan, berbagai akun dan akses media sosial, hingga berbagai game online semua tersedia di alat kecil tersebut. Beberapa orang bahkan mengalami gangguan kecandungan bernama nomophobia.

Apa yang Dimaksud dengan Nomophobia?

Nomophobia adalah singkatan dari no-mobile-phone-phobia, sebuah gangguan adiksi atau kecanduan teknologi alat genggam yang menyebabkan pemiliknya akan mengalami kecemasan ketika alat tersebut jauh dari tangannya. Walaupun masih diperdebatkan untuk dikategorikan sebagia gangguan mental atau tidak, nomophobia jelas dapat mengganggu kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari Anda. Apakah Anda salah satu dari pengidap kecandungan tersebut? Mari kita simak jawaban Anda atas pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  1. Apakah Anda banyak menghabiskan waktu dengan smartphone Anda? Apakah Anda selalu membayangkan akan atau ingin menggunakan smartphone Anda, untuk bermain game online, atau melihat media sosial saat Anda sedang bekerja, atau mengerjakan hal yang lain?
  2. Apakah Anda merasa bahwa smartphone adalah hal yang sangat penting, dan Anda selalu ingin lebih dan lebih, ingin berlama-lama menggunakan smartphone?
  3. Apakah Anda menggunakan media sosial untuk melupakan masalah di kehidupan nyata Anda?
  4. Apakah Anda merasa sangat cemas, seperti menjadi lebih mudah tersinggung, marah, atau bahkan sulit tidur, saat tidak bisa mengecek smartphone?
  5. Apakah smartphone Anda memberikan dampak negatif kepada kehidupan Anda?

Apabila jawaban Anda lebih banyak “ya” untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka Anda harus menyimak penjelasan lebih lanjut tentang gejala-gejala nomophobia.

Dunia Online, Jawaban sekaligus Pembuat Berbagai Masalah di Dunia Nyata

Seseorang dengan kemampuan komunikasi yang kurang, rasa kepercayaan diri yang rendah, penampilan yang kurang menarik bisa dengan mudahnya berkomunikasi dengan orang lain melalui chat. Selain sekedar mengobrol, orang tersebut juga bisa mendapatkan pujian dan respon positif dari orang-orang atas foto dirinya yang mungkin hasil suntingan atau foto palsu. Semakin rendah rasa percaya diri seseorang, semakin sering pula orang tersebut mengakses dunia online dari smartphone yang dimilikinya, semakin sering memperlihatkan kebahagiaan-kebahagiaan palsu lewat foto dan video di media sosial. Berbagai stres dan kesedian juga bisa dihapuskan dengan berbagai hiburan yang ditawarkan di dunia online, mulai dari game, melihat video-video lucu di media sosial dan youtube, hingga membaca tulisan dan berbagai quotes penyemangat diri. Rasa senang, rasa “dipuji”, perasaan lega karena bisa melepaskan diri sejak dari rasa stres dan sedih inilah yang bisa menyebabkan Anda kecanduan terhadap dunia online dan smartphone.

Hingga pelan-pelan tanpa disadari, kualitas Anda di dalam belajar dan bekerja berkurang karena Anda mudah sekali terdistraksi dengan suara notifikasi atau getaran dari smartphone, kemampuan Anda untuk fokus dan konsentrasi berkurang, hubungan Anda dengan keluarga, sahabat, pasangan, dan teman-teman terganggu karena Anda sering sibuk mengecek smartphone tanpa mengikuti pembicaraan yang sedang berlangsung di depan Anda. Pelan-pelan Anda semakin terisolasi secara sosial, Anda mengalami kesulitan untuk melakukan presentasi di depan orang umum dan komunikasi secara tatap muka langsung karena Anda lebih sering berkomunikasi melalui chat.

Pernah mendengar istilah banyak teman tetapi terisolasi? Itulah yang dapat terjadi apabila Anda terlalu banyak asyik sendiri dengan smartphone, media sosial, dan game online Anda, begitu banyak likes, followers, dan teman di media sosial, begitu banyak teman mengobrol di game online, tetapi Anda terasingkan di dunia nyata karena Anda jarang berkomunikasi dengan teman-teman yang sesungguhnya. Ditambah lagi dengan ancaman cybercrime, atau kejahatan di dalam dunia digital, cyber bullying, dan penipuan identitas diri yang dapat berakhir dengan kejahatan di dunia nyata. 

