ASI Eksklusif? Yes! Bekerja? Yes!

ASI Eksklusif? Yes! Bekerja? Yes!

11 April 2018

Setelah melahirkan, tentu Anda menginginkan nutrisi terbaik untuk sang buah hati. ASI Eksklusif pun sudah pasti tak luput dari to do list Anda. Namun, bagaimana jika Anda adalah wanita karir? Bisakah Anda tetap menyusui di tengah kesibukan Anda bekerja? Yuk Simak artikel berikut ini!

 

WHO merekomendasikan 6 bulan sebagai waktu minimal seorang ibu  menyusui. Haruskah menyusui selama itu? Bagaimana jika tidak sempat karena bekerja? Bisakah diganti dengan susu formula?

ASI yang Tak Kan Pernah Terganti

Tahukah Anda, bayi yang diberikan ASI memiliki risiko  lebih kecil dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula dalam mengalami diare, konstipasi, diabetes, alergi, asma, dermatitis, serta infeksi. Selain itu, bayi yang disusui ASI memiliki risiko lebih kecil mengalami obesitas dan hipertensi ketika sudah dewasa nanti.

Tidak hanya untuk bayi, ASI juga menguntungkan bagi Ibu yang menyusui. Menurut penelitian, menyusui dapat mengurangi risiko terjadinya kanker ovarium, kanker payudara sebelum menopause, serta osteoporosis.

Tantangan bagi Ibu yang Bekerja

Bekerja merupakan suatu kegiatan yang esensial bagi ibu, namun sering menjadi halangan untuk menyusui secara langsung, sehingga ASI eksklusif menjadi perhatian bagi ibu yang bekerja.  Survey di UK National Infant Feeding menunjukan, 19% ibu berhenti menyusui pada 4 bulan pertama dengan alasan pekerjaan. Scottish Infant Feeding Survey pada 2002 menunjukan, 28% ibu berhenti menyusui dengan alasan pekerjaan. Penelitian di Singapura menunjukan, Ibu yang memiliki pekerjaan lebih cenderung tidak menyusui anaknya dibanding ibu yang tidak bekerja dengan pekerjaan sebagai alasan terbesar!

Bagaimana Tips Agar Tetap Bisa Memberikan ASI Eksklusif Meskipun Bekerja?

  1. Pilihlah tempat kerja dekat dengan rumah sehingga menyusui dapat Anda lakukan saat memasuki jam istirahat

a. Keluarkan ASI Anda secara manual dengan tangan dan simpan untuk Si Kecil. Bagaimana caranya?a.  Cuci tangan Anda

b. Siapkan botol, cangkir,  mangkuk, atau tempat apapun yang steril (Anda tidak perlu mencucinya dengan cara merebus, cukup bersihan dengan sabun, namun jangan sentuh bagian dalam ketika tempat tersebut sudah steril.)

c. Stimulasi Let Down Reflex Anda untuk mengeluarkan lebih banyak ASI, caranya? Anda dapat melihat foto/wajah SI Kecil, mencium aroma pakaian/selimut si kecil, pijat payudara Anda dengan cara memutarkan puting susu, kompres hangat payudara, jaga asupan cairan sebelum mengeluarkan ASI, dan relaks!

d. Pegang payudara Anda dengan jempol di bagian atas dan jari-jari lain di bawah seperti huruf C. Dengan lembut, tekan bagian payudara di antara kedua bagian jari tersebut dan tekan ke arah dalam dinding dada (bukan meremas) sembari memutar ke arah depan

e. Letakan wadah tepat di bawah payudar Anda

d. Voila! ASI ANda sudah tertampung. Segera simpan di kulkas non-freezer!

  1. Jika Mengeluarkan secara manual kurang sesuai untuk Anda, Pompa ASI dapat menjadi pilihan!

Jika Anda berhalangan menyusui anak Anda secara langsung, tentu mengeluarkan ASI secara langsung dan memompa ASI menjadi pilihan terbanyak para ibu. Jika ini adalah pilihan Anda, beritahukan kepada bagian HRD bahwa Anda menyusui , sehingga HRD dapat memberitahukan Anda tempat yang sesuai untuk mengeluarkan/memompa ASI Anda serta menyimpannya.

Simpan ASI Anda dengan Benar

Setelah berhasil mengeluarkan ASI, sekarang saatnya menyimpan dengan baik dan benar. Bagaimana tipsnya?

  1. Simpan di kontainer yang bersih
  2. Simpan di kulkas bagian bawah dan bukan di freezer! Suhu yang terlalu rendah akan membunuh beberapa sel dan menonaktifkan antibiodi. Anda bia menyimpannya selama 8 hari ke depan di dalam kulkas. Mengapa bisa bertahan selama itu? Karena ASI mengandung antibakteri yang dapat membunuh kuman-kuman potensial.
  3. Labeli botol ASI Anda dengan keterangan tanggal, sehingga Anda/ asisten Anda dapat mengetahui botol mana yang harus digunakan terlebih dulu untuk diberikan kepada si kecil

     

    Nah, bagi Anda wanita karir sekaligus ibu yang sedang berjuang memberikan buah hati nutrisi dan perlindungan terbaik, sudah yakinkah Anda bahwa Anda bisa? ASI? Yes! Bekerja? Yes!

     

    Referensi:

    1. Anderson JK, Wallace Breastfeeding works: the role of employers in supporting women who wish to breastfeed and work in four organizations in England. Journal of Public Health 2006; 28 (3): 183–91.
    2. NHS Choices. Breastfeeding and going back to work. [internet]. 2015[visited on April 2018]. Avaialable from https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/breastfeeding-back-to-work/
    3. Smith A. Pumping and storing breastmilk. [internet]. 2015[visited on April 2018]. Avaialable from https://www.breastfeedingbasics.com/articles/pumping-and-storing-breastmilk

Kapan, ya, si kecil siap diberikan makanan pendamping ASI?

20 August 2018

Ayah-Bunda, sudahkah mengenal tanda-tanda kapan si kecil siap diberikan makanan pendamping ASI (MPASI)? MPASI harus diberikan di waktu yang tepat, dalam waktu, porsi, dan komposisi yang tepat. Cara pemberiannya juga harus tepat loh, Bun, karena MPASI yang tidak baik akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan si kecil yang kurang baik. Yuk, baca lebih jauh!

Read more

Osteoporosis: Cegah Sebelum Keropos

30 July 2018

Pernahkah Anda melihat kakek atau nenek sedang berjalan dengan membungkuk? Tahukan Anda bahwa salah satu penyebabnya adalah osteoporosis tulang belakang! Bagaimana cara mencegahnya? Yuk cegah sebelum keropos!

Read more

Kencing Bercabang dan Pancarannya Melemah, BPH Mengintai!

25 June 2018

Pernahkah di suatu malam, tiba-tiba Anda terbangun karena penuhnya kandung kemih Anda, sehingga timbul keinginan untuk BAK. Anda pun kemudian pergi ke toilet dan menemukan pancaran kencing yang melemah serta kencing yang bercabang. Hati-hati gejala yang Anda alami merupakan gejala BPH (Benign Prostate Hyperplasia)!

Read more