Campak, Penyakit yang Tidak Boleh Di-Campak-an

Campak, Penyakit yang Tidak Boleh Di-Campak-an

02 March 2018

melalui stadium prodormal dan timbulnya bercak, saatnya berada dalam stadium konvalesens. Pada stadium ini, gejala secara berangsur menghilang

 

Tiga Stadium Gejala

Secara umum, gejala Campak dapat dibagi menjadi 3 stadium , yaitu awal (prodormal), munculnya bercak, serta (konvalesens).

  1. Prodormal

Stadium awal (prodormal) berlangsung selama 4-5 hari. Stadium prodormal ditandai dengan timbulnya demam, mual muntah, diare, serta lemas. Gejala lainnya sering disebut sebagai 3 C: Cough (Batuk), Coryza (Pilek), Conjungtivitis (Peradangan selaput luar bola mata sehingga mata tampak merah).

  1. Munculnya Bercak

Selanjutnya, sesuai namanya, stadium timbulnya bercak merupakan masa-masa bercak mulai muncul. Stadium ini muncul setelah 2-3 hari setelah stadium prodormal. Bercak berwarna merah dan kadang terasa gatal ini mulanya muncul di belakang telinga atau area kepala kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya (dari atas ke bawah).

  1. Konvalesens

Setelah melalui stadium prodormal dan timbulnya bercak, saatnya berada dalam stadium konvalesens. Pada stadium ini, gejala secara berangsur menghilang. Bercak merah berubah menjadi kehitaman, kemudian mengelupas.

 

Mudah Menular

Virus Campak ditularkan melalui percikan cairan saat batuk atau bersin. Jika percikan tersebut terkena benda, kemudian benda tersebut Anda pegang lalu Anda menyentuh area hidung dan mulut  Anda, Anda berisiko tertular. Virus ini lebih mudah menyerang balita dan individu yang belum pernah sakit Campak.

 

Memiliki Komplikasi

Meskipun terlihat ringan, jika tidak ditangani dengan benar, Campak dapat menimbulkan beberapa komplikasi. Mulai dari dehidrasi, pneumonia, hingga kejang!

 

Secara Umum Tidak Perlu Rawat Inap

Pada umumnya Campak tidak membutuhkan rawat inap. Anak Anda akan diberikan obat yang meringankan gejala (penurun panas, obat batuk pilek) serta vitamin A. Kapan harus dirawat? Dokter akan menyarankan untuk merawat inapkan anak Anda jika si kecil mengalami Campak disertai hiperpireksia (suhu tubuh>39.0 ºC), dehidrasi (kekurangan cairan), kejang, intake sulit atau sulit  dalam makan dan minum, serta timbul komplikasi.

 

Dapat Dicegah

Bagaimana mencegahnya? Imuninasi adalah jawabannya! Pemerintah kita telah berkomitmen kuat dalam mewujudkan eliminasi Campak. Tidak hanya Campak, pemerintah pun berusaha untuk mengendalikan penyakit rubella serta kecacatan bawaan akibat rubella (Congenital Rubella Syndrome) di Indonesia pada 2020. Strategi ini dicapai dengan memberikan imunisasi Measless Rubella (MR) untuk anak usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun.

 


Ayo wujudkan eliminasi Campak di 2020!

 

Referensi:
1.       White SJ, Boldt KL,  Holditch SJ,  Poland GA,   Jacobson RM. Measles, mumps, and rubella. Clin Obstet Gynecol. 2012 Jun; 55(2): 550–559.
2.      Departemen Kesehatan. Imunisasi Campak dan rubella untuk penuhi hak anak indonesia. [internet]. 2017 [cited on March 2018]. Available from http://www.depkes.go.id/article/view/17080200007/imunisasi-Campak-dan-rubella-untuk-penuhi-hak-anak-indonesia.html

 

 


Kapan, ya, si kecil siap diberikan makanan pendamping ASI?

20 August 2018

Ayah-Bunda, sudahkah mengenal tanda-tanda kapan si kecil siap diberikan makanan pendamping ASI (MPASI)? MPASI harus diberikan di waktu yang tepat, dalam waktu, porsi, dan komposisi yang tepat. Cara pemberiannya juga harus tepat loh, Bun, karena MPASI yang tidak baik akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan si kecil yang kurang baik. Yuk, baca lebih jauh!

Read more

Osteoporosis: Cegah Sebelum Keropos

30 July 2018

Pernahkah Anda melihat kakek atau nenek sedang berjalan dengan membungkuk? Tahukan Anda bahwa salah satu penyebabnya adalah osteoporosis tulang belakang! Bagaimana cara mencegahnya? Yuk cegah sebelum keropos!

Read more

Kencing Bercabang dan Pancarannya Melemah, BPH Mengintai!

25 June 2018

Pernahkah di suatu malam, tiba-tiba Anda terbangun karena penuhnya kandung kemih Anda, sehingga timbul keinginan untuk BAK. Anda pun kemudian pergi ke toilet dan menemukan pancaran kencing yang melemah serta kencing yang bercabang. Hati-hati gejala yang Anda alami merupakan gejala BPH (Benign Prostate Hyperplasia)!

Read more