CT-Scan, Alat Pemeriksaan Canggih untuk Pengobatan yang Lebih Cepat dan Tepat

CT-Scan, Alat Pemeriksaan Canggih untuk Pengobatan yang Lebih Cepat dan Tepat

08 October 2018

CT-Scan adalah salah satu pemeriksaan penunjang yang sangat bermanfaat bagi Dokter untuk menegakkan diagnosis, terutama untuk melihat perdarahan, patah tulang, dan tumor di berbagai organ tubuh, mulai dari kepala hingga tangan dan kaki. Selain itu, dengan keberadaan CT-Scan, pemeriksaan seperti biopsi dan kolonoskopi, dan terapi radiasi untuk kanker dapat dilakukan dengan lebih terarah sehingga meminimalkan efek samping yang dapat terjadi. Apa saja ya manfaat CT-Scan yang sudah dimiliki oleh Rumah Sakit Permata Depok?

APA SAJA KELEBIHAN CT-SCAN GE REVOLUTION 32 SLICES INI?

Sering kali pasien dan Dokter ragu untuk melakukan pemeriksaan dengan CT-Scan karena radiasinya yang dikhawatirkan tinggi, terutama untuk anak-anak, dan dosis kontras yang dikhawatirkan dapat membebani kerja ginjal. Kekhawatiran tersebut dijawab dengan teknologi CT-Scan GE Revolution 32 Slices yang menawarkan proses pemeriksaan dengan dosis radiasi yang lebih rendah dan penyesuaian dosis kontras di anak-anak. Selain itu, mesin canggih ini juga dapat memberikan gambar hasil pemeriksaan dengan resolusi tinggi, akuisisi yang cepat, dan sesuai kebutuhan Dokter.

CT-SCAN UNTUK CEDERA KEPALA

Cedera kepala akibat trauma/benturan karena kecelakaan mobil, jatuh, kekerasan, dan lainnya dapat menyebabkan patah tulang tengkorak dan perdarahan otak. Kesadaran pasien akan berkurang, bahkan hingga pingsan, selama beberapa menit hingga jam, anggota gerak dan anggota tubuh pasien juga dapat tiba-tiba lumpuh/tidak dapat digerakkan, otot-otot wajah menjadi tidak dapat digerakkan (ditandai dengan bicara pelo, tidak bisa tersenyum, tidak bisa mengunyah, tidak bisa mengangkat alis atau menggembungkan pipi, tidak bisa menutup atau membuka mata, gangguan penglihatan, gangguan penciuman, gangguan gerakan bola mata, dan lidah jatuh ke salah satu sisi), hingga perilaku pasien yang menjadi aneh, seperti lupa dengan keluarga dan orang sekitar, tidak bisa memahami pembicaraan atau tidak bisa berbicara, dan perubahan emosi yang tidak biasa. Pasien juga dapat muntah menyemprot karena adanya peningkatan tekanan di kepala.

CT-Scan adalah alat pemeriksaan penunjang yang baik untuk melihat struktur tulang yang patah dan pola perdarahan yang terjadi akibat trauma/benturan tersebut. Patah tulang tengkorak dapat menyebabkan kebocoran cairan otak ke luar dan infeksi cairan otak tersebut. Perdarahan otak, baik di epidural, subdural, subarachnoid, maupun di dalam jaringan otak dapat mendesak jaringan otak lainnya dan menyebabkan kerusakan dan mengancam nyawa apabila tidak segera diobati. Oleh karena itu, pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter hingga pemeriksaan penunjang dengan CT Scan harus dilakukan dengan cepat agar pasien dapat segera diobati atau diberikan tindakan yang benar.

Selain untuk cedera kepala yang menyebabkan patah tulang tengkorak dan perdarahan otak, CT-Scan juga dapat membantu Dokter untuk melihat jenis stroke yang terjadi, apakah stroke iskemik/sumbatan, atau stroke hemoragik/perdarahan. Kedua jenis stroke tersebut ditandai dengan kelumpuhan anggota gerak, tubuh, atau wajah yang terjadi secara tiba-tiba, dapat disertai dengan penurunan kesadaran, perubahan perilaku, atau muntah menyemprot, sehingga sering sulit dibedakan oleh Dokter. Kedua jenis stroke tersebut membutuhkan obat dan tata laksana yang sangat berbeda, semakin cepat tata laksana yang diberikan maka semakin kecil kemungkinan pasien mengalami lumpuh permanen, sehingga gambar hasil pemeriksaan CT Scan sangat membantu Dokter untuk menentukan diagnosis stroke dan memberikan obat dan tata laksana dengan cepat dan tepat.

CT-SCAN UNTUK PEMERIKSAAN DADA, PERUT, DAN RONGGA PANGGUL

Penyakit-penyakit pada saluran napas hingga paru sering kali ditandai dengan sesak, batuk, dan nyeri dada. Pemeriksaan dada dengan CT-Scan dapat memperlihatkan organ-organ di dada, mulai dari saluran napas hingga paru, jaringan lunak di sekitarnya, pembuluh darah, tulang rusuk hingga tulang belakang lebih baik dibandingkan Rontgen atau X-Ray sehingga membantu Dokter menegakkan diagnosis dengan lebih pasti dan memberikan obat serta tata laksana dengan lebih tepat, termasuk terapi radiasi kanker.

Tumor paru, infeksi paru seperti tuberkulosis, pneumonia, dan bronkiektasis (jaringan parut akibat luka di jaringan lunak paru), dan kelainan pembuluh darah di paru dapat dilihat melalui CT-Scan. Selain itu, CT-Scan dapat memperlihatkan gambaran sumbatan di pembuluh darah paru (emboli paru), keberadaan cairan di selaput pelindung paru (efusi pleura), dan patah tulang iga atau luka di tulang dan jaringan lunak di dada akibat kecelakaan, jatuh, atau luka tusuk. Pemeriksaan biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium (untuk membedakan tumor jinak dengan ganas) dapat dilakukan bersama CT-Scan agar lebih terarah dan mengurangi risiko terjadinya luka selama pemeriksaan biopsi.

Pemeriksaan CT-Scan di daerah perut dan rongga panggul dilakukan untuk melihat apendisitis/usus buntu, inflammatory bowel disease yang ditandai dengan rasa tidak nyaman di perut, diare dan sulit BAB bergantian, dan perut sering terasa kembung, tumor hati hati dan penyakit kronis hati lainnya, pankreatitis, tumor ovarium/indung telur dan organ lain di panggul, luka di organ dan jaringan lunak di dalam perut dan rongga panggul, seperti di lambung, usus, dan ginjal karena trauma akibat kecelakaan atau luka tusuk, dan pecah pembuluh darah utama perut. CT-Scan juga digunakan untuk mengarahkan pemeriksaan biopsi untuk meminimalkan kerusakan jaringan saat pemeriksaan, untuk menentukan tingkat keparahan atau staging kanker, persiapan transplan organ, dan melihat respon organ terhadap terapi kanker, dan mengarahkan pemeriksaan kolonoskopi untuk melihat keberadaan tumor atau kanker di usus besar.

CT-SCAN UNTUK PEMERIKSAAN GINJAL DAN SALURAN KENCING

Tumor kandung kemih, batu di ginjal dan kandung kemih, tumor ginjal, penyakit ginjal polikistik, dan batu di saluran kencing dapat dilihat melalui pemeriksaan CT-Scan. Selain melihat bentuknya, ukuran dan lokasinya pun dapat dilihat melalui gambar hasil pemeriksaan CT-Scan, sehingga membantu Dokter memutuskan tata laksana apa yang tepat diberikan kepada pasien.

CT-SCAN UNTUK PEMERIKSAAN LAINNYA

Pemeriksaan CT-Scan dapat digunakan untuk melihat trauma tulang belakang, mulai dari tulang belakang setinggi leher hingga setinggi pinggul, infeksi, trauma, dan patah tulang di tangan dan kaki. CT panoramic dapat digunakan untuk membantu operasi bedah mulut karena dapat memperlihatkan pembuluh darah dan jaringan lunak di sekitar lokasi mulut yang dioperasi. CT paranasal dapat digunakan untuk melihat sinusitis dan polip. CT-Scan juga digunakan oleh Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan untuk melakukan operasi pada pasien dengan variasi anatomi/struktur wajah, melihat patah tulang wajah, dan melihat tumor di daerah telinga, hidung, atau tenggorokan.

Penyakit jantung koroner sering kali tidak memperlihatkan gejala hingga terjadinya kematian otot jantung, yang dikenal sebagai serangan jantung atau angina. CT-Scan dapat digunakan untuk menilai calcium scoring sebagai risiko terjadinya serangan jantung akibat tersumbatnya pembuluh darah oleh plak/aterosklerosis. Pasien dengan skor dan risiko tinggi untuk mengalami serangan jantung di kemudian hari, bisa mendapatkan pencegahan dini.

APA SAJA YANG HARUS SAYA KETAHUI DAN BAGAIMANA PERSIAPAN MELAKUKAN PEMERIKSAAN CT SCAN?

Wanita hamil, ibu menyusui, pasien yang memiliki alergi terhadap kontras yang akan digunakan saat pemeriksaan CT-Scan, pasien dengan gangguan fungsi ginjal, gangguan fungsi jantung, asma, kelainan tiroid, penderita klaustrofobia atau takut terhadap ruangan sempit, pasien diabetes mellitus yang sedang mengkonsumsi obat metformin, dan anak-anak memerlukan konsultasi dan perhatian khusus sebelum melakukan pemeriksaan dengan CT-Scan. Pasien yang diketahui memiliki alergi terhadap kontras akan diberikan obat khusus 12 jam sebelum pemeriksaan, sementara wanita hamil, ibu hamil, pasien dengan gangguan fungsi ginjal, fungsi jantung, anak-anak, dan pasien dengan asma memerlukan penyesuaian dosis kontras. Kontras akan diberikan kepada Anda melalui dubur, mulut, atau suntikan, tetapi dalam tiga jam sebelumnya Anda diminta untuk tidak makan dan minum apapun, bahkan untuk menjalankan pemeriksaan CT-Scan di perut, Anda diminta untuk tidak memakan apapun sejak malam sebelum pemeriksaan dan Anda diminta untuk meminum obat pencahar. Persiapan ini dilakukan untuk mendapatkan gambar hasil pemeriksaan yang optimal.

Pakaian, aksesoris seperti anting, kawat gigi, dan seluruh benda logam yang ada di tubuh Anda harus dilepas sebelum pemeriksaan, bahkan Anda akan diminta untuk menggunakan pakaian khusus. Selain kontras, obat lain yang dapat diberikan oleh Dokter kepada Anda adalah obat penenang apabila Anda menderita klaustrofobia. Selama pemeriksaan, Anda ditempatkan di tempat tidur yang datar dengan bantal, sabuk pengaman, dan penahan kepala. Anda tidak diperbolehkan untuk bergerak kecuali bernapas secara normal atau menarik napas panjang apabila diminta oleh Dokter atau pemeriksa. Selama 30-60 menit pemeriksaan, Anda tidak akan merasakan sakit, tetapi Anda mungkin merasa tidak nyaman karena ruangan yang sempit, bising, dan dingin.

APAKAH PEMERIKSAAN CT-SCAN BERBAHAYA?

Pada umumnya pemeriksaan CT-Scan tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya. Setelah pemeriksaan selesai pun Anda dapat beraktivitas normal. Radiasi yang digunakan oleh teknologi CT-Scan adalah kadar radiasi yang tidak berbahaya, bahkan radiasi yang dipaparkan oleh CT-Scan GE Revolution 32 Slices adalah radiasi dengan kadar yang sama dengan yang ada di angkasa. Gagal ginjal yang bisa dialami oleh pasien dengan gangguan fungsi ginjal karena pemberian kontras jarang terjadi, karena konsultasi dan penyesuaian dosis sudah dilakukan sejak sebelum pemeriksaan.

 

REFERENSI

  1. Anindhita, Tiara. Wiratman, Winnugroho. Buku Ajar Neurologi. Maret 2017. Jakarta: Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
  2. https://emedicine.medscape.com/article/2110836-overview
  3. http://www3.gehealthcare.in/en/products/categories/computed-tomography
  4. https://www.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/test_procedures/neurological/computed_tomography_ct_or_cat_scan_of_the_brain_92,P07650
  5. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=chestct
  6. https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/chest-ct-scan
  7. https://www.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/test_procedures/cardiovascular/ct_scan_of_the_chest_92,P07747
  8. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=abdominct
  9. https://www.nationaljewish.org/treatment-programs/tests-procedures/imaging/ct-scan-of-the-abdomen-liver-pancreas-with-contrast
  10. https://www.cedars-sinai.edu/Patients/Programs-and-Services/Imaging-Center/For-Patients/Exams-by-Procedure/CT-Scans/CT-Scan-of-the-Abdomen.aspx
  11. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=ct-abdominal-scans-in-children-135-32
  12. https://www.aafp.org/afp/2013/0901/p312.html
  13. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/urologic-radiology/what-is-a-ct-scan
  14. https://www.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/test_procedures/urology/ct_scan_of_the_kidney_92,p07703
  15. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4899356/
  16. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5487233/

 


LAKUKAN INI UNTUK TULANG KUAT ANDA!

24 September 2018

Selamat hari osteoporosis sedunia, Sahabat Permata! Semakin tua usia seseorang, tulangnya akan semakin sedikit, dan mengalami kerapuhan atau osteoporosis. Apalagi, kalau makanan yang dikonsumsi sehari-hari tidak mengandung kalsium yang cukup. Eits, ternyata selain makanan yang rendah kalsium, malas bergerak atau kurang olahraga juga meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis, loh! Karena menurut penelitian, kurang olahraga membuat densitas atau kepadatan tulang berkurang.

Read more

DI HARI KESEHATAN JIWA SEDUNIA INI, YUK LAKUKAN DIGITAL DETOX!

15 October 2018

Di zaman kekinian, tidak bisa dipungkiri bahwa smartphone yang canggih dengan berbagai aplikasi dan kemampuannya untuk menghubungkan kita ke dunia online telah menjadi teman kita sehari-hari. Mulai dari bangun tidur, di sela-sela jam belajar atau jam bekerja, hingga sebelum tidur. Berbagai macam informasi terkait edukasi, hubungan pertemanan, dan hiburan memang sangat banyak ditawarkan lewat akses smartphone, tetapi tahukah Anda bahwa terlalu lama dan terlalu banyak menggunakan smartphone dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan jiwa Anda?

Read more

Lakukan Hal Ini dari Sekarang untuk Masa Tua Anda yang Lebih Sehat!

24 September 2018

Bagaimana caranya kita mempersiapkan masa tua yang sehat?

Read more