Penelitian oleh Tsitsika A.K dkk pada tahun 2014 di Eropa yang dilakukan kepada remaja dari 6 negara-negara Eropa yang berbeda membuktikan bahwa bermain media sosial selama lebih dari 2 jam per hari dapat menurunkan performa di dalam akademis dan pekerjaan. Selain itu, ketergantungan smartphone dapat mendorong Anda untuk membuka berbagai aplikasi dan media sosial di saat seharusnya Anda fokus mengerjakan hal lain, seperti saat sedang menyetir dan rapat, dan hal ini sangat merugikan diri Anda tentunya.

Fear of Missing Out (FOMO) dan Gejala-gejala Nomophobia Lainnya

Ketika Anda sudah terkena nomophobia, Anda akan merasakan tekanan dan dorongan untuk selalu online, walau tubuh Anda sudah sangat lelah dan Anda sudah bersiap untuk tidur. Anda akan merasa takut ketinggalan informasi di grup-grup atau di media sosial Anda, ketakutan tersebut menutupi rasa lelah dan mengganggu istirahat Anda. Semakin besar FOMO Anda, semakin rendah kualitas hidup Anda dan semakin tinggi kemungkinan Anda menggunakan smartphone di saat yang tidak seharusnya, seperti saat sedang menyetir dan rapat. Gejala-gejala lain yang harus Anda sadari sebagai tanda kecandungan smartphone adalah:

  1. Menggunakan smartphone dalam waktu yang semakin lama semakin meningkat (toleransi). Hal ini juga dialami oleh pecandu obat psikotropika yang semakin lama semakin membutuhkan obat dalam dosis yang lebih besar. Perbedaannya adalah kecanduan obat psikotropika memberikan efek langsung terhadap sistem biologis dan metabolisme tubuh, sementara kecanduan smartphone hanya memberikan efek terhadap jiwa atau psikologis Anda. 
  2. Merasa cemas, sedih, atau mudah marah saat tidak bisa memegang smartphone atau sedang tidak ada internet untuk mengakses dunia online
  3. Merasa cemas setiap smartphone berbunyi atau bergetar.
  4. Sangat sering mengecek smartphone.
  5. Selalu memilih komunikasi dengan chat dibandingkan dengan tatap muka.
  6. Mengalami masalah keuangan karena penggunaan smartphone

Yuk, Lakukan Digital Detox!

Dalam rangka memperingati hari kesehatan jiwa internasional di tanggal 10 Oktober lalu, dan demi mewujudkan sehat seutuhnya yang terdiri dari sehat fisik dan sehat jiwa, yuk bebaskan diri dari kecandunan smartphone! Detoks smartphone adalah waktu membebaskan diri dari penggunaan smartphone untuk mengurangi stress, mengurangi kecanduan, dan fokus dengan kehidupan dan hubungan di dunia nyata. Mematikan notifikasi dan membiasakan diri untuk mengecek smartphone setiap 30 menit atau 60 menit sekali adalah strategi awal yang dapat Anda lakukan untuk detoks. Simpan smartphone di ruangan yang berbeda dari tempat tidur, biarkan diri Anda beristirahat dengan tenang, tanpa harus tergesa-gesa mengecek smartphone di waktu sebelum tidur, saat terbangun di malam hari, atau bahkan di saat pagi hari bangun tidur

Non-smartphone-time, misalnya saat sarapan di pagi hari bersama keluarga, makan malam bersama keluarga, atau di weekend saat sedang jalan-jalan bersama teman dan keluarga. (free-technology meal time, free-technology weekend) adalah waktu terbaik bagi Anda untuk menikmati kehidupan nyata di depan Anda, tertawa bersama keluarga tercinta dan sahabat serta teman-teman terdekat.

Bagi Anda yang mengalami kesulitan untuk membebaskan diri dari smartphone dan hiruk pikuk dunia online, Anda dapat meningkatkan waktu detoks secara perlahan, bisa dimulai dari 15 menit dahulu, kemudian ditingkatkan menjadi 30 menit dan 60 menit. Sediakan dan biasakan ada waktu khusus untuk mengecek berbagai pesan, akun media sosial, dan email Anda, misalnya hanya di jam 6 pagi, 9 pagi, 12 siang, dan 3 sore. Matikan notifikasi agar diri Anda tidak mengalami kecemasan untuk selalu mengecek smartphone atau komputer. Jangan gunakan alarm di smartphone sebagai alarm pagi Anda. Pikirkan keuntungan dan hal-hal yang dapat Anda lakukan dengan melepaskan diri dari smartphone, nikmati ketenangan Anda, lakukan hal-hal produktif yang ingin Anda lakukan, seperti membaca buku, menulis ide-ide atau karya, atau sekedar diam saja tidak melakukan apa-apa untuk bersyukur dengan apa yang Anda miliki saat ini. Menyenangkan, bukan?

 

REFERENSI

  1. Andreassen, C.S., Billieux, J., Griffiths, M.D., Kuss, D.J., Demetrovics, Z., Mazzoni, E. & Pallesen, S. The relationship between addictive use of social media and video games and symptoms of psychiatricdisorders: A large-scale cross-sectional study. Published 2016. Psychology of Addictive Behaviors. 30, 252-262.
  2. http://www.goodnet.org/articles/7-steps-to-planning-your-next-digital-detox
  3. Kuss, Daria J. Griffiths, Mark D. Social Networking Sites and Addiction: Ten Lessons Learned. Published 17 March 2017. International Journal of Environmental Research and Public Health. 14 (311): 1-17.
  4. Turkle, S. Reclaiming Conversation: The Power of Talk in A Digital Age; Penguin: New York, USA. 2015.
  5. Kuss D.J. Griffiths, M.D. Internet Addiction in Psychotherapy. Palgrave, London, UK: 2015.
  6. Teo, W.S.J. Lee, C.S. Sharing Brings Happiness? Effects of Sharing in Social Media Among Aduts Users in Digital Libraries: Knowledge, Information, and Data in An Open Access Society, Proceedings of the 18th International Conference on Asia-Pacific Digital Libraries, ICADL 2016, Tsukuba, Japan, 7-9 December 2016; Morishima A, Rauber A, Lew C.L, Eds; Springer: Cham, Switzerland. 2016. P. 351-65.
  7. Zhao, S.Y; Grasmuck; Martin J. Identity Construction on Facebook: Digital Empowerment in Anchored Relationships. Comput. Hum. Behaviour. 2008; 24, 1816-1836.
  8. Riva G; Wiederhold, B.K; Cipresso P. Psychology of Social Media: From Technology to Identity. In The Psychology of Social Networking: Personal Experience in Online Communities; Riva G. Wiederhold B.K, Cipresso, P. Eds; De Gruyter Open: Warsaw, Pland, 2016. P. 1-11.
  9. Tsitsika, A.K; Tzabela, E.C, Janikian M, Olafsson, K; Iordache A; Schoenmakers, T.M, Tzavara, C.; Richardson C. Online Social Networing in Adolescence: Patterns of Use in Six European Countries and Links with Psychosocial Functioning. J. Adolesc. Health 2014, 55, 141-47.
  10. Griffiths, Mark D. Social Networking Addiction: Emerging Themes and Issues. Journal of Addiction Research&Therapy. 2013 (4): 5.

LAKUKAN INI UNTUK TULANG KUAT ANDA!

24 September 2018

Selamat hari osteoporosis sedunia, Sahabat Permata! Semakin tua usia seseorang, tulangnya akan semakin sedikit, dan mengalami kerapuhan atau osteoporosis. Apalagi, kalau makanan yang dikonsumsi sehari-hari tidak mengandung kalsium yang cukup. Eits, ternyata selain makanan yang rendah kalsium, malas bergerak atau kurang olahraga juga meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis, loh! Karena menurut penelitian, kurang olahraga membuat densitas atau kepadatan tulang berkurang.

Read more

CT-Scan, Alat Pemeriksaan Canggih untuk Pengobatan yang Lebih Cepat dan Tepat

08 October 2018

Apa saja kegunaan dan manfaat pemeriksaan dengan CT-Scan? Seberapa membantu kah gambaran hasil pemeriksaan CT-Scan terhadap diagnosis Dokter? Dan apa saja hal-hal yang harus diketahui oleh pasien sebelum melakukan pemeriksaan CT-Scan?

Read more

Lakukan Hal Ini dari Sekarang untuk Masa Tua Anda yang Lebih Sehat!

24 September 2018

Bagaimana caranya kita mempersiapkan masa tua yang sehat?

Read